11.11.08

Mengapa Kita Percaya Allah Itu Eksis?

Posted in Tritunggal Allah at 8:51 pm by anabaptists

1. Iman yang tak Terhindarkan
2. Keterbatasan Ilmu Pengetahuan
3. Masalah-Masalah Evolusi
4. Kecenderungan-Kecenderungan Hati
5. Latar Belakang Kitab Kejadian
6. Bangsa Israel
7. Klaim-Klaim tentang Kristus
8. Bukti dari Mukjizat-Mukjizat
9. Detil-Detil dari Alam Semesta
10. Kenyataan dari Pengalaman

1. IMAN YANG TAK TERHINDARKAN

Setiap orang mempercayai sesuatu. Tidak seorangpun yang dapat menanggung tekanan dan masalah hidup tanpa beriman kepada sesuatu yang tak sepenuhnya dapat
dibuktikan. Orang atheis tidak dapat membuktikan bahwa Allah tidak ada. Orang
pantheis tidak dapat membuktikan bahwa segala sesuatu adalah Allah. Kaum
pragmatis tidak dapat membuktikan asumsi mereka bahwa sesuatu dianggap penting
karena bermanfaat bagi mereka. Orang agnotispun tidak dapat membuktikan bahwa
Allah tidak mungkin diketahui. Iman tidak dapat dihindari, sekalipun jika kita
memilih untuk hanya percaya pada diri kita sendiri. Sesungguhnya apa yang kita
putuskan adalah mengenai bukti yang kita anggap paling cocok, bagaimana kita
menafsirkan bukti tersebut, dan siapa atau apa yang kita ingin percayai.
(.Luk 16:16)

2. KETERBATASAN ILMU PENGETAHUAN

Metode ilmu pengetahuan terbatas oleh suatu proses yang terukur dan dapat
diulang, sehingga ia tidak dapat berbicara tentang asal usul kehidupan, makna
dan moralitas. Untuk menjawab hal-hal itu, ilmu pengetahuan bergantung pada
nilai dan keyakinan pribadi dari mereka yang menggunakan ilmu tersebut, dan
karena itu pula, ia sangat berpotensi baik untuk kebaikan maupun kejahatan. Ilmu
pengetahuan dapat digunakan untuk membuat vaksin atau racun, membuat tenaga
nuklir untuk tanaman atau persenjataan, untuk melestarikan lingkungan hidup atau
mencemarinya, bahkan untuk memuliakan Allah maupun melawan Allah. Ilmu
pengetahuan itu sendiri tidak mampu memberikan bimbingan moral atau nilai-nilai
untuk mengatur hidup kita. Apa yang dapat dilakukannya adalah memperlihatkan
kepada kita bagaimana cara kerja hukum alam, tetapi tidak dapat menjelaskan apa-apa
tentang asal-usulnya.

3. MASALAH-MASALAH EVOLUSI

Banyak orang berasumsi bahwa teori evolusi tentang kehidupan membuat Allah tidak
dibutuhkan. Pandangan demikian mengabaikan beberapa hal. Jika kita berasumsi
suatu saat nanti ilmuwan menemukan cukup banyak “rantai yang hilang” untuk
mengkonfirmasi bahwa kehidupan muncul dan berkembang secara bertahap dalam
rentang waktu yang panjang, hukum-hukum probabilitas tetap memperlihatkan bahwa
kita membutuhkan Sang Pencipta. Karena itu pula banyak ilmuwan yang percaya
kepada teori evolusi juga percaya bahwa alam semesta yang sedemikian besar dan
kompleks ini tidak “terjadi begitu saja.” Mereka mau tidak mau harus mengakui
kemungkinan, atau bahkan kepastian, adanya Perancang berintelijensi tinggi yang
menyediakan segala unsur untuk hidup dan yang menetapkan hukum-hukum agar semua unsur itu dapat berkembang.

4. KECENDERUNGAN-KECENDERUNGAN HATI

Umat manusia pada dasarnya adalah makhluk religius. Pada saat mengalami kejutan
atau kesusahan mendadak, ketika berdoa atau mengumpat, seseorang biasanya
merujuk pada hal-hal yang ilahi. Mereka yang menganggap gejala ini sebagai
kebiasaan buruk atau penyimpangan sosial malah diperhadapkan pada banyak
pertanyaan yang tak terjawab. Menyangkal keberadaan Allah tidaklah dapat
menghilangkan misteri kehidupan. Walau kita mencoba mengeluarkan Allah dari
kehidupan sehari-hari, kita tidak akan dapat menghalau kerinduan kita kepada
kehidupan yang lebih baik dari kehidupan saat ini (.Pen 3:11). Ada sesuatu tentang kebenaran, keindahan, dan cinta yang membuat hati kita nyeri. Bahkan dalam kemarahan kita kepada Allah yang mengijinkan ketidak-adilan dan sakit-penyakit, kita sesungguhnya sedang menggunakan suatu kesadaran moral untuk berargumentasi bahwa kehidupan saat ini tidak berjalan sebagaimana seharusnya. (.Rom 2:14-15) Sekalipun tanpa sengaja, kita sesungguhnya sedang mencari sesuatu yang lebih baik, bukannya yang lebih buruk, dari diri kita sendiri.

