<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Arbain Parulian's Blog</title>
	<atom:link href="http://anabaptists.blog.friendster.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anabaptists.blog.friendster.com</link>
	<description>“Karena kami tidak dapat berbuat apa-apa melawan kebenaran; yang dapat kami perbuat ialah untuk kebenaran.” (2 Kor 13:8)</description>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 10:14:05 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Natal Tanpa Salju, Tetapi Ada Domba di Padang dan Para Gembala</title>
		<link>http://anabaptists.blog.friendster.com/?p=342</link>
		<comments>http://anabaptists.blog.friendster.com/?p=342#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2009 06:55:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anabaptists</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hari Natal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anabaptists.blog.friendster.com/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum Constantine berhasil menjadi kaisar Roma, orang Kristen sangat dianiaya. Kaisar-kaisar Roma sebelumnya tidak puas sekedar dihormati sebagai kaisar. Mereka menuntut dihormati sebagai Tuhan. Tentu orang Kristen tidak bisa memberi penghormatan kepada manusia sebagai Tuhan. Maka timbullah iri hati di dalam para kaisar sehingga mereka membenci orang Kristen.Kaisar Nero adalah yang paling gila dan paling [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;">Sebelum Constantine berhasil menjadi kaisar Roma, orang Kristen sangat dianiaya. Kaisar-kaisar Roma sebelumnya tidak puas sekedar dihormati sebagai kaisar. Mereka menuntut dihormati sebagai Tuhan. Tentu orang Kristen tidak bisa memberi penghormatan kepada manusia sebagai Tuhan. Maka timbullah iri hati di dalam para kaisar sehingga mereka membenci orang Kristen.Kaisar Nero adalah yang paling gila dan paling membenci orang Kristen. Saking gilanya, ia ingin menikmati api unggun sambil menggubah syair. Timbul ide untuk membakar kota Roma sebagai api unggun raksasa sambil menggubah syair dan lagu. Ketika pembakaran terjadi, rakyat yang kehilangan rumah menjadi marah, dan mereka menuju istana untuk melawan kaisar. Namun dengan penuh percaya diri, ia tampil dan memfitnah bahwa orang Kristenlah yang membakar kota Roma.</p>
<p>Tuduhan ini betul-betul dimakan oleh penduduk Roma yang tidak pakai otak. Dan sejak saat itu (+ AD 65) orang Kristen dianiaya secara intensif di seluruh Roma. Rumah dan tanah mereka direbut, demikian juga dengan harta bergerak mereka. Orang Kristen yang statusnya diketahui tetangga harus segera menyembunyikan diri. Sedangkan yang belum diketahui statusnya harus pintar berkamuflase.</p>
<p>Selanjutnya satu demi satu kaisar bertindak serupa sampai Constantine menang dan naik tahta. Malam sebelum peperangan dahsyat untuk memperebutkan tahta ia melihat suatu penglihatan. Kalau ia benar melihat penglihatan, tentu bukan dari Tuhan karena proses pewahyuan telah berhenti. Setelah kemenangannya ia mengumumkan bahwa ia menjadi orang Kristen. Sangat mungkin ia menyadari bahwa orang Kristen telah menjadi mayoritas sehingga demi politik, daripada memusuhi orang Kristen lebih baik memanfaatkan mereka.<br />
Ketika iblis menghantam kekristenan dari luar, kekristenan semakin berkembang, dan kemurnian motivasi, kebenaran doktrin, serta keagungan moral kekristenan bersinar bagaikan lampu sorot jutaan watt. Orang Kristen semakin bertambah sekalipun tanpa gedung untuk kebaktian. Tentu mereka tidak berkumpul untuk berdoa seperti orang Kristen di Jakarta berkumpul untuk berdoa di Senayan, apalagi bercita-cita untuk mendirikan gedung gereja besar (menara Babel).</p>
