02.24.09

Manusia Akhir Zaman

Posted in Akhir Zaman at 8:03 pm by anabaptists

Kotbah Dr. Suhento Liauw

Minggu, 6 Juli 2003
Kebaktian Pagi
Nats: II Timotius 3:1-5

Saudara yang terkasih dalam Tuhan, Paulus menuliskan kepada Timotius mengenai ciri-ciri manusia akhir zaman. Mengapakah ada daftar yang sedemikian buruk mengenai manusia akhir zaman? Jikalau kita membaca perikop ini, saya dapat meraba apa yang Paulus maksudkan. Apakah penyebab utama sehingga manusia sedemikian rusaknya? Sebenarnya ada dua penyebab utama yang mengakibatkan mereka demikian. Penyebab yang paling dasar sekali adalah mereka tidak peduli pada hal-hal rohani. Mereka lebih memperhatikan dan menghargai hal-hal jasmani karena bagi mereka itu adalah segala-galanya.

Memang uang memegang peranan penting, tetapi jikalau kita menempatkan uang di atas hal rohani, maka kita sudah melakukan suatu kesalahan di hadapan Allah. Siapakah di muka bumi ini yang tidak memerlukan uang? Tidak ada seorang pun yang dapat lepas darinya. Siapakah orang di muka bumi ini yang berani berkata bahwa dia tidak memerlukan materi? Kita semua memerlukan pakaian, sepatu, dan berbagai materi lainnya. Tidak ada seorangpun di muka bumi ini yang tidak memerlukan materi. Tetapi persoalannya adalah ketika dua hal di hadapkan pada kita, pilihan kita akan mencerminkan isi hati kita.

Di akhir ayat kedua dikatakan bahwa manusia akhir zaman tidak mempedulikan masalah agama. Mereka tidak peduli mati masuk surga atau neraka. Padahal tidak ada satu pun manusia di muka bumi ini yang tidak pernah tidak mendengar ada orang yang meninggal atau tidak menyadari bahwa meninggal adalah sesuatu yang pasti. Kita satu kali pasti mati hanya kita tidak tahu kapan waktunya kita mati. Sementara itu Paulus kataka bahwa manusia akhir zaman tidak peduli sama sekali akan hal itu. Karena tidak peduli akan hal itu segala macam kejahatan mereka lakukan. Anggota jemaat kita, Saudara Fendi, ditabrak mobil, namun mobil tersebut pergi begitu saja. Fendi kemudian mengejarnya dengan tangan yang berlumuran darah. Namun apa yang terjadi? Ternyata yang di dalam mobil itu ada dua orang Kopasus. Yang aneh adalah bukannya mereka meminta maaf tetapi mereka meminta ganti rugi karena Fendi adalah Chinese. Sungguh bejat sekali. Tetapi Fendi mempunyai falsafah kekristenan yang baik sekali, ia berkata, “Tidak apa-apa karena uang itu akan mereka bawa masuk ke neraka.”

Manusia di muka bumi ini, jikalau ia tidak merenungkan masalah surga dan neraka, mereka bisa berpikir apa saja serta melakukan apapun. Seorang paman berusia 27 tahun membunuh keponakannya karena ibunya lebih memperhatikan keponakannya yang masih kecil itu dari pada dirinya. Itulah gambaran kehidupan mereka yang menyepelekan masalah rohani. Mereka mempunyai prinsip hidup buatlah apa yang disukai dan akibatnya tidak perlu dipikirkan. Merampok, memperkosa, mencuri lakukan saja. Paman yang membunuh keponakannya tidak menyesal dan berkata bahwa dia paling akan dihukum tujuh tahun penjara saja. Dari jawabannya dia mempunyai pemahaman bahwa membunuh keponakannya bukanlah sebuah kerugian besar karena hanya dihukum tujuh tahun saja.

Tersangka yang membunuh Teo Eloway, dituntut oleh jaksa tiga setengah tahun. Mungkin hakim bisa saja memutuskan dua tahunan saja dengan pertimbangan belum pernah dihukum dan punya anak istri dan lain sebagainya. Jikalau manusia itu tahu resikonya ringan dia berani berbuat apa saja. Tetapi mengapakah ada orang yang tidak berbuat kejahatan sedikitpun, sekalipun tidak mendapat ancaman di muka bumi ini? Karena dia tahu kebenaran firman Tuhan. Dia tahu jika dia berbuat jahat akan menghadap penghakiman. Saudaraku, kadang-kadang kita melihat kejahatan di kanan kiri kita, tetapi satu hal yang menghiburkan adalah karena Tuhan menyiapkan suatu penghakiman yang adil untuk kita. Karena dia adalah hakim yang adil.

Mengapakah orang Kristen dilarang untuk membalas kejahatan? Karena sikap kita yang tidak membalas kejahatan adalah sikap kita yang percaya kepada Tuhan. Mengapa rakyat Indonesia jika diperlakukan jahat langsung membalasnya tanpa melapor kepada polisi? Hal itu terjadi karena rakyat Indonesia tidak percaya dengan kinerja pemerintah mengadili dengan adil. Sama halnya prinsip itu diterapkan dalam kehidupan kita. Sehingga setiap perbuatan jahat maupun ketidakadilan yang menimpa kita, kita dapat berkata bahwa hal itu tidak mungkin akan luput dari penghakiman Tuhan. sebab walaupun pemerintah tutup mata, pendilan bisu dan tuli, pemuka agama acuh tak acuh, tokoh masyarakat apatis, kita masih mempunyai Tuhan yang adil. Seberapapun kita ditindas dan dianiaya, kita tetap bersandar kepadaNya karena kita tahu bahwa ada suatu penghakiman yang adil dari Tuhan.

Sejarah mencatat bagaimana gereja Katolik sudah membunuh annabaptis tak terhitung jumlahnya. Mereka dibakar, disalibkan, dikuliti, bahkan pernah di suatu masa, ada satu kampung yang disinyalir ada orang annabaptis di dalamnya, gereja Katolik memperintahkan untuk membunuh semua orang yang ada di kampung itu termasuk yang bukan annabaptis juga dengan suatu pandangan yang dicetuskan oleh uskupnya, “Tuhan mengenal siapa kepunyaanNya!” Sehingga satu kampung dibantai semuanya. Mengapakah annabaptis tidak melawan? Mereka tidak melawan karena mereka percaya ada Allah yang adil. Mereka percaya ada pemerintahan yang kekal yang memiliki kekuatan tak terbatas yang pasti suatu hari akan menghakimi dengan seadil-adilnya. Percaya pada itu maka kita tidak melawan. Jikalau kita membalas, sebenarnya kita tidak percaya kepada Tuhan.