5. LATAR BELAKANG KITAB KEJADIAN

Dengan membaca sekilas, kata-kata pembukaan Alkitab tampaknya berasumsi bahwa
Allah itu ada. Bagaimanapun kitab Kejadian ditulis pada waktu tertentu dalam
sejarah. Musa menulis kalimat, “Pada mulanya Allah,” sesudah bangsa Israel
keluar dari Mesir. Dia menulis hal itu sesudah terjadinya pelbagai peristiwa
mujizat yang disaksikan oleh jutaan orang Israel dan Mesir. Dari kitab Keluaran
sampai kedatangan Mesias, Allah yang diceritakan Alkitab membuktikan diri-Nya
ada melalui peristiwa-peristwa yang dapat disaksikan di dalam waktu dan tempat
yang nyata. Siapapun yang meragukan klaim-klaim tersebut dapat mengunjungi
tempat-tempat dan orang-orang yang nyata untuk membuktikannya bagi diri mereka
sendiri.

6. BANGSA ISRAEL

Israel sering digunakan sebagai argumentasi untuk melawan Allah. Banyak orang
sulit percaya pada Allah yang bersikap memihak pada satu “umat pilihan.” Ada
lagi yang lebih sulit percaya pada Allah yang tidak melindungi “bangsa pilihan-Nya”
dari kamar-kamar gas Nazi di Auschwitz dan Dachau. Tetapi sesungguhnya semenjak
Perjanjian Lama, masa depan Israel telah dinubuatkan. Seperti nabi-nabi lain,
Musa menubuatkan bukan saja bahwa Israel akan memiliki tanah perjanjian, tetapi
bahwa mereka akan mengalami penderitaan yang tak terkira, tersebar ke seluruh
pelosok bumi, pertobatan mereka kepada Allah, dan pemulihan mereka pada akhir
jaman. (.Ula 28:1-34:12; Yes 2:1-5; Yeh 37:1-38:23)

7. KLAIM-KLAIM TENTANG KRISTUS

Banyak orang yang mulanya ragu pada keberadaan Allah telah kembali meyakinkan
diri mereka dengan pemikiran, “Jika Allah ingin kita percaya kepada-Nya, Dia
pasti akan menyatakan diri-Nya kepada kita.” Menurut Alkitab, itulah yang Allah
lakukan. Pada abad ke-7 SM, nabi Yesaya bernubuat bahwa Allah akan memberi umat-Nya suatu tanda. Seorang perawan akan melahirkan seorang Anak laki-laki yang akan
disebut “Allah beserta kita.” (.Yes 7:14; Mat 1:23) Bahwa Anak ini
juga akan disebut “Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” (.Yes 9:5)
Dan bahwa Dia akan mati untuk dosa-dosa umat-Nya dan kemudian Dia akan melihat
hidup-Nya dihormati dan dipermuliakan (.Yes 53). Menurut Perjanjian
Baru, Yesus mengklaim diri-Nya sebagai Mesias. Di bawah pemerintahan Gubernur
Romawi yang bernama Pontius Pilatus, Dia disalibkan dengan tuduhan bahwa Dia
mengklaim diri-Nya sebagai Raja Israel dan bahwa Dia telah menyamakan Diri-Nya
setara dengan Allah. (.Yoh 5:18)

8. BUKTI DARI MUKJIZAT-MUKJIZAT

Sejumlah laporan dari para pengikut Yesus yang mula-mula sepakat bahwa Yesus
bukan hanya mengklaim diri sebagai Mesias yang sudah lama dinantikan. Para saksi
ini mengatakan bahwa Dia dipercaya oleh mereka karena Dia menyembuhkan orang
lumpuh, berjalan di atas air, kemudian secara sukarela mengalami kematian yang
menyakitkan dan yang tidak patut Dia terima, dan akhirnya Dia bangkit dari
kematian. (.1Ko 15:1-8) Yang paling tidak terbantah adalah klaim
mereka bahwa banyak saksi telah melihat dan berbicara dengan Kristus setelah
kubur-Nya ditemukan kosong dan sebelum menyaksikan dengan mata kepala sendiri
Dia naik ke surga. Para saksi ini tidak mendapatkan keuntungan apa-apa dari
klaim-kaim yang mereka buat. Mereka tidak mengharapkan kekayaan harta-benda atau
kekuasaan. Bahkan banyak dari mereka yang mati martir, tetapi sampai akhir hayat
mereka tetap mengklaim bahwa Mesias yang dinantikan bangsa Israel telah hadir di
tengah mereka, bahwa Dia telah menjadi korban penebusan dosa, dan bahwa Dia
telah bangkit dari kematian untuk meyakinkan mereka bahwa Dia mampu membawa
mereka kepada Allah.

9. DETIL-DETIL DARI ALAM SEMESTA

Ada orang yang percaya kepada Allah tetapi tidak menganggap keberadaan-Nya
secara serius. Mereka beralasan bahwa Allah yang cukup besar untuk menciptakan
alam semesta ini pasti terlalu besar untuk memperhatikan kita. Sebaliknya Yesus
justru memperkuat apa yang alam ini hendak katakan melalui rancangan dan
detil-detilnya. Yesus memperlihatkan bahwa Allah cukup besar untuk
memperhatikan detil hidup kita yang paling kecil sekalipun. Dia berbicara
mengenai Allah yang tahu bukan saja setiap tindakan kita, tetapi juga motivasi
dan pikiran-pikiran dalam benak kita. Yesus mengajarkan bahwa Allah tahu jumlah
rambut di kepala kita, keinginan-keinginan hati kita, dan bahkan keadaan seekor
burung pipit yang terjatuh ke bumi. (.Maz 139; Mat 6)

10. KENYATAAN DARI PENGALAMAN

Alkitab berkata bahwa Allah merancang hidup kita sedemikian rupa sehingga kita
terdorong untuk mencari Dia (.Kis 17:26). Bagi mereka yang
sungguh-sungguh mencari Dia, Alkitab juga berkata bahwa Allah cukup dekat untuk
ditemukan (.Kis 17:27). Menurut Rasul Paulus, Allah adalah Roh yang
di dalam-Nya “kita hidup, kita bergerak, dan kita ada,” (.Kis 17:28).
Tetapi Alkitab juga sangat jelas mengajarkan bahwa kita harus menghampiri Allah
sesuai dengan cara-cara Allah, bukan menurut kemauan kita sendiri. Dia berjanji
untuk dapat ditemui, bukan oleh setiap orang, tetapi oleh mereka yang mengakui
kebutuhan mereka dan yang bersedia sungguh-sungguh percaya kepada Allah dan
bukan percaya kepada diri mereka sendiri.