<p>Ketika Constantine menjadi kaisar, sepertinya iblis ubah taktik, dari menyerang dari luar, menjadi menyerang dari dalam. Edict of Milan diumumkan Constantine pada tahun 313, yaitu sepuluh tahun setelah ia naik tahta (303). Isinya adalah harta orang Kristen yang pernah dirampas harus dikembalikan. Kaisar mengumumkan bahwa dirinya menjadi Kristen sekalipun ia tidak mau dibaptis sampai saat mendekati ajalnya.</p>
<p>Karena kaisar menjadi Kristen, maka semua penjilat ikut-ikutan menjadi Kristen. Bahkan para pelayan kuil pun tanpa bertobat segera menjadi Kristen. Tentu kebe-basan berjemaat dan berbakti yang diberikan sangat disyukuri orang Kristen yang telah menderita berabad-abad. Namun penyimpangan doktrinal tidak bisa dihindarkan. Mulai saat itu dibangunlah gedung-gedung gereja yang megah, lagi pula dibuatlah patung-patung tokoh-tokoh Alkitab. Ditetapkan juga hari-hari raya kekristenan.</p>
<p>Tanggal 25 Desember adalah hari raya penyembahan dewa matahari. Karena pada tanggal itu posisi matahari berada tepat di garis lintang selatan, dan Eropa pada puncak musim dingin, sehingga mereka sangat mengharapkan musim panas. Tanggal 25 Desember dirayakan sebagai hari tanda setia dewa matahari untuk menggeser posisi matahari kembali ke Eropa, sehingga musim semi akan segera tiba. (Silakan membacanya di berbagai Encyclopedia).<br />
Sejak saat itu perayaan untuk dewa matahari, yang dilaksanakan pada tanggal 25 Desember digeser menjadi perayaan untuk misa Yesus. Termasuk ditetapkannya hari penyaliban yang sebenarnya hari Rabu bukan hari Jumat.</p>
<p><strong>Lalu Kapan Kristus Lahir?</strong></p>
<p>Sumber yang tak terbantahkan ialah Alkitab. Dalam Injil Lukas 1:10 memberitahukan kepada kita bahwa pada saat Zakaria, ayah Yohanes Pembaptis, mendapat undian bertugas sebagai imam untuk masuk ke Bait Suci, di luar seluruh umat berkumpul. Dalam hukum Taurat ditetapkan hanya tiga hari raya dimana orang Israel berkumpul semua di Yerusalem. Yang paling menonjol tentunya adalah hari Paskah yang jatuh pada sekitar bulan Maret-April (bulan pertama Yahudi). Di Lukas 1:26, dikatakan bahwa Gabriel mendatangi Maria pada bulan keenam. Bulan keenam disini bisa mengacu pada bulan keenam orang Yahudi, atau bulan keenamnya kehamilan Elizabeth. Atau bisa saja kedua hal di atas kebetulan sama, yaitu jika Zakaria memang bertugas pada bulan pertama orang Yahudi. Sepertinya hal itulah yang terjadi.</p>
<p>Jika Yohanes Pembaptis dikandung pada sekitar bulan Maret-April, dimana Luk 1:26 berkata pada bulan ke-enam malaikat datang kepada Maria di Nazaret, berarti Yesus Kristus mulai dikandung pada sekitar bulan September-Oktober. Selanjutnya sebagaimana biasa (alamiah) Maria mengandung Yesus Kristus selama sembilan bulan sehingga perkiraan yang lebih alkitabiah adalah Yesus Kristus dilahirkan pada sekitar bulan Juni-Juli.<br />
Jadi, inilah keterangan Alkitab yang kita peroleh untuk menjejaki saat kelahiran Yesus Kristus. Orang Kristen alkitabiah harus lebih percaya pada keterangan Alkitab daripada tradisi dan segala informasi lain yang terkontaminasi serta bias.</p>
<p><strong>Secara Akal Sehat</strong></p>
<p>Alkitab juga memberi keterangan kepada kita bahwa pada saat menjelang kelahiran Kristus Kaisar Agustus memerintahkan sensus. Tentu Tuhanlah yang menggerakkannya untuk mengeluarkan perintah itu karena Nabi Mikha telah menulis bahwa Mesias akan lahir di kota Betlehem (Mik. 5:1). Tanpa perintah sensus mungkin Kristus akan dilahirkan di kota Nazaret. Dan hal ini akan menjadi masalah besar.</p>
<p>Sistem sensus zaman kuno tersebut mengharuskan setiap orang kembali ke kota atau kampung kelahirannya. Perintah ini akan menyebabkan pergerakan manusia dalam jumlah besar. Dan ternyata tidak bisa diwakilkan atau hanya kepala rumah tangga saja yang datang. Maria dalam keadaan hamil tua ternyata harus mengikuti sensus.<br />