Jemaatku yang terkasih di dalam Tuhan, membaca list ini, manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Apakah yang dimaksud dengan orang yang beribadah secara simbolik atau lahiriah namun tidak menghayati kekuatan yang dijanjikan itu? Artinya, jikalau kita sungguh-sungguh mengerti bahwa Tuhan memberikan upah yang besar bagi yang sungguh-sungguh setia sampai mati, maka janji itu baginya tentu selalu terngian-ngiang terus. Hal ini tidak ubahnya dengan orang yang dijanjikan uang seratus juta rupiah untuk menjaga rumahnya selama satu bulan saja. Dia diperintahkan untuk mengatur dan membersihkan rumah itu serta menjaga rumah itu sebaik-baiknya. Tentu di dalam dia melakukan tugas itu, dia selalu teringat akan janji itu sehingga timbul suatu kerinduan yang sangat akan janji itu. Janji itu benar-benar dihayati olehnya maka dia akan menjaga rumah itu sebaik-baiknya. Di dalam Alkitab terdapat banyak janji, himbauan, dan dorongan dari Tuhan. Tetapi sungguhkah kita sedemikian menyakini apa yang dijanjikan Tuhan di dalam firmanNya? Ataukah kita hanya membaca sambil lalu tanpa menghayatinya. Inilah yang disebut dengan mereka yang memungkiri kekuatannya.
Contoh sederhana mengenai hal ini dapat kita temukan dalam Matius 6:25-34. Dikatakan bahwa:

Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Pernahkah ketika kita membaca perikop ini kita meragukan janji Allah ini? Apakah janji itu dapat dipegang erat-erat? Tuhan mengatakan di bagian lain bahwa janji Tuhan itu seperti emas yang teruji yang dileburkan dalam tujuh kali dapur peleburan di tanah. Tuhan tidak pernah lalai menepati janjiNya.
Memang benar bahwa hal-hal materi itu biasanya dicari oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Tetapi yang ditekankan dalam bagian ini adalah dimanakah kita melabuhkan hati kita. Seandainya Anda disuruh untuk memilih antara masalah rohani dan jasmani dan Anda diharuskan memilih salah satu dari keduanya, apakah yang akan Anda pilih? Mungkin ketika hal ini ditanyakan di gereja semua akan menjawab bahwa mereka akan mengutamakan masalah rohani. Apalagi ketika baru selesai mendengarkan penguraian kebenaran firman Tuhan ini. Namun hal itu akan berbeda jika itu terjadi di dalam kehidupan kita sehari-hari. Pada saat itu manakah yang akan kita pilih?

Mengapakah kita lebih sering menggunakan hari Minggu sebagai saat untuk pindah rumah? Mengapakah banyak orang Kristen yang merasa adalah lebih baik pindah rumah pada hari Minggu dibandingkan dengan hari-hari lain? Mereka melakukan ini karena berpikir adalah sangat sulit untuk meminta izin dari pimpinan kantornya sedangkan Tuhan itu dapat dinomorduakan. Sehingga hari Minggu tidak kebaktian karena dia pindah rumah. Seolah-olah dia menganggap Tuhan itu lebih gampang. Tuhan disepelekan sama sekali. Jujur kata sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari kita lebih mengutamakan masalah jasmani dari pada masalah rohani dalam hidup ini. Memang dalam gereja semua angkat tangan ketika ditanyakan masalah ini. Tetapi dalam kehidupan sehari-hari hal itu sangat berbeda. Urusan rohani dinomorduakan dan dianggap sebagai hal “cingcay” saja.

Rasul Paulus mengatakan bahwa mereka itu beribadah namun memungkiri kekuatannya. Dalam arti kata mereka memang mempercayai Allah Mahakuasa, Allah adalah Pribadi tertinggi yang paling dihormatid dari segala-galanya, tetapi sebenarnya mereka memungkiri kekuatannya. Sesuatu yang sebenarnya sangat tidak mungkin.

Jemaatku, kadang-kadang kita perlu tenggelam dalam renungan, “Tuhan, sejak aku mengenalMu, sejak Engkau memperkenalkan kasih karuniaMu kepadaku, adakah aku makin hari makin mempercayaiMu? Adakah makin hari aku makin menghormati dan mengasihiMu? Tuhan, adakah kerohanian saya makin hari makin maju? Adakah keberanian bagiku untuk menjawab keinginanMu dalam hidupku. Adakah aku sungguh-sungguh untuk melayaniMu?”

Dulu saya mempunyai keinginan untuk menjadi orang kaya. Saya bekerja seperti orang gila saja. Anda dapat bayangkan, dari jam 7 pagi sampai jam 12 mengajar di SD Maranatha di Sintang. Setelah itu pulang ke rumah untuk makan kemudian buru-buru pergi kerja lagi di CV Pembangunan Jaya sampai jam 5 sore. Setelah itu pulang untuk makan malam dan mandi lalu pergi kerja lagi sebagai sales asuransi sampai jam 10 malam. Saat itu saya mulai berpikir bahwa Suhento pasti akan menjadi orang kaya. Saya mulai menabung supaya punya modal untuk membuka usaha sendiri. Saat itu saya sudah mempunyai modal yang lumayan besar. Saya bisa membeli Corolla DX seharga tujuh setengah juta karena saya mempunyai uang sembilan jutaan. Sampai suatu hari ada teman yang datang untuk meminjam uang dari saya dengan jaminan bunga yang cukup besar. Sebagai jaminan dia memberikan sertifikat rumahnya sebagai jaminan. Beberapa bulan kemudian ternyata dia kabur entah kemana namun itu tidak masalah karena saya memiliki serifikat rumahnya. Akhirnya kami pun pindah ke rumah tersebut. Belum lama kami tinggal di sana, tiba-tiba petugas bank datang untuk menyita rumah tersebut dan mereka juga mempunyai sertifikat atas rumah tersebut. Saat itu sangat sulit untuk menang perkara melawan bank akhirnya rumah itu pun disita oleh bank.

Hal itulah yang membuat kami duduk termenung berlinangan air mata. “Tuhan, sekarang Engkau mau kami berbuat apa?” Karena sebelumnya saya sudah sering berkotbah keliling dan akhirnya kamipun bertekad untuk menjadi hambaNya. Mulai saat itu saya mulai merenungkan hal ini. Saya mau mempercayai semua janji Tuhan. Bahwa janji Tuhan itu benar. Bukan masalah tidak perlu masalah materi, tetapi intinya mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenaranNya.

Dengan tanggungan dua orang anak saya memutuskan untuk sekolah teologi. Tanpa ada sponsor sama sekali dan tidak ada yang bisa dijadikan sandaran. Hanya bersandarkan pada janji Tuhan saja kami maju terus. Cobalah kita bertanya kepada diri kita sendiri, di dalam kita mengikut Tuhan, apakah makin hari kita makin maju. Pernahkah kita bertanya kepada Tuhan apakah yang diinginkannya di dalam kehidupan kita? Sebenarnya pengalaman saya bisa menjadi guru bagi Anda. Tidak perlu menunggu uang kita diambil orang barulah sadar. Ketika saya merenungkan hal ini, kadang-kadang saya tersenyum sendiri dan berkata, “Tuhan, kadang Engkau memimpin orang dengan membuatnya syok berat.”

Kasih karunia Tuhan begitu besar dalam hidup kita. Marilah kita semakin maju di hadapan Tuhan. Baik itu secara kerohanian kita, pemahaman kita, maupun kasih kita kepadaNya. Makin maju di dalam Tuhan ini dapat ditandai dengan makin mempercayai janji Tuhan dan memegang erat janjiNya. Semakin yakin jika kita berjalan bersama Tuhan pasti akan berjalan dengan baik. Tetapi itu bukan berarti kita lepas tangan. Paulus mengajarkan kepada kita melalui surat yang ia tuliskan kepada jemaat di Efesus, “Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.” (Efesus 4:28) Jadilah orang Kristen yang mau bekerja dan mau menolong orang lain. Terapkan apa yang Tuhan Yesus katakan, lebih bahagia memberi dari pada menerima. Amin!

Sumber: http://gbiasemarang.blogspot.com/2009/02/manusia-akhir-zaman.html

01.11.09

Antichrist’s One World Economy

Posted in Akhir Zaman at 7:48 pm by anabaptists

PENYEBAB KRISIS DI AS

Dunia sempat panik ketika beberapa perusahaan perkreditan Amerika Serikat (AS) bangkrut, karena sudah dapat dihitung bahwa itu akan berdampak ke seluruh perusahaan perkreditan bahkan perbankan di AS. Dampak awalnya ialah harga saham di Dow Jones

meluncur turun. Segera menteri keuangan AS, Henry Paulson, merancang tindakan penyelamatan dengan mengajukan dana talangan US $ 700 miliar. Ketika usulan pertama ditolak oleh Kongres, saham meluncur lebih dahsyat lagi sehingga Paulson yang tentu backup oleh George W. Bush, menyatakan bahwa jika Kongres AS tidak mau mengerti maka seluruh dunia akan mengalami krisis ekonomi dahsyat. Akhirnya Kongres mau-tak-mau harus menyetujui program penyelamatan tersebut.