ANDA TIDAK SENDIRIAN jika Anda dapat mengakui keberadaan Allah tetapi ragu-
ragu apakah Anda dapat menerima klaim Yesus bahwa Dia adalah “Allah yang menjadi
manusia.” Orang dari Nazaret ini berjanji menolong mereka yang ingin melakukan
kehendak Allah. Dia berkata, “Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan
tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari Diriku
sendiri.” (.Yoh 7:17)

Jika Anda percaya pada bukti tentang Allah yang menyatakan diri-Nya kepada kita
melalui Anak-Nya, Anda perlu mengingat perkataan Alkitab bahwa Kristus mati
untuk dosa-dosa kita, dan bahwa siapapun yang percaya kepada-Nya akan menerima
pengampunan dosa dan kehidupan kekal. Keselamatan yang ditawarkan Kristus
bukanlah upah untuk usaha kita, tetapi suatu anugerah bagi mereka, yang melalui bukti-bukti yang tersedia, mau percaya kepada Dia. (.Yoh 5:24; Rom 4:5;Efe 2:8-10)

© 2000-2004 RBC Ministries Asia, Ltd.

Mengapa Kita Percaya Allah Menjadi Manusia?

Posted in Tritunggal Allah at 8:43 pm by anabaptists

1. Seorang Perawan Mengandung
2. Seorang Nabi Perjanjian Lama Menubuatkan tentang Pribadi Allah-Manusia
3. Para Malaikat Mengumumkan Kelahiran Tersebut
4. Suatu Tanda Muncul di Langit
5. Waktunya Tepat
6. Yesus Mengklaim Diri-Nya Setara dengan Allah
7. Sahabat-Sahabat-Nya Menyembah Dia
8. Musuh-Musuh Yesus Menuduh Dia Menghujat Allah
9. Mujizat-Mujizat-Nya Mendukung Pernyataan-Pernyataan-Nya
10. Kepergian-Nya Lebih Besar/Agung daripada Kedatangan-Nya

1. SEORANG PERAWAN MENGANDUNG

Jika Maria berkata benar, maka bayinya tidak mempunyai ayah manusia. Ia
menyatakan bahwa seorang malaikat telah menampakkan diri kepadanya dan
memberitahu dia bahwa ia akan mengandung seorang putra dari Roh Allah, dan bahwa
anak ini, yang harus dinamainya Yesus, akan menjadi Putra Allah.
(.Luk 1:26-35) Jika Maria berbohong, maka malam kelahiran Yesus
tidaklah kudus, dan satu-satunya yang diam adalah kebenaran. Tetapi, bagaimana
kita bisa mengetahuinya? Bagaimana kita bisa menganggap serius suatu kisah yang
biasanya dianggap pantas ditertawakan karena tidak dipercayai. Jawabannya ada
dalam bagian selanjutnya. Jika tidak ada saksi-saksi ataupun bukti-bukti, kita
bisa mengabaikan pernyataan-pernyataan Maria. Jika kehidupan putranya sama saja
dengan kehidupan lainnya, pernyataannya tentang kelahiran dari seorang perawan
akan menjadi hal termudah untuk dihilangkan dari seluruh kisah.

2. SEORANG NABI PERJANJIAN LAMA MENUBUATKAN TENTANG PRIBADI ALLAH-MANUSIA

Apa yang kita ketahui adalah bahwa dalam abad ke-7 Sebelum Masehi, nabi Yesaya
menubuatkan tentang seorang Hamba Tuhan yang akan memerintah dunia pada hari-hari yang terakhir. Ia menggambarkan suatu hari di mana seluruh bumi akan berdamai
dan segala bangsa akan mendaki ke Yerusalem untuk menyembah Allah (.Yes 2).
Yesaya mengumumkan, “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera
telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan
namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal,
Raja Damai” (.Yes 9:6). Yesaya juga memberikan suatu nubuat
misterius yang hanya digenapi sebagian pada masa hidupnya. Nubuat tersebut
diawali dengan, “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu
pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan
seorang anak laki-laki, dan ia akan menamai Dia Imanuel” (.Yes 7:14).
Imanuel berarti “Tuhan beserta kita.”