Masuk akalkah Tuhan menggerakkan kaisar Agustus memerintahkan sensus pada musim dingin (Desember)? Betapa sulitnya orang zaman itu melakukan perjalanan di musim dingin. Bahkan beberapa kali rasul Paulus menghentikan perjalanannya karena terhalang musim dingin.</p>
<p>Sekalipun katakanlah bahwa kaisar Agustus itu sinting, mungkinkah ia rela menanggung resiko dibenci oleh rakyat seluruh kekaisarannya karena memerintahkan orang untuk kembali ke kota kelahirannya pada musim dingin? Secara akal sehat rasanya sulit untuk percaya bahwa sensus itu dilakukan pada bulan Desember. Dan sangatlah masuk akal kalau sensus itu dilaksanakan pada musim panas atau menjelang musim panas yaitu sekitar bulan Juni atau Juli.</p>
<p>Keterangan lain dari Alkitab ialah adanya penggembalaan domba di padang rumput pada saat Kristus dilahirkan. Seharusnya mereka yang di wilayah empat musim tahu persis bahwa pada bulan Desember itu musim dingin dan tidak ada padang rumput yang menghijau, melainkan layu bahkan tempat tertentu tertutup salju. Ketika penulis berada di Virginia, USA, sungguh telah menyaksikan bahwa pada tanggal 25 Desember tidak ada padang rumput, bahkan tidak ada orang yang berjalan di luar rumah. Kalau kita lihat peta, posisi Israel hampir sama dengan posisi Virginia. Memang, di kota Betlehem secara geografis tidak sering terjadi salju. Tetapi, tetap saja kenyataannya, sangat tipis kemungkinan ada domba yang bermalam di padang terbuka pada musim dingin.</p>
<p>Kapankah mulai ada aktivitas penggembalaan? Tentu setelah musim semi, saat itu rumput tumbuh dengan subur. Terlebih setelah memasuki musim panas setelah matahari menyinari rumput-rumput. Bagi gembala saat itu tidak terlalu dingin untuk berada di padang rumput. Itulah sebabnya dari keterangan Alkitab tentang keberadaan para gembla dapat dipastikan itu di bulan Juni-Juli.</p>
<p><strong>Mengenai Orang Majus</strong></p>
<p>Siapakah orang Majus yang dari Timur itu? Saking ingin diperhitungkan nenek moyangnya terlibat, ada pendeta Tionghoa yang menafsirkan orang Majus itu dari Tiongkok. Waw, jauh sekali. Padahal pada zaman itu belum tentu saling tahu menahu keberadaan masing-masing antara orang di Tiongkok orang di Timur Tengah.</p>
<p>Mereka melihat bintang. Mengapa mereka tahu bahwa bintang itu sebuah tanda kelahiran raja Yahudi? Dari pada menafsir secara liar, apakah ada bagian Alkitab yang bisa menjelaskan hal ini?</p>
<p>Dalam kitab Bilangan tercatat seorang nabi yang bernama Bileam. Apakah ia nabi dari Allah yang benar? Kelihatannya begitu, karena ia takut akan Allah dan memang ada komunikasi antara Bileam dengan Allah.</p>
<p>Ingat, pada zaman sebelum Taurat diturunkan, adalah zaman keimamatan ayah. Pada zaman itu tiap-tiap ayah adalah imam bagi keluarganya. Ada banyak ayah yang keimamatannya tidak berfungsi dengan baik dan ada ayah yang aktivitas keimamatannya melampaui keluarga-nya sehingga menjadi imam komunitas seperti ayah mertua Musa, Yitro. Ayub diperkirakan hidup pada zaman itu, dan ia berfungsi baik sebagai imam bagi keluarganya.<br />
Bileam termasuk dalam kategori Yitro dan Ayub, demikian juga mertua Yusuf yang di Mesir. Mereka adalah orang-orang yang masih percaya pada Allah yang benar namun dengan pengertian yang sangat minim karena belum diturunkannya wahyu tertulis yang bisa menjadi patokan kebenaran yang sifatnya definit dan permanen.</p>
<p>Dalam kitab Bilangan pasal 24:17, Tuhan memelintir mulut Bileam sehingga ia mengucapkan firman yang bukan kutuk melainkan nubuatan tentang kedatangan Sang Mesias. Katanya, “Aku melihat dia (Mesias) tetapi bukan sekarang; Aku memandang dia tetapi bukan dari dekat; bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel, dan meremukkan pelipis-pelipis Moab dan menghancurkan semua anak Set.</p>