Christianto Wibisono dalam Suara Pembaruan tanggal 13 Oktober 2008, menyebutkan bahwa penyebab krisis finansial AS itu bukan karena George W. Bush melainkan karena model hidup rakyat AS yang lebih besar pasak daripada tiang. Banyak orang tidak tahu bahwa setelah krisis finansial sempat disejukkan dengan dana bailout US $ 700 miliar, sesungguhnya krisis Credit Card sedang menunggu giliran. Diperkirakan ada sekitar satu triliun dollar hutang Credit Card di AS. Kini Indonesia pun sedang dipacu pemakaian Credit Card atau lebih tepat kita sebut pembiasaan hidup berhutang melalui Credit Card.

Mengapakah bisa terjadi krisis finansial di AS? Sesungguhnya itu karena saking percayanya dunia terhadap sistem demokrasi dan perekonomian pasar bebas AS. Semua orang berusaha menyimpan dananya di AS bahkan hampir semua koruptor negara dunia ketiga pun menyimpan dana mereka di bank-bank AS. Ini menyebabkan bank-bank di AS

overliquid (kebanyakan uang), sehingga bunganya rendah. Karena bank-bank berlimpahan dana maka mereka menawarkan kredit dengan gampang kepada perusahanperusahaan perkreditan perumahan. Karena dana disalurkan dengan begitu gampang, para pengambil keputusan di perusahaan perkreditan dengan gegabah demi mengejar omset penyaluran kredit sehingga tanpa melalui studi kelayakan customer memberikan kredit perumahan kepada orang-orang yang sesungguhnya tidak sanggup mencicil. Sementara orang yang ditawarkan rumah telah terbiasa hidup lebih besar pasak daripada tiang maka tanpa banyak mempertimbangkan kemampuannya untuk mencicil telah rakus mengkredit rumah yang besar dan mahal yang melampaui kemampuannya. Akhirnya kredit macet menggurita hingga perusahaan-perusahaan perkreditan bangkrut, dan otomatis bank pemberi pinjaman juga terseret. Kalau hanya jumlah kecil saja yang macet, tentu tidak menjadi persoalan, tetapi kalau miliaran dollar tentu menjadi urusan besar, bahkan menjalar sampai menjadi problem internasional.

HEROIN DARI LUCIFER

Gejala berhutang lewat Credit Card yang berlebihan bukan hanya terjadi di AS, melainkan telah mendunia. Manusia ditawarkan Credit Card sehingga bisa membeli apa saja dengan pikiran “pokoknya beli dulu nanti bayarnya belakangan.” Orang tua generasi lalu selalu memberi nasehat agar anak rajin menabung. Tetapi zaman sekarang jangankan menabung, bahkan sejak kecil sudah terbiasa berhutang hingga berjenjang-jenjang.

Bank pemberi Credit Card berharap pemegangnya berbelanja sebanyak mungkin dan kalau jatuh tempo tidak sanggup bayar, masih ditawarkan untuk hanya membayar minimum-payment, yang tentu sisanya dikenakan bunga yang sangat tinggi.

Manusia akhir zaman ditawarkan hasil teknologi. Semua hasil teknologi tidaklah jahat atau salah. Tentu dengan handphone jauh lebih nyaman daripada telepon monolog yang harus tersambung dengan kabel. Berbagai temuan teknologi telah menyumbangkan kenyamanan bagi kehidupan manusia. Tetapi untuk menikmati kenyamanan itu manusia harus membayar harganya dan tentu harus ditunjang dengan kerja keras yang menyita waktu dan tenaga. Sementara itu juga ditawarkan Credit Card yang prinsipnya kalau menginginkan namun belum punya uang, ya hutang dulu.

Jadi, melalui kemajuan teknologi dan prinsip ‘hutang dulu bayar belakangan’, manusia bias memenuhi rumahnya dengan segala perkakas hasil kemajuan teknologi dengan berhutang. Lifestyle penuh hutang dan penuh kenikmatan ini akhirnya menyebar ke sebagian besar, kalau kita tidak membesar-besarkannya dengan berkata seluruh manusia akhir zaman. Manusia bukan membeli sesuatu atau mengkredit sesuatu setelah menghitung kelebihannya atau setidaknya kemampuan membayarnya, melainkan “gesek” dulu cardnya, toh masih ada waktu sebulan untuk memikirkannya atau seburuk-buruknya akan diusahakan dengan fasilitas minimum payment.

Sambil setiap negara dengan pasar bebas dan floating devisa menggenjot ekonomi dengan mengabaikan moral, semua rakyat dipacu untuk menjadi manusia ekonomi. Tanpa memiliki waktu untuk keluarga, apalagi gereja, pokoknya pagi-pagi berangkat kerja dan pulang tiba di rumah sudah mendekati jam tidur.

Kekacauan finansial di AS adalah uji coba Lucifer untuk melihat kepanikan manusia terhadap masalah ekonomi yang akan digenggamnya sebagai alat untuk memaksa setiap orang menyembah kepadanya. Kekacauan tersebut telah menghantar pada penyatuan ekonomi dunia ke bawah satu kebijaksanaan moneter. Nancy Pelosi mendesak George W. Bush untuk menghimpun G8 untuk duduk membicarakan kebijakan bersama untuk mengatasi kemelut ekonomi. Tak pelak lagi bahwa krisis kali ini akan mengantar ke penyatuan kebijakan tunggal.

Pemilihan presiden AS kali ini bisa jadi ujicoba Lucifer terhadap masyarakat AS. Apakah mereka lebih mementingkan ekonomi atau nilai-nilai luhur kekristenan dan keamanan? Kelihatannya mereka akan memilih orang yang sanggup membawa mereka kepada kemakmuran ekonomi daripada keluhuran nilai keluarga yang berdasar pada kekristenan. Masyarakat AS tidak sanggup mengalami kesulitan ekonomi karena mereka telah cukup lama menikmati kemakmuran. Di kamus masyarakat AS tidak ada kata irit, dan tidak ada kata susah. Terlebih mereka telah lama dimanjakan dengan kemudahan mendapatkan pekerjaan sehingga mereka tidak menabung untuk persiapan masa sulit. Setelah memasuki zaman Credit Card, mereka dibiasakan berhutang sehingga Credit Card yang macet, menurut Christianto Wibisono sudah mencapai satu triliun dollar.

Akhirnya siapapun yang mau jadi presiden, tidak masalah moralnya, apalagi kandungan nilai kekristenannya, pokoknya bisa membawa kepada peningkatan ekonomi, maka rakyat akan memilih dia. Bahkan herankah kita jika suatu hari Lucifer atau anak buahnya mencalonkan diri dan terang-terangan menyebut identitas dirinya dan sikapnya yang memusuhi kekristenan alkitabiah, lalu rakyat berbondong-bondong memilihnya? Ia pasti akan didukung habis habisan oleh para homosex, umat berbagai agama, kekristenan yang sesat, para artis Hollywood yang freesex, dan berbagai komponen masyarakat yang hidupnya berantakan. Lucifer telah berhasil memberi “heroin” kenikmatan hidup dan keleluasaan hutang kepada manusia akhir zaman. Ia tahu manusia akan mengerang tanpa dia.