3. PARA MALAIKAT MENGUMUMKAN KELAHIRAN TERSEBUT

Di padang para gembala di luar Betlehem, sekelompok saksi menjadi jembatan
antara Yesaya dan Maria. Menurut catatan Perjanjian Baru, (.Luk 2:8-14)
para gembala Yahudi yang ketakutan dikunjungi oleh seorang malaikat yang
mengumumkan kelahiran Mesias yang sudah lama dinanti-nantikan Israel. Malaikat
itu berkata, “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu
kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat,
yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan
menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan”
(.Luk 2:10-12). Sebagaimana yang diberitakan oleh para gembala, langit
dipenuhi dengan para malaikat yang memuji Allah dan berkata, “Kemuliaan bagi
Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia
yang berkenan kepada-Nya”

4. SUATU TANDA MUNCUL DI LANGIT

Menurut Perjanjian Baru, sebuah cahaya di langit memberikan kredibilitas
tambahan untuk Maria. Sekelompok orang Majus dari Timur mengikuti sebuah “tanda
menyerupai bintang” ke Betlehem, kota Yahudi. Yang mereka temukan adalah seorang
anak yang mereka percayai sebagai Mesias Yahudi yang telah lama dinantikan.
Selama ratusan tahun, para nabi Perjanjian Lama telah membicarakan tentang
“sebuah Bintang” dan “suatu Tongkat Kerajaan” yang akan muncul dari Israel.
(.Bil 24:17) Perjanjian Lama juga menubuatkan seorang pemimpin
Israel yang akan muncul dari Betlehem, seorang pemimpin “yang permulaannya sudah
sejak purbakala, sejak dahulu kala.” (.Mik 5:2)

5. WAKTUNYA TEPAT

Banyak orang percaya bahwa orang Majus yang menyembah Yesus setelah kelahiran-Nya datang dari daerah Babilonia. Jika demikian, mereka mungkin saja memiliki
akses kepada nubuatan seorang nabi Yahudi bernama Daniel. Selama masa pembuangan di Babilonia 400 tahun sebelumnya, Daniel menerima suatu visi yang memungkinkan perhitungan kedatangan Mesias Yahudi. Menurut visi Daniel, dari perintah untuk membangun kembali bait suci (458 atau 444 Sebelum Masehi), 69 kali “tujuh” masa akan diikuti oleh kedatangan dan kematian Sang Mesias.
(.Dan 7:13-14; 9:24-27) Sebagian orang percaya bahwa nubuatan ini
memperkirakan jumlah hari yang tepat sampai masuknya Yesus ke Yerusalem. (Untuk
keterangan lebih lanjut, lihat terbitan RBC berjudul “The Daniel Papers”, Q1207)

6. YESUS MENGKLAIM DIRI-NYA SETARA DENGAN ALLAH

Sebagian orang menganggap bahwa Yesus tidak pernah mengklaim bagi diri-Nya
seperti apa yang dinyatakan oleh para pengikut-Nya. Namun kegemparan yang
meliputi kehidupan-Nya dapat dijelaskan dengan sangat baik oleh pernyataan
berulang-Nya tentang kesatuan-Nya dengan Allah. Yohanes, salah satu penulis
Injil, mengutip perkataan Yesus, “… sebelum Abraham jadi, AKU ADA” (.Yoh 8:58).
(Dalam .Kel 3:14, nama AKU ADA dipakai Allah untuk memperkenalkan
diri-Nya kepada Musa.) Yohanes juga mengutip Yesus mengatakan, “Aku dan Bapa
adalah Satu” (.Yoh 10:30) dan “Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga
mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia”
(.Yoh 14:7). Menurut Injil, Yesus berkata bahwa mengasihi atau membenci Dia, atau
menerima atau menolak Dia sama dengan mengasihi atau membenci, menerima atau
menolak Bapa-Nya di surga.

7. SAHABAT-SAHABAT-NYA MENYEMBAH DIA

Ketika Tomas, salah satu murid Yesus, melihat Kristus yang bangkit, ia
menyerukan, “Ya Tuhanku dan Allahku.” (.Yoh 20:28) Bertahun-tahun
kemudian, teman dekat dan pengikut Yesus, Yohanes, menuliskan, “Pada mulanya
adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan
tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan
…. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah
melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak
Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” (.Yoh 1:1-3, 14)
Sahabat lainnya, Petrus, dalam salah satu suratnya kepada gereja mula-mula,
menyebut para pembacanya sebagai “mereka yang bersama-sama dengan kami
memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus”.
(.2Pe 1:1)

8. MUSUH-MUSUH YESUS MENUDUH DIA MENGHUJAT ALLAH

Sebagian orang menganggap bahwa Yesus tidak pernah mengklaim bagi diri-Nya
seperti apa yang dinyatakan oleh para pengikut-Nya. Namun kegemparan yang
meliputi kehidupan-Nya dapat dijelaskan dengan sangat baik oleh pernyataan
berulang-Nya tentang kesatuan-Nya dengan Allah. Yohanes, salah satu penulis
Injil, mengutip perkataan Yesus, “… sebelum Abraham jadi, AKU ADA” (.Yoh 8:58).
(Dalam .Kel 3:14, nama AKU ADA dipakai Allah untuk memperkenalkan
diri-Nya kepada Musa.) Yohanes juga mengutip Yesus mengatakan, “Aku dan Bapa
adalah Satu” (.Yoh 10:30) dan “Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti
kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah
melihat Dia” (.Yoh 14:7). Menurut Injil, Yesus berkata bahwa mengasihi
atau membenci Dia, atau menerima atau menolak Dia sama dengan mengasihi atau
membenci, menerima atau menolak Bapa-Nya di surga.