TIDAK ADA YANG MENJUAL DAN MEMBELI

Dalam kitab Wahyu 13:16-17 “Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain daripada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.” Menurut pembaca, faktor apakah yang memungkinkan Lucifer mengontrol ekonomi dunia, bahkan hingga tidak ada orang yang bisa membeli atau menjual tanpa seijinnya? Tentu sebelumnya telah terjadi penyatuan moneter seluruh dunia dan kebijaksanaan moneter ada di bawah satu penguasa.

Lucifer akan berhasil menyatukan politik seluruh dunia sehingga terwujud satu pemerintahan dunia. Sangat masuk akal untuk memiliki satu federasi dunia dengan dua ratus lebih negara bagian. AS akan menjadi satu negara bagian, demikian juga dengan Indonesia dan China masing-masing akan menjadi satu negara bagian. Nah, presiden dunia itu pasti akan hebat sekali dan akan dipilih oleh manusia seluruh dunia. Tahukah anda sekarang telah ada yang namanya Parlemen Dunia? Tahukah pembaca bahwa pada bulan Oktober 2008, Indonesia mengusulkan Agung Laksono menjabat sebagai Ketua Parlemen Dunia? Apa sulitnya bagi Lucifer untuk membentuk satu pemerintahan dunia, dengan satu Presiden Dunia, bahkan kita sekarang sudah ada Parlemen Dunia?

Kita kini sedang menuju ke satu ekonomi dunia, satu kebijaksaan moneter yang sifatnya mendunia, dan kita memang sudah memiliki bank dunia. Dan kita juga sudah punya International Monetary Fund (IMF), yang banyak menolong (intervensi) masalah keuangan negara-negara. Dapatkah pembaca melihat bahwa pemerintahan global anti Kristus yang digambarkan Allah bagi kita melalui patung mimpi Nebukadnezar, yang pada bagian kakinya yaitu kerajaan besi (Eropa) campur tanah liat, sekarang sedang dibentuk?

Kitab Wahyu pasal 13 yang kita kutip telah memberitahu kita bahwa anti-Kristus akan menguasai dunia, dan akan mengendalikan ekonomi, sehingga orang tidak dapat membeli dan menjual tanpa seijinnya. Banyak orang yang membaca kitab Wahyu pasal 13 hanya tersentak oleh tanda bilangan anti-Kristus, yaitu 666, sementara itu ia tak sadar bahwa sesungguhnya ia sedang berada di dalam program itu.

KERAJAAN BESI CAMPUR TANAH LIAT

Nebukadnezar bermimpi, dan itu tercatat dalam kitab Daniel pasal 2. Hampir terjadi musibah penyembelihan di Kerajaan Babilon karena tidak ada yang sanggup menafsirkan mimpi sang maharaja saat itu. Tetapi karena mimpi itu dari Allah, maka hanya Allahlah yang sanggup mengungkapkan artinya, melalui Daniel.

Kita diberitahu bahwa kepala patung yang terdiri dari emas itu dikatakan adalah Kerajaan Babilon yang sedang berdiri saat itu. Dan kemudian dikatakan akan muncul empat kerajaan sesudahnya sebelum dihancurkan satu kerajaan yang bagaikan batu yang turun dari gunung. Karena waktu telah lewat lebih dari dua ribu enam ratus tahun, maka gampang sekali bagi kita untuk mengerti bahwa dadanya yang terdiri dari perak itu sesungguhnya adalah kerajaan Media-Persia yang muncul sesudah Babilon. Dan perutnya yang dari tembaga sesungguhnya adalah kerajaan Yunani dengan “Alexander tak-Agungnya,” dan kaki patung yang adalah besi sesungguhnya adalah kerajaan Romawi (persatuan Eropa) yang menyalibkan Yesus Kristus.

Lalu kerajaan besi campur tanah liat yang di bagian jari kaki itu kerajaan apa? Jelas bukan Singosari atau Sriwijaya, atau Inggris. Sejak Romawi bubar belum ada kerajaan atau pemerintahan yang sifatnya mengglobal. Karena kerajaan kelima ini digambarkan sebagai besi campur tanah liat, maka unsur besinya tentu adalah Eropa, yaitu identitas kerajaan keempat, berarti tinggal tanah liatnya.

Kelihatannya krisis finansial yang terjadi bisa merupakan penggodokan tanah liat. Christianto Wibisono maupun pengamat ekonomi lain menilai bahwa melalui krisis ini, AS semakin “penyok” dan China semakin menjadi bos. Jangan lupa bahwa negara Arab (dunia Islam) tidak tergoncang oleh krisis. Arab Saudi, dalam Media Indonesia tanggal 13 Oktober 2008, menyatakan berencana membangun sebuah kompleks dengan gedung yang tingginya mencapai lebih dari satu kilometer, dengan biaya US $ 26,7 miliar.

Mungkinkah yang dimaksudkan dengan tanah liat itu adalah China yang terkenal dengan porselinnya? Atau tanah liat itu sesungguhnya adalah negara Arab (dunia merusakkan Islam), atau lebih tepat lagi sesungguhnya adalah gabungan dari keduanya. Kalau besi itu menggambarkan dunia Barat (Eropa) bisakah tanah liat itu dunia Timur (campuran China, Arab dll.)? Jadi seluruh dunia bersatu seperti besi campur tanah liat? Kita tunggu finalnya, mungkin anda akan ikut mengalaminya.

IA MENYUSUP KE DALAM GEREJA

Kini wahyu pasal 13 sedang digenapi dan anti-Kristus dengan tanda 666 sedang membentuk dirinya. Kerajaan kelima, yaitu besi campur tanah liat yang digambarkan melalui patung yang dimimpikan Nebukadnezar sedang mewujudkan diri.

Anti-Kristus, sesungguhnya adalah pribadi yang mengaku dirinya Kristus. Kata “anti” adalah preposisi bahasa Yunani yang sesungguhnya artinya menentang dengan menggantikan. Jadi anti-Kristus adalah penentang Kristus yang mengatakan bahwa dirinyalah sang Kristus itu atau sesungguhnya adalah kristus palsu. Kristus itu bahasa Yunani yang artinya sama dengan Mesias dalam bahasa Ibrani. Jadi anti-Kristus itu sudah pasti bukan pemimpin atau umat agama non-Kristen, melainkan pasti dari pihak Kristen.

Ia akan memberitakan Kristus, tetapi tentu Kristus menurut versinya, dan akan menyatakan dirinya sebagai orang yang diurapi karena arti kata “Kristus” adalah orang yang diurapi. Atau menyebut dirinya atau jabatannya sebagai pengganti Kristus. Sebelum sang anti-Kristus utama datang, tentu ia akan mengirim pendahulu-pendahulu, yaitu pelayan Kristen palsu yang menyamar ke seluruh gereja. Tentu ia akan menghembuskan konsep “jangan bicara doktrin” karena dengan tidak membicarakan doktrin akan tercipta suasana yang lebih menggampangkan penyamarannya. Ia akan membawa gereja menurunkan standar moral, memperkenalkan lagu-lagu irama pop ke dalam gereja. Menghembuskan doktrin bahwa semua orang yang akan masuk Sorga sudah dipilih sebelum dunia dijadikan, oleh sebab itu tidak perlu giat memberitakan Injil. Ia akan menggiring gereja-gereja ke dalam satu wadah. Michael de Semlyen dalam bukunya All Roads Lead to Rome menyebut Gereja Roma Katolik sebagai stasiun final anti-Kristus.