9. MUJIZAT-MUJIZAT-NYA MENDUKUNG PERNYATAAN-PERNYATAAN-NYA

Ketika Tomas, salah satu murid Yesus, melihat Kristus yang bangkit, ia
menyerukan, “Ya Tuhanku dan Allahku.” (.Yoh 20:28) Bertahun-tahun
kemudian, teman dekat dan pengikut Yesus, Yohanes, menuliskan, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan
tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan
…. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah
melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak
Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” (.Yoh 1:1-3, 14)
Sahabat lainnya, Petrus, dalam salah satu suratnya kepada gereja mula-mula,
menyebut para pembacanya sebagai “mereka yang bersama-sama dengan kami
memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.”
(.2Pe 1:1)

10. KEPERGIAN-NYA LEBIH BESAR/AGUNG DARIPADA KEDATANGAN-NYA

Sahabat-sahabat Yesus bisa saja ingin mempercayai bahwa Ia lebih dari seorang
manusia, tetapi musuh-musuhnya tidak. Pemimpin-pemimpin agama Israel
dipermalukan bila berpikir bahwa orang yang sama yang telah menuduh mereka
sebagai orang munafik, para pemimpin buta yang menuntun orang buta, juga akan
menyatakan bahwa Ia mengampuni dosa, berbicara tentang Allah sebagai Bapa-Nya,
dan bahkan berkata bahwa Ia adalah satu dengan Allah. Dalam lebih dari satu
kesempatan, para pemimpin Israel mengambil batu untuk membunuh Yesus sambil
berkata, “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau,
melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya
seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.” (.Yoh 10:33)

ANDA TIDAK SENDIRIAN bila Anda memiliki perasaan yang bercampur ketika Anda memikirkan tentang bukti yang mengelilingi kehidupan Yesus. Anda mungkin merasa terdorong untuk percaya bahwa Yesus adalah Putra Allah, tetapi Anda tidak yakin akan hubungan Anda dengan Dia. Jika memang demikian, yakinlah akan hal ini: Jika
Anda menerima Dia, Ia akan menerima Anda. Jika Anda mau menerima tawaran-Nya akan pengampunan, kehidupan kekal, dan adopsi/penerimaan ke dalam keluarga Allah, Ia akan menjadi Juruselamat, Guru, dan Tuhan Anda.

Bila Anda belum pernah menerima Yesus demikian, kami mendorong Anda untuk dengan teliti membaca ayat-ayat Perjanjian Baru dari .Rom 3:23 (yang berkata bahwa semua orang telah berbuat dosa), .Rom 6:23 (yang berkata bahwa upah dosa ialah kematian rohani, keterpisahan dari Allah), dan Rom 10:13 (yang menjamin kita bahwa semua orang yang menyebut nama Tuhan Yesus akan diselamatkan). Untuk menerima karunia Allah, Anda dapat berdoa demikian: “Ya Allah, saya tahu bahwa saya adalah seorang berdosa. Saya tidak dapat menyelamatkan diri saya sendiri. Saya percaya Yesus mati di atas kayu salib untuk dosa-dosa saya. Saya percaya Ia bangkit dari kematian untuk menyatakan kehidupan-Nya melalui semua orang yang percaya kepada-Nya. Saya sekarang menerima Dia sebagai Juruselamat saya. Saya menerima tawaran-Mu akan pengampunan dan kehidupan kekal. Terima kasih, ya Bapa. Dalam nama Yesus saya berdoa. Amin.”

Silakan menghubungi kami untuk memperoleh informasi lebih lanjut tentang
bagaimana bertumbuh di dalam kehidupan Anda yang baru sebagai anak Allah. Juga, berdoa kepada Allah untuk memimpin Anda kepada suatu gereja yang dengan setia mengajarkan Alkitab dalam semangat kasih dan keserupaan dengan Kristus. Anda telah menerima hadiah terbesar, hadiah yang dibeli oleh Allah sendiri, dan ditunjukkan hanya untuk Anda.

© 2000-2004 RBC Ministries Asia, Ltd.

Keunikan Gelar-gelar Yesus Dalam Alkitab

Posted in Tritunggal Allah at 8:35 pm by anabaptists

Yesus adalah Anak Allah (HUIOS THEOS) atau
PUTRA ELOHIM

Anak Allah dalam Perjanjian Lama
dipakai untuk bangsa

Israel

,
pemimpin

Israel

(keturunan Daud), para Malaikat, dan orang-orang yang setia. Dalam Perjanjian
Baru, “Anak Allah” ialah kedudukanNya dalam Allah Tritunggal, sebagai “Anak
Allah Bapa” (tunggal atau monogenes), yang menyatakan ke-Mesias-an Yesus,
kesupranaturalan Yesus yang dilahirkan dengan benih Ilahi (kandungan dari Roh
Kudus). Sebutan “Anak” bagi Tuhan Yesus, berarti Anak Allah adalah:
melaksanakan rencana Bapa dengan penuh ketaatan Anak kepada Bapa, sehingga
mempersembahkan hidupNya sebagai Korban. Anak Allah merefleksikan kehidupan
Ilahi atau sempurna, sehingga manusia mengenal Allah melalui Tuhan Yesus,
sebagai Anak Allah yang sejati. Gelar “Anak Allah” bagi Yesus berimplikasi
kepada orang percaya yang disebut “anak-anak Allah” (Yohanes 1:12)

Gelar “Anak Allah” bagi Yesus
sangat kuat oleh karena bukti internal dari Alkitab sendiri sangat banyak,
diantaranya:
Laporan Alkitab, khususnya Injil Yohanes yang
menyatakan mengenai kesatuan Anak dan Bapa (Yoh 5:19, 4:34, 6:38, 7:28,
8:42), sebagai kesatuan yang menjelaskan ke-Allahan Yesus Kristus.
Injil Yohanes juga menyatakan mengenai gelar “Anak
Allah” dalam hubungan misi Anak adalah Misi Bapa. Misi keselamatan Yesus adalah meliputi
kematian-Nya (Yohanes 12:23-24). Tuhan Yesus sendiri menyadari sepenuhnya
mengenai tujuan misiNya, yaitu kematianNya (Yoh 2:4, 12:23, 27, 13:1,
17:1). Gembala yang baik menyerahkan nyawanya bagi dombaNya (10:11,15).
Anak itu telah diutus oleh Bapa, Ia menaati perintah-perintah Bapa
(15:10), Ia tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diriNya sendiri (Yoh
5:19-20), perkataanNya adalah perkataan Bapa (Yohanes 14:10; 17:8).
Adanya bukti peristiwa dan penyataan Allah sendiri
(Heavenly saying): ”Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNya Aku berkenan”
(Mrk 11:11, 9:7); Penyataan Allah melalui penyataan Petrus (Mat 16:16).
Pengakuan orang: Yohanes Pembaptis (Yoh 1:34),
Natanael (Yoh 1:49), Marta (Yoh 11:27), semuanya mengaku bahwa Yesus
adalah Anak Allah.
Pengakuan orang kafir (Mrk 15:39), orang Yahudi
menuduh Yesus yang mengklaim diri sebagai Anak Allah (19:7, bdg 5:17)
bahkan ucapan roh jahat (Mrk 5:7).
Perbuatan Tuhan Yesus menerangkan mengenai diriNya
sebagai Anak (10:37, bdg 11:4) dan Yesus sendiri menerima gelar “Anak
Allah” tersebut bagi diriNya (10:36) dengan kesadaranNya yang penuh bahwa
Ia adalah Allah.
Anak memiliki kuasa yang sama dengan Bapa, yaitu
memberikan hidup (5:21). Bapa memiliki hidup dari diriNya sendiri,
demikian juga Ia telah memberikan kepada Anak untuk memiliki hidup di
dalam diriNya sendiri (5:26). Itulah sebabnya Yesus memberikan hidup yang
kekal (3:35, 6:40,47, 10:10, 17:2); Ia pun berkata “Akulah kebangkitan dan
hidup” (11:25).

Keunikan Yesus sebagai Anak Allah
dijelaskan oleh Yohanes dengan ungkapan “Anak
yang tunggal atau monogenes” (Yoh 1:14, 18, 3:16,18). Hal ini merupakan
keunikan mengenai gelar Anak bagi Yesus. Dia secara hakiki adalah Anak yang
lebih dari seorang yang kuasanya diberikan untuk menjadi Anak Allah (Yoh 1:12,
12:36). Gelar Anak Allah bukanlah
gelar yang diberikan, atau bukan karena adopsi tetapi menghakikat dalam
diriNya. Gelar ini menyatakan
ke-Allah-anNya yang mutlak.

Anak Allah

Kamus Alkitab TB- Israel disebut anak Allah atau anak sulung
Allah (Kej 4:22-23; Hos 11:1). Demikian juga raja

Israel

, keturunan Daud (2 Sam 7:14;
Mzm 2:7). Tetapi kemudian terutama gelar untuk Yesus Kristus yang menyatakan
bahwa Ia berasal dari Allah dan melakukan kehendak Bapa-Nya, sehingga Ia adalah
orang kesayangan Allah.

BIS (Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari)- Dahulu kala seluruh bangsa

Israel

digelar “Anak Allah” (Kel 4:22),
begitu juga raja

Israel

keturunan Daud (2 Sam 7:14; Mzm 2:7), karena ia memerintah sebagai wakil Allah.
Tetapi kemudian gelar ini diberikan terutama sekali kepada Raja yang dijanjikan
oleh Allah; Ialah raja yang diharapkan datang pada akhir zaman. Dalam kitab
Roma 1:3-4 yang dimaksud dengan Anak Allah ialah Yesus, karena Yesus hidup
kembali dari kematian dan karena sejak Paskah, Yesus memerintah bersama-sama dengan
Allah. Dalam Markus 1:9-11, pada waktu Yesus dibaptis, Ia diakui sebagai Anak
Allah, ketika suara dari surga mengatakan kepada-Nya, “Engkaulah Anak-Ku
yang Kukasihi.” Kata-kata itu sesuai dengan kata-kata dalam Mazmur
2:7. Matius 1:18 dan Lukas 1:35
menyatakan bahwa Yesus berada dalam kandungan Maria, seorang perawan, karena
kuasa Roh Allah.

Anak …; Gelar untuk Yesus

KS.- [PB]

a. Manusia, (Mat 8:20; 9:6; 10:23; 11:19;
12:8,32,40; 13:37,41;

.Mat 16:13,27,28; 17:9,12,22; 19:28;
20:18,28; 24:27,30,37,39,44;

.Mat 25:31; 26:2,24,45,64;
Luk 18:8; Yoh 1:51; 3:13-14; 5:27;

.Yoh 6:27,53,62; 8:28; 9:35;
12:23,34; 13:31; Kis 7:56)

b. Allah, (Mat 3:17; 4:3,6;
14:33; 16:16; 17:5; 26:63; 27:40,43;

.Mr 1:1; 15:39; Luk 1:32; Yoh 1:34,49;
5:19-26; 10:36; 11:4,27;

.Kis 9:20; 13:33; Rom 1:3,4,9; 5:10;
8:3; 1Kor 1:9; Gal 2:20; 4:4,6;

.Ef 4:13; 1Tes 1:10; Ibr 1:2,5,8; 4:14;
5:5,8; 10:29;