Ia akan menyatukan dunia ke bawah kekuasaan, dan tentu seluruh kebijakan ekonomi juga ada di bawah kekuasaannya. Tetapi semua itu hanyalah alat karena keinginan hati Lucifer ialah menuntut dirinya disembah, bukan hanya oleh manusia, bahkan juga oleh Tuhan penciptanya (Mat. 4:9). Ia akan mempersatukan gereja ke bawah genggamannya dan menyatakan dirinya sebagai Kristus. Itu akan didahului dengan memberikan kuasa semu bagi pengikutnya untuk melakukan mujizat demi nama Kristus (maksudnya adalah dirinya), sambil doktrin, moral, dan motivasi (tiga sukat gandum) kekristenan yang murni dengan ragi.

NASIHAT UNTUK ORANG KRISTEN

Waspada, jadilah bijak, perhatikan doktrin karena doktrinlah yang membedakan satu agama dengan yang lain, dan doktrinlah yang membedakan satu gereja dengan yang lain. Jika anda tidak senang dengan doktrin, maka anda sudah tidak sanggup membedakan satu gereja dengan yang lain, dan lambat-laun anda akan tidak dapat membedakan satu agama dengan yang lain.

Cermatilah pengajaran tiap-tiap gereja, dan bedakan pengajaran yang satu dengan yang lain. Pelajari dengan sungguh-sungguh untuk memastikan yang paling alkitabiah dan logis. Jangan terpukau hanya dengan satu doktrin saja, melainkan tiap-tiap doktrin dalam satu gereja harus harmonis. Jangan lupa membandingkan pengajaran GRAPHE dengan gereja lain. Jika ada pertanyaan jangan sungkan email ke atau . Pengajaran yang benar selalu mempersilakan orang menilainya. Makanan yang enak tidak boleh dipaksakan melainkan hanya boleh ditawarkan. Pastikan diri anda di dalam gereja yang alkitabiah dalam penantian kita akan kedatangan Tuhan, karena Tuhan pernah berkata dalam nada yang pesimis, “Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Luk.18:8). Tuhan sangat pesimis masih akan mendapatkan iman yang benar ketika Ia datang, tentu karena iman yang benar terkikis habis oleh gereja yang salah doktrinnya.

Boleh cicil mobil atau rumah? Tentu boleh, tetapi harus dalam jangkauan dan dalam jumlah yang tidak akan menyebabkan kesulitan. Boleh pakai Credit Card? Boleh, tetapi kendalikan diri dengan baik. Berusaha cukupkan diri dengan yang ada, dan rajin menabung untuk mengantisipasi masa-masa susah. Terhadap orang Kristen yang sudah terbukti setia, bukan yang datang pura-pura menjadi orang Kristen, kita harus saling membantu sebagai bukti bahwa kita adalah saudara di dalam Tuhan.***

“Saya berdoa meminta kekuatan –

dan Allah memberikan saya kesulitan-kesulitan

untuk membuat saya kuat.

Saya berdoa meminta hikmat –

dan Allah memberikan masalah-masalah

untuk dipecahkan.

Saya berdoa meminta kemakmuran –

dan Allah memberikan saya otak dan

otot untuk bekerja.

Saya berdoa meminta keberanian –

dan Allah memberikan saya tantangan

untuk diatasi.

Saya berdoa meminta cinta –

dan Allah memberikan kesempatan.

Saya tidak menerima apapun yang

saya minta — saya menerima segala

sesuatu yang saya perlukan.

Doa saya telah Ia jawab.”

–Michael Job-

12.29.08

Anda Mendekat ke Ujung Mana?

Posted in Akhir Zaman at 7:06 pm by anabaptists

Jika kita percaya pada ayat-ayat Alkitab, maka kita pasti percaya bahwa langit dan bumi beserta seluruh kehidupan di dalamnya akan menuju ke satu titik akhir, yaitu kesudahan segala sesuatu. Rasul Petrus berkata, “kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa” (1 PETRUS 4:7)

Penciptaan Dua Makhluk Berakal Budi
Sejak Allah menciptakan dua makhluk, yaitu malaikat dan manusia, yang diberi akal budi dan kehendak bebas, maka faktor pikiran dan perbuatan kedua makhluk tersebut ikut menentukan akhir segala sesuatu. Karena Allah sendiri yang memberikan akal budi dan kehendak bebas, maka selagi mereka eksis sebagai malaikat dan manusia kehendak bebas itu tetap melekat pada mereka. Hasilnya, karena dalam diri mereka ada, maka makhluk tersebut bisa menentang pencipta mereka.
Mereka memiliki akal budi dan kehendak bebas, dan itu menjadikan mereka makhluk pribadi sebagaimana Allah adalah pribadi. Ingat, seorang anak yang dilahirkan, dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang, ia adalah pribadi. Setelah memiliki kemampuan bertindak, ia bisa menyenangkan hati orang tuanya, dan juga dapat sangat menyusahkan hati orang tuanya. Mengapa Allah mau menciptakan makhluk yang bisa menentangnya? Pertanyaannya hampir sama, mengapa orang melahirkan anak yang nanti besar bisa sangat menyusahkannya? Apa nikmatnya bagi seseorang untuk dihormati dan dipuji oleh sebuah mesin (robot)? Namun tentu ada kenikmatan bagi seseorang jika dihormati dan dikasihi oleh pribadi. Demikianlah Allah, Ia merindukan hormat, kasih, dan intinya segala sikap positif yang tidak diprogramkanNya, melainkan yang timbul dari ciptaan itu sendiri. Itulah alasan Allah menciptakan makhluk berakal budi dan berkehendak bebas. Malaikat dan manusia bisa memuji dan mengasihi Allah, namun juga bisa menentang Allah.
Lucifer memimpin sepertiga malaikat menentang Allah. Kejahatan itu timbul dari hati mereka karena mereka berakal budi dan berkehendak bebas. Mereka tidak dihasut oleh siapa-siapa. Kepada mereka Allah tetapkan akan dihukum dengan hukuman di Neraka. Dan sebutan terhadap mereka di kemudian hari adalah “iblis” untuk membedakan mereka dari malaikat lain yang tidak membangkang. Mereka tahu bahwa selain mereka ada makhluk lain yang juga berakal budi dan berkehendak bebas Tidak heran kalau kemudian mereka berusaha memojokkan Allah dengan menunjukkan bahwa semua makhluk berakal budi dan berkendak bebas akan mengikuti mereka untuk menentang Allah. Mereka akan membuat pernyataan yang bertentangan dengan pernyataan Allah kepada manusia untuk melihat manusia akan lebih percaya pada Allah atau mereka.
Mengapa Allah mengijinkan mereka mencobai manusia? Karena manusia diberi akal budi dan kehendak bebas, tentu baik kalau ada alternatif untuk melihat keputusan pemilihan dari akal budi dan kehendak bebas yang diberikan kepada mereka.
Akhirnya manusia lebih percaya kepada iblis daripada Allah. Mereka bersikap sangat jahat kepada Allah yang sangat mengasihi mereka.