.1Yoh 2:22-24; 3:8; 4:9,10,14,15;
5:9-13)

c. Daud, (Mat 1:1; 9:27; 12:23; 15:22;
20:30-31; 21:9,15; 22:42,45)

Yesus adalah Anak Manusia (HUIOS
ANTHROPOS)

Gelar “Anak Allah” khususnya
dalam tulisan Yohanes adalah dipakai secara bersinonim dengan sebutan Anak
Manusia (1:49-51, 3:15, 5:26, 6:40,53). Gelar tersebut berlatarbelakang PL,
dimana istilah “be adam” (Ibrani), atau “bar ‘nasha” berarti manusia (Mzm 2:4,
Yeh 2:1, 3:1). Itu bisa berarti sebagai manusia yang diutus sebagai seorang
utusan Allah setelah mendapat visi dari Allah. Paralel yang paling dekat dalam
pemakaian PB ialah dari Daniel 7:13-14 yang menggambarkan mengenai “seperti seorang anak manusia” datang
dengan awan-awan dari langit. Dia adalah figur surgawi dan wakil Allah. Dan
abad pertama, istilah Anak Manusia digunakan sebagai satu gelar bagi Mesias (En
37-71; 4 Ez 13, Yoh 12:32,34).

Dalam Injil Sinoptik, gelar “Anak
Manusia” adalah satu ucapan yang hanya dipakai oleh Yesus sendiri.

Para

murid tidak pernah memakai gelar ini untuk menyebut
Tuhan Yesus. Sebutan Anak Manusia oleh Yesus sendiri berbeda dengan
sebutan-sebutan lain yang diberikan oleh murid-muridNya kepadaNya setelah
kebangkitan. Istilah “Anak Manusia” dipakai oleh Tuhan Yesus untuk
menghindarkan persepsi yang keliru tentang istilah Anak Allah yang lebih banyak
muatan MesianisNya. Karena, Yesus sendiri mengerti diriNya sendiri sebagai
Allah. Maka itu, penolakanNya terhadap penggunaan Mesias bagi diriNya ialah
bukan berarti Ia tidak menyadari bahwa diriNya adalah Mesias. Yesus lebih interes
dengan menggunakan gelar “Anak Manusia” daripada Mesias, karena gelar Mesias
telah dimengerti secara politis, telah didistorsikan dengan pengharapan
mesianis Yahudi yang kental dengan muatan politis.

Dalam Injil Sinoptik, gelar Anak
Manusia terbagi dalam 3 kelompok yaitu: Anak manusia dalam pelayanan di dunia,
Anak manusia dalam kehinaan dan kematian, Anak manusia datang dalam kemuliaan
apokaliptis untuk menghakimi manusia dan mentahbiskan Kerajaan Allah. Inilah keunikan Yesus karena gelar “Anak
Manusia” dikaitkan dengan tugas prerogatif Allah, yaitu mengampuni dosa (Mrk
2:10), Anak Manusia yang menderita
(Mrk 14:16), Anak Manusia mempunyai
kuasa untuk menghakimi (Yoh 5:27).

Yohanes mencatat bahwa ada 13
kali Yesus menyebut diriNya “Anak Manusia” Yohanes berbicara tentang Yesus yg
ditinggikan dari dunia dan di dalamnya melihat kemuliaan Yesus. Sebagaimana
ular ditinggikan… demikian juga Anak Manusia (3:14-15, 8:28). Namun peninggian
atau pemuliaan Anak Manusia adalah dengan jalan kematianNya (kontras dengan
pikiran orang Yahudi). Peninggian dalam kematianNya itu berarti menarik semua
orang datang kepadaNya (12:32). Peninggian ini juga adalah pemuliaanNya (12:23,
13:31). Anak Manusia menurut Yohanes adalah Anak manusia yang memiliki otoritas
ilahi, karena Allah telah menyerahkan kepadaNya semua kuasa untuk menjalankan
hukuman (Yoh 5:27). Dia adalah Hakim di Akhir Zaman. Anak Manusia turun dari
Surga dan yang naik ke Surga (Yoh 3:13), engkau akan melihat langit terbuka dan
malaika-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia (Yoh 1:51). Ungkapan ini
mengingatkan akan penglihatan Yakub (kej 29:10-15), dan dalam konteks pemikiran
Yohanes bahwa Yesus sebagai Anak Manusia yang telah datang untuk mengembangkan
komunikasi antara surga dan bumi. Jadi Anak Manusia adalah gerbang surga.
Dialah yang membawa hal-hal surgawi kepada manusia di dunia. Dan Dialah
satu-satunya yang naik ke Surga (Yoh 3:13)

Jadi tidaklah benar, apabila gelar “Anak Manusia” hanya menyatakan
kemanusiaanNya, namun juga menyatakan keilahianNya. Pendapat ini
dikemukakan oleh Kim Syoon dalam bukunya yang berjudul “The Son of Man as the Son of God”

Sumber:
Teologia Abu-Abu, Pluralisme Agama, Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme
dalam Teologi Kristen Masa Kini, Pdt. DR. Stevri Indra Lumintang, Malang:
Gandum Mas, 2004.

Allah Tritunggal

Posted in Tritunggal Allah at 8:32 pm by anabaptists

MATIUS 3:16-17

3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

3:17 lalu terdengarlah suara dari surga (ALLAH BAPA) yang mengatakan, “Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

MATIUS 28:19

28:19 Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama (ONOMA=bentuk tunggal) Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (Ketiga Pribadi itu setingkat namun SATU=nama dalam bentuk Tunggal)

MARKUS 1:10-11

1:10 Pada saat Ia (YESUS) keluar dari air, langsung Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. (ROH KUDUS)

1:11 Lalu terdengarlah suara dari surga, “Engkaulah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Mulah Aku berkenan.” (BAPA)

MARKUS 12:36

12:36 Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan (BAPA) telah berfirman kepada Tuanku (YESUS): duduklah di sebelah kanan-Ku (YESUS DUDUK DI SEBELAH KANAN BAPA), sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.