Upah dosa ialah maut (Rom.6:23). Tidak ada cara untuk menyelesaikan masalah dosa selain dijatuhi hukuman. Selanjutnya Allah berjanji kepada manusia untuk mengirim Juruselamat (Kej.3:15). Tentu jika manusia ingin diselamatkan dari penghukuman ia harus percaya pada janji Allah. Sebelumnya manusia telah salah, lebih percaya pada iblis daripada Allah. Juruselamat akan datang, dan akan menggantikan manusia dihukumkan. Adam harus bertobat dan percaya bahwa Juruselamat AKAN menggantikannya dihukumkan.
Allah perintahkan manusia melaksanakan ibadah simbolik, menyembelih domba di atas mezbah, agar keturunan mereka tahu bahwa Allah berjanji akan kirim Juruselamat untuk menggantikan mereka dihukum. Jalan keselamatan bagi mereka yang hidup sebelum penyaliban Yesus ialah bertobat dan percaya kepada Juruselamat yang AKAN dihukumkan menggantikan mereka. Jalan keselamatan bagi yang hidup sesudah penyaliban Yesus ialah bertobat dan percaya kepada Juruselamat yang SUDAH dihukumkan menggantikan mereka. Seseorang harus menyatakan diri berdosa dan menyesali dosanya serta percaya bahwa Juruselamat akan/sudah dihukumkan menggantikannya, dan mengaminkan dirinya akan hidup bagi Sang Juruselamat.
Dari Adam hingga manusia yang terakhir, bagi yang bertobat dan mengaminkan Sang Juruselamat dihukumkan baginya dan yang sadar bahwa dirinya hidup bagi Sang Juruselamat, akan berakhir bersama Allah di Sorga. Sedangkan bagi yang tidak bertobat dan tidak mengaminkan Sang Juruselamat dihukumkan bagi dirinya akan berakhir bersama iblis di Neraka.
Kesimpulan dari semua itu ialah, terdapat dua akhir (ujung), bersama Allah atau bersama iblis. Anda pergi ke ujung yang mana?
IBLIS BERAKSI MENARIK MANUSIA KE PIHAKNYA
Program Allah menyelamatkan manusia melalui Juruselamat yang dijanjikan pertama dijalankan melalui ayah. Seorang ayah harus menyampaikan janji Allah kepada anak-anaknya, dan berusaha agar anak-anaknya percaya pada janji Allah.

Tetapi iblis merusak program ini melalui merusak ayah sehingga sampai pada zaman Nuh, hanya tinggal seorang ayah yang masih mengerti tentang ibadah simbolik. Hal pertama yang Nuh lakukan setelah keluar dari bahtera ialah membangun sebuah mezbah dan mempersembahkan seekor anak domba.

Kemudian setelah zaman menara Babel, manusia terserak sesuai dengan kelompok bahasa mereka. Allah berencana membangun sebuah bangsa untuk menggantikan posisi ayah sebagai Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran (TPDK). Abraham terpilih, dan melaluinya muncul bangsa Yahudi yang diperbudak empat ratus tahun di Mesir. Cara Tuhan membawa mereka keluar sungguh luar biasa, pada tulah ke sepuluh mereka harus menyembelih seekor anak domba dan memoleskan darahnya di pintu mereka membentuk salib. Dan ketika tiba di gunung Sinai mereka diresmikan sebagai Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran (TPDK).

Mereka bertanggung jawab agar orang-orang di zaman PL percaya pada janji Allah untuk mengirim Juruselamat, dan bersama-sama menantikan Sang Juruselamat yang akan menggantikan mereka dihukumkan. Iblis berkali-kali menggagalkan fungsi bangsa Yahudi dengan menghasut mereka sehingga mereka terlibat penyembahan berhala, serta berbagai perbuatan amoral.

Tugas bangsa Yahudi selesai ketika Juruselamat yang dijanjikan tiba (Luk.16:16, Mat.11:13). Ketika Yohanes menunjuk kepada Yesus dan berseru, “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia,” (Yoh.1:29) maka genaplah tujuan seluruh rangkaian ibadah simbolik PL, dan selesailah tugas dan tanggung jawab bangsa Yahudi sebagai Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran. Orang-orang PL akan masuk Sorga kalau mereka bertobat dan percaya kepada Juruselamat yang AKAN menggantikan mereka dihukumkan, sedangkan orang PB percaya kepada Juruselamat yang TELAH dihukumkan menggantikan mereka.

GEREJA SEBAGAI TIANG PENOPANG dan DASAR KEBENARAN
Tuhan mendirikan jemaat yang disebut juga tubuhNya sebagai institusi untuk memelihara dan menyebarkan Injil ke seluruh muka bumi. Sebagaimana iblis telah merusak ayah pada zaman dari Adam hingga Sinai, dan mengganggu bangsa Yahudi pada saat mereka berfungsi sebagai TPDK, maka iblis juga tidak akan melepaskan pandangannya dari jemaat yang kini berfungsi sebagai TPDK (I Tim.3:15).

Iblis berhasil menyimpangkan sebagian gereja tidak lama setelah kepulangan para Rasul. Ia kemudian memakai Konstantin sebagai alat untuk mengawinkan gereja dengan negara (313 AD). Akhirnya terbentuklah Gereja Roma Raya (Universal/Katolik/Am). Banyak orang tidak tahu bahwa kata katolik itu sama artinya dengan am atau universal. Silakan periksa di berbagai kamus. Kemudian Gereja Roma yang Am itu bergerak menjadi gereja yang memonopoli penafsiran Alkitab. Siapapun yang menafsirkan Alkitab berbeda dari yang ditafsirkan oleh Gereja Roma yang Am, akan ditangkap dan dibakar, atau dipenggal atau berbagai siksaan yang lain, bahkan sesuatu yang mustahil dilakukan oleh orang-orang yang telah dilahirkan kembali di dalam Kristus. Sekelompok orang Kristen yang tidak rela tunduk di gereja yang mereka nilai sesat, memisahkan diri dan membaptis ulang setiap orang dari gereja yang Am yang mau bergabung dengan mereka. Karena kata preposisi bahasa Yunani “ulang” itu ana, akhirnya mereka disebut kelompok Anabaptis, artinya kelompok pembaptis ulang.

Gereja Roma yang Am (Katolik/Universal) melancarkan penganiayaan yang dahsyat terhadap kaum Anabaptis dan setiap orang yang mencoba menafsirkan Alkitab berbeda dari mereka. Dr. Alberto R. Rivera, mantan imam Jesuit yang bertobat mengungkapkan bahwa dalam masa Inquisisi Gereja Roma yang Am membunuh sekitar 60 juta orang. Kalau ditambah dengan jumlah Anabaptis yang terbunuh lebih dari seribu tahun, jumlahnya pasti sangat mengerikan. Siapapun yang membaca riwayat hidup John Wyclife dengan serius, pasti akan berakhir dengan air mata yang berlinang. Wyclife hanya ingin memahami Alkitab dengan baik dan mau menjadi orang Kristen yang baik. Namun ia beserta pengikutnya dianiaya di luar batas. Sepeninggalnya Wyclife, semua pengikutnya ditangkap dan dibakar. Wyclife yang sudah meninggal digali kuburnya dan tulangnya juga dibakar.

Mereka mengajarkan keselamatan melalui acara misa, dan mencampurkan konsep dewa-dewi Yunani ke dalam gereja menjadi santo dan santa. Sebutan Bunda Allah bagi Maria sesungguhnya adalah penghujatan karena Allah tidak mempunyai ibu. Tidak pernah satu kali pun Yesus Kristus menyebut Maria bunda. Yang terjadi dalam Injil Yohanes 2:4, 19:26 sesungguhnya adalah kesalahan penerjemahan LAI. Kata bahasa Yunani yang dipakai adalah gunai = perempuan. Silakan cocokkan dengan Alkitab bahasa Inggris King James Version. Mereka juga mengajarkan keselamatan melalui baptisan dan sakramen ekaristi. Setelah lebih dari seribu tahun Gereja Roma yang Am menganiaya setiap orang yang berusaha mempelajari Alkitab, akhirnya seorang pemberani bernama Martin Luther tersentak oleh kesalahan yang sudah teramat menyolok. Demi mengumpulkan dana pembangunan gedung gereja di kota Roma, paus mereka mengeluarkan perintah kepada para imam untuk memberikan surat yang menyatakan bahwa dosa mereka akan didoakan dan diampuni jika mereka memberikan sumbangan dalam jumlah tertentu. Inilah yang dikenal dengan surat pengampunan dosa. Orang-orang yang telah dibodohi beratus bahkan beribu tahun tidak sanggup menyadari bahwa itu adalah penipuan rohani demi materi seperti yang juga dilakukan oleh banyak “pendeta” hari ini.