LUKAS 1:35

1:35 Jawab malaikat itu kepadanya, “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. (YESUS)

LUKAS 3:21-22

3:21 Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit

3:22 dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit, “Engkaulah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Mulah Aku berkenan” . (BAPA)

LUKAS 10:21

10:21 Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.

YOHANES 1:32-33

1:32 Selanjutnya Yohanes bersaksi, katanya, “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia (ROH KUDUS) tinggal di atas-Nya (YESUS).

1:33 Dan aku pun dulu tidak mengenal-Nya (YESUS), tetapi Dia (BAPA), yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah (YESUS) yang akan membaptis dengan Roh Kudus.

1:34 Aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.”

I Korintus 12:4-6

12:4 Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh (yaitu Roh Kudus).

12:5 Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan (Tuhan Yesus Kristus).

12:6 Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah (BAPA) adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.

Dari ayat-ayat tersebut ini nampak tiga pribadi yang bergerak bersama yang merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan. Perlu diperhatikan tentang kata Roh, Tuhan dan Allah!

Kisah Para Rasul 20:28

20:28 Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah [Bapa] yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya [Tuhan Yesus Kristus] sendiri.

II Korintus 13:13

13:13 Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah (BAPA), dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.

Efesus 4:4-6

4:4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,

4:5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,

4:6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.

Ibrani 9:14

9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai
persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari
perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada
Allah yang hidup.

I Petrus 1:2

1:2 yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh (KUDUS), supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.

I YOHANES 5:7-8

5:7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam surga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu (bandingkan dg Yoh 1:14, Firman jadi Manusia yaitu Yesus=Anak Allah).

5:8 Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi]: Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.

(Saya mengimani ayat ini ada dalam naskah asli dan percaya naskah salinan TR
(Textus Receptus=Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani) yg dipelihara Allah dan jelas-jelas memuat ayat ini),

Wahyu 1:4-5

1:4 Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, (BAPA) dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya, (ROH KUDUS)

1:5 dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, (TUHAN YESUS) yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya.

Ayat-ayat lain yang menyiratkan atau mengindikasikan adanya Allah Tritunggal yaitu:

1.  Kejadian 1:26

1:26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

2.   Kejadian 3:22

3:22 Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita (Allah Tritunggal dan bukan Allah + Malaikat, menyatakan Pribadi Allah lebih dari satu), tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya”.

Matius 6:9-10

6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah namamu, datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga.

Secara umum ayat ini mengajarkan doa Bapa kami namun demikian dari permohonan tersebut mengandung tiga penekanan tentang keberadaan Allah.

Pertama-tama kepada Bapa, dan datanglah kerajaanMu, Kerajaan ini menekankan pribadi Anak Allah, yakni Yesus Kristus yang memungkinkan kerajaan Allah datang ke bumi ini dan kehendak Allah menyangkut tentang pribadi yang ke tiga yakni Allah Roh Kudus. Kehendak Allah untuk manusia diselamatkan dimungkinkan oleh Roh Allah yang bekerja didalam hati orang-orang berdosa.

MARKUS 16:19

16:19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. (Yesus duduk disebelah kanan Bapa)

5.  WAHYU 22:1-3

22:1 Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

22:2 Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai
itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap
bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan
bangsa-bangsa.

22:3 Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya (ADA DUA TAKHTA DI SURGA)

6.  YOHANES 5:31-32,37

5:31 Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar;

5:32 ada yang lain (ALLOS=yang lain dari jenis/kualitas yang sama yaitu sama2 ILAHI) yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar.

5:37 Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat,

7. Kejadian 1:27

1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Ada tiga kali kata BARA (cipta) digunakan. Ini mengindikasikan tiga Pribadi dalam Keallahan.

8. Kejadian 11:7

11:7 Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.”

9. Bilangan 6:24-26

(kata “TUHAN” disebut 3x menunjuk kepada Allah Tritunggal)

6:24 TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;

6:25 TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

6:26 TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.

10. Kejadian 19:24

19:24 Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit (TUHAN di bumi dibedakan dengan TUHAN dari langit)

11. Yesaya 6:3

6:3 Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!”

(indikasi kata “Kudus” 3x menunjuk kepada Allah Tritunggal)

12. Yesaya 6:8

6:8 Also I heard the voice of the Lord, saying, Whom shall I send, and who will go for us? Then said I, Here am I; send me.

6:8 Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku [yang tepat artinya: KAMI/KITA]?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”.

13. Hosea 1:7

1:7 But I will have mercy upon the house of Judah, and will save them by the LORD their God, and will not save them by bow, nor by sword, nor by battle, by horses, nor by horsemen.

1:7 Tetapi Aku akan menyayangi kaum Yehuda dan menyelamatkan mereka demi TUHAN, Allah mereka. Aku akan menyelamatkan mereka bukan dengan panah atau pedang, dengan alat perang atau dengan kuda dan orang-orang berkuda.”

YOHANES 1:1-3,14

1:1 Pada mulanya ada Firman (YESUS); Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.

1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

1:14 Firman (YESUS) itu telah menjadi manusia, dan tinggal di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran.

Yohanes 20:29

20:29 Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”