Kesuksesan Martin Luther tidak berarti ia lebih hebat dari John Wyclife. Perbedaannya adalah di zaman Wyclife belum ada alat cetak, Alkitab belum dalam bentuk cetakan dan beredar di masyarakat seperti pada zaman Luther (1517). Ide Luther segera beredar di masyarakat sehingga membuat Gereja Roma yang Am tidak bisa bertindak brutal terhadapnya. Lagi pula teman-teman Luther menculik dan menyembunyikannya di sebuah puri untuk menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Jerman dan langsung dicetak. Sungguh Luther adalah seorang yang sangat hebat, cuma sayang sekali dia tidak sanggup melihat kesalahan sistem Gereja Roma yang Am (GRA). Ia tidak dapat melihat bahwa GRA bukanlah Kristen murni melainkan gabungan beberapa agama. Ia melihat 95 kesalahan GRA (katolik) sebagai kesalahan pemimpin-pemimpin mereka saja. Inilah yang menyebabkan gereja Lutheran masih mengadopsi sistem gereja yang Am.

GERAKAN ORDO DE JESUIT
Tidak lama setelah Martin Luther menggetarkan GRA, pada tahun 1536 John Calvin menerbitkan buku The Institution of Christian Religion untuk menghambat kemajuan pemberitaan Injil. Ia mengajarkan konsep predestination yang intinya nasib semua orang bahkan segala tindakan manusia telah Allah tetapkan dalam sebuah dekrit dalam kekekalan. Anak Sekolah Dasar saja pasti bisa menyimpulkan bahwa menurut Calvin jumlah orang yang akan masuk Sorga sudah ditentukan sejak kekekalan sehingga tidak dibutuhkan semangat maupun ketekunan untuk memberitakan Injil, karena sekalipun anda rajin tidak akan menambah dan anda malas juga tidak akan mengurangi jumlahnya.

Tidak cukup dengan itu tahun 1548 Don Inigo (Ignasius) dari Loyola, seorang tentara Spanyol yang haus kemenangan, menghadap paus mereka untuk mendirikan sebuah ordo yang disebut The Jesuit Society atau Ordo Jesuit. Ia bersumpah untuk membawa kembali “pembangkang-pembangkang” yang telah meninggalkan GRA, berapapun biayanya dan apapun caranya. Baik Michael de Semlyen mapun Dr. Alberto Rivera menyatakan bahwa salah satu proyek Ordo Jesuit adalah Gerakan Ekumene. Mereka bekerja siang malam menggunakan seribu satu cara untuk membawa semua gereja masuk kembali ke dalam genggaman GRA. Satu persatu pemimpin denominasi digiring untuk pergi ke Roma mencium tangan paus GRA.

Siapa bisa menyangka orang seperti Billy Graham bisa digiring ke Roma untuk mencium tangan Yohanes Paulus? Dalam buku The Tragedy of Compromised, Ernest D. Pickering mencatat dengan rapi pergerakan Billy Graham dari seorang Kristen Fundamentalis yang bergeser ke Injili dan menjadi Liberal hingga akhirnya menjadi seorang Pluralis yang percaya bahwa ada kebenaran dalam iman agama lain. Semua itu berawal dari penerimaan Doctor Honoriscausa yang diberikan oleh universitas Katolik.

Ketika penulis membaca di Internet bahwa pemimpin Menonite pergi ke Roma untuk mencium tangan paus GRA, penulis tertegun merenungkan penderitaan Menno Simons (pendiri Menonite) yang disiksa GRA ketika beliau bergabung dengan kaum Anabaptis beberapa abad lalu. Mengapa para pengikutnya mengkhianatinya dan pergi mencium “tangan jabatan” yang telah menyiksanya?

Tidak salah kalau Michael de Semlyen memberi judul bukunya All Roads Lead to Rome yang isinya memaparkan bahwa semua jalan akan memimpin ke Roma. Semua denominasi kekristenan akan digiring kembali ke bawah genggaman Gereja Roma yang Am. Dave Hunt menulis dalam bukunya A Woman Rides the Beast menggambarkan bahwa GRA adalah beast yang dimaksudkan dalam Wahyu 17: 1-5. Dan banyak orang tidak tahu bahwa Europe Union telah menetapkan lambing mereka yaitu seorang perempuan yang menunggang binatang. Patung perempuan menunggang binatang yang terbuat dari lempengan perunggu dipajang di depan kantor EU di Brussell.

Itu semua belum cukup mengagetkan. Koran Suara Pembaruan tanggal 23 Agustus 2008, pada halaman 28 memuat berita Katolik - Protestan Tanpa Tembok Pemisah sungguh membuat penulis shock. Sebabnya ialah Sekolah Tinggi Theologi Reformed Injili Indonesia (STTRII) memprakarsai diskusi yang mengambil thema “Bagaimana Menjembatani Umat Katolik dan Protestan,” dengan pembicara dari Katolik Romo Yohanes Indrakusuma dan dari Prostestan Pdt. Samuel Budiprasetia.

Bagaimanakah cara menjembatani antara penyembah berhala dengan orang Kristen lahir baru? Bagaimanakah cara menjembatani antara kelenteng dengan gereja? Jawabannya hanya satu, bertobat dan percaya pada Yesus Kristus dengan doktrin yang alkitabiah! Apakah yang rasul Petrus lakukan terhadap orang Yahudi, dan yang Paulus lakukan terhadap orang Athena? Berkhotbah dengan keras agar mereka bertobat dari kesalahan mereka yang akan membinasakan mereka!

Ingat, Ignatius Loyola, pendiri ordo de Jesuit, bersumpah akan membawa kembali mereka yang meninggalkan GRA, dan setelah sekian ratus tahun ia mulai menuai hasil. Mereka telah berhasil menyusupkan orang Dalam orang mereka ke berbagai denominasi Protestan. Pertama mereka merusak doktrin agar tidak ada lagi alasan untuk berjuang. Tanpa doktrin yang alkitabiah anggota jemaat tidak mungkin dilahirkan kembali di dalam Kristus, dan mustahil mereka dapat melihat kesalahan GRA. Tanpa ketajaman doktrin orang Kristen tidak sanggup melihat perbedaan GRA dengan gereja-gereja alkitabiah. Kedua mereka melemahkan semangat penginjilan dengan berbagai cara, termasuk menghembuskan doktrin yang mengajarkan bahwa Allah telah menetapkan orang yang akan masuk Sorga dan Neraka.

ADA DUA UJUNG
Jelas sekali ada dua ujung antara Gereja Roma yang Am (GRA) dengan GBIA (Gereja Baptis Independen Alkitabiah) Graphe. GRA adalah gereja yang oleh Dave Hunt digambarkan sebagai penggenap nubuatan Wahyu 17:1-5, sedangkan GBIA Graphe adalah gereja yang berjuang mati-matian untuk kebenaran Alkitab. Ada orang yang merasa keki mengirim sms kepada penulis yang bunyinya, “bisakah anda buktikan kalau GRAPHE gereja yang paling benar?” Dan penulis menjawabnya, “silahkan anda cari sesuatu di Graphe yang tidak alkitabiah. Kalau gereja lain berani berkata demikian saya akan segera kasih tahu mereka kesalahan gereja mereka.”

Kalau kita gambarkan keadaan kebenaran dokrinal dengan sebuah garis lurus, maka Gereja Roma yang Am (GRA) di ujung yang satu sedangkan GRAPHE ada di ujung yang lain. Ketika anda mendekat pada GRA maka anda akan semakin menjauh dari GRAPHE, dan demikian sebaliknya. Di saat kedatangan Tuhan semakin mendekat, pemilihan ke salah satu ujung akan semakin mendesak. Dengan rendah hati saya mengundang anda mendekat ke ujung di mana kami berdiri, yaitu kebenaran yang alkitabiah. Kalau anda dapatkan sesuatu yang tidak alkitabiah pada Graphe, tolong jangan sungkan beritahu kami. Perhatikan nasehat Salomo, “Belilah kebenaran, dan jangan menjualnya…” (Ams.23:23). Mumpung harganya masih murah.

Sumber: Jurnal Teologi GITS, PEDANG ROH edisi 57 Okt-Des 2008 halaman 1-3
AMSAL 23:23 Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian.

11.18.08

Guru-guru Palsu

Posted in Akhir Zaman at 8:32 pm by anabaptists

Sebab Mesias-Mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan.” (Mrk 13:22)

GAMBARAN

Orang percaya dewasa ini harus menyadari bahwa di dalam gereja-gereja masa kini mungkin sekali ada pekerja Firman Allah yang sikap dan hidupnya sama dengan guru-guru bejat yang mengajarkan Taurat Allah pada zaman Yesus (.Mat 24:11,24). Yesus mengingatkan bahwa tidak semua orang yang mengaku percaya pada Kristus adalah orang yang sungguh-sungguh percaya, demikian pula tidak semua penulis Kristen, utusan gerejani, gembala sidang, penginjil, pengajar, penatua, dan pekerja gereja benar-benar menjadi hamba Allah.

1) Secara lahiriah para rohaniwan ini “tampak benar di mata orang” ( .Mat 23:28). Mereka datang “dengan menyamar seperti domba” ( .Mat 7:15). Mungkin saja mereka melandaskan berita mereka atas Firman Allah dan menyatakan standar tinggi yang benar. Mereka mungkin kelihatan sangat memperhatikan pekerjaan dan Kerajaan Allah dan memperlihatkan perhatian besar terhadap keselamatan jiwa-jiwa yang terhilang sambil mengaku bahwa mereka mengasihi orang banyak. Mereka mungkin tampak sebagai hamba Allah yang sungguh-sungguh, pemimpin rohani yang patut dihargai, dan diurapi oleh Roh Kudus. Mereka bahkan kelihatan sangat berhasil dan banyak orang mengikut mereka (Mat 24:11,24; 2 Kor 11:13-15, Mat 7:21-23]

2) Sekalipun demikian, orang-orang ini sangat mirip dengan nabi palsu dalam PL (Ul 13:3; 1Raj 18:40; Neh 6:12;Yer 14:14; Hos 4:15] dan orang Farisi dalam PB. Di dalam kehidupan mereka yang sesungguhnya, yaitu yang tidak tampak kepada umum, mereka dipenuhi “rampasan dan kerakusan” ( .Mat 23:25), “penuh tulang belulang dan berbagai jenis kotoran” ( .Mat 23:27), “penuh kemunafikan dan kedurjanaan” (.Mat 23:28). Kehidupan mereka di balik pintu yang terkunci menyangkut hal-hal seperti hawa nafsu, kebejatan, perzinahan, kerakusan, dan kegemaran yang memusat pada diri sendiri.

3) Penipu lihai ini memperoleh kedudukan yang berpengaruh di dalam gereja melalui dua cara.

( a) Beberapa guru/pengkhotbah palsu mengawali pelayanan mereka dengan kesungguhan hati, kebenaran, kemurnian, dan iman yang sungguh-sungguh kepada Kristus. Kemudian karena kesombongan dan keinginan mereka yang tak bermoral, kasih dan pengabdian mereka kepada Kristus semakin memudar. Sebagai akibatnya, hubungan mereka terputus dengan Kerajaan Allah (.1Kor 6:9-10; Gal 5:19-21; .Ef 5:5-6) sehingga mereka menjadi sarana Iblis sementara masih menyamar sebagai pelayan kebenaran (lih. .2Kor 11:15).

( b) Guru-guru/pengkhotbah palsu lainnya tidak pernah sungguh-sungguh percaya kepada Kristus. Iblis telah menanamkan mereka di dalam gereja sejak awal pelayanan mereka (.Mat 13:24-28,36-43) sambil menggunakan kecakapan dan karisma mereka serta membantu dalam keberhasilan mereka. Siasat Iblis ialah menempatkan mereka dalam kedudukan yang berpengaruh di dalam gereja agar mereka dapat merusak pekerjaan Kristus. Iblis mengetahui bahwa pada saat perbuatan mereka ketahuan, Injil dan nama Kristus akan sangat dipermalukan.

CARA-CARA MENGUJI.

Empat belas kali dalam kitab-kitab Injil, Yesus mengingatkan murid-Nya agar waspada terhadap pemimpin-pemimpin yang akan menyesatkan (.Mat 7:15; 16:6,11; 24:4,24; Mr 4:24; 8:15; 12:38-40; 13:5; .Luk 12:1; 17:23; 20:46; 21:8). Di tempat lain orang percaya dinasihati untuk menguji pengajar, pengkhotbah, dan pemimpin di dalam gereja (.1Tes 5:21; 1Yoh 4:1). Langkah-langkah berikut ini dapat dipergunakan untuk menguji guru palsu atau nabi palsu.

1) Perhatikan watak mereka. Adakah mereka itu berdoa dengan tekun serta mengabdi kepada Allah dengan tulus dan sungguh-sungguh? Apakah mereka sudah menyatakan buah Roh (.Gal 5:22-23), mengasihi orang berdosa (.Yoh 3:16), membenci kefasikan dan mengasihi kebenaran (Ibr 1:9] serta gigih menentang dosa (.Mat 23:1-39; Luk 3:18-20)?

2) Perhatikan motivasi mereka. Pemimpin Kristen yang sejati akan berusaha melakukan empat hal:

( a) menghormati Kristus (.2Kor 8:23; Fili 1:20);

( b) memimpin gereja kepada pengudusan (.Kis 26:18; 1Kor 6:18; .2Kor 6:16-18);

( c) menyelamatkan orang yang terhilang (.1Kor 9:19-22); dan

( d) memberitakan serta mempertahankan Injil Kristus dan ajaran para rasul (Fil 1:16; Yud 1:3]

3) Ujilah buah dalam kehidupan dan berita. Buah atau hasil pelayanan pekerja palsu ini sering kali terdiri atas orang bertobat yang tidak sepenuhnya menyerah kepada segenap Firman Allah (Mat 7:16]

4) Perhatikan tingkat ketergantungan pada Alkitab. Ujian ini sangat menentukan. Apakah mereka percaya dan mengajar bahwa penulisan asli dari PL dan PB sepenuhnya diilhami oleh Allah sehingga kita harus tunduk kepada seluruh ajarannya (.2Yoh 1:9-11;

Jika tidak, dapat dipastikan bahwa baik mereka maupun berita yang mereka sampaikan tidak berasal dari Allah.

5) Akhirnya, ujilah kejujuran mereka berkenaan dengan uang Tuhan. Apakah mereka menolak untuk mengambil banyak uang untuk diri mereka, mengatur semua keuangan dengan jujur dan penuh tanggung jawab, dan berusaha memajukan pekerjaan Tuhan dengan cara-cara yang sesuai dengan standar PB untuk para pemimpin (1Tim 3:3; 6:9-10)? Haruslah disadari bahwa kendatipun segala usaha orang percaya yang setia dalam menilai kehidupan dan berita seseorang, akan ada guru-guru palsu di dalam gereja, yang dengan bantuan Iblis, tetap tidak diketahui hingga tiba saatnya Allah memutuskan untuk menyingkapkan keadaan mereka yang sesungguhnya.