<p>Ingat, Bileam adalah seorang yang dihinggapi Roh Allah. Kata-katanya diterima sebagai kebenaran terlebih oleh orang Moab. Pastilah apa yang telah terjadi antara Balak dan Bileam menjadi buah bibir turun-temurun. Sangatlah gampang untuk menafsirkan nubuatan Bileam bahwa nanti akan datang seorang pemimpim bangsa Yahudi yang memiliki kemampuan membinasakan semua anak Set. Nubuatan Bileam mengenai seorang yang akan datang, “aku melihatnya tetapi bukan sekarang,” Seorang pemimpin yang kelahirannya ditandai dengan bintang.</p>
<p>Sangatlah masuk akal untuk menafsirkan bahwa orang Majus dari Timur itu adalah orang Moab yang telah sangat terkesan dengan nubuatan Bileam, orang yang semua perkataannya sangat mereka hormati. Lagi pula Bileam sendiri tentu lebih terkesan lagi karena ia rasakan sendiri bagaimana ia terkendali secara illahi dalam mengucapkan nubuatan tersebut.</p>
<p>Ia pasti akan mengulanginya dan menegaskannya kepada masyarakat bahwa jika mereka melihat bintang yang ajaib maka itu sebuah pertanda kelahiran seorang raja Yahudi yang akan menguasai seluruh dunia. Terhadap dia lebih baik kita mengantar upeti daripada mencari gara-gara.</p>
<p>Orang Majus dari Timur sesungguhnya adalah orang Moab yang jarak perjalanannya tidak sampai berbulan-bulan, apalagi bertahun-tahun. Kelihatannya perjalanan mereka hanya dalam hitungan hari atau paling-paling hitungan minggu. BERARTI PERJALANAN MEREKA ITU DI SAAT MUSIM PANAS.</p>
<p>Tentu beberapa hari sesudah melahirkan, Maria sudah pindah dari kandang ke rumah. Karena sesudah mendaftarkan diri, banyak orang telah pulang ke kota masing-masing lagi sehingga sudah ada tempat. Dan ketika orang majus datang Yusuf dan Maria sudah tinggal di rumah bukan di kandang lagi.</p>
<p>Tidak masuk akal untuk berlama-lama di Betlehem karena rumah mereka ada di Nazaret. Jadi tidak mungkin orang Majus datang terlalu lama setelah kelahiran Yesus. Mereka paling-paling menunggu keadaan Maria pulih dari melahirkan. Gembala yang telah mendapat kabar dari malaikat tentu sudah bercerita kemana-mana. Namun mungkin reputasi mereka hanyalah gembala sehingga masyarakat tidak percaya sepenuhnya.</p>
<p>Ketika orang Majus datang secara rombongan dan waktunya sore-sore karena perjalanan dari Yerusalem, agak menyita perhatian masyarakat, sehingga mereka mulai percaya pada keajaiban kelahiran putra Maria. Namun tentu sulit bagi sanak famili mereka untuk menerima bahwa bayi itu adalah Mesias. Dan kini datang rombongan orang asing menyembah dan memberi hadiah.</p>
<p>Tanpa mereka sempat bertanya-tanya atau mewawancarai Yusuf dan Maria, malamnya malaikat perin-tahkan agar mereka segera berangkat ke Mesir. Besoknya mereka tidak melihat pasangan itu lagi, dan celakanya datang pasukan Herodes untuk membunuh bayi mereka dari dua tahun kebawah.</p>
<p>Diambilnya patokan dua tahun kebawah tentu hanya karena Herodes tidak mau kecolongan lagi. Bisa juga karena ia tidak percaya keterangan orang Majus yang telah membohonginya. Semua fakta ini menunjukkan bahwa Yesus Kristus tidak dilahirkan pada bulan Desember melainkan sekitar Juni-Juli. Tidak ada salju, melainkan para gembala dan domba. Memang, ada penafsiran lain yang memungkinkan tentang waktu kelahiran Yesus, karena Alkitab tidak mengatakan secara persis sekali, tetapi yang jelas Yesus tidak dilahirkan pada bulan Desember.</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anabaptists.blog.friendster.com/?feed=rss2&amp;p=342</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Manusia Akhir Zaman</title>
		<link>http://anabaptists.blog.friendster.com/?p=270</link>
		<comments>http://anabaptists.blog.friendster.com/?p=270#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 13:03:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anabaptists</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Akhir Zaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anabaptists.blog.friendster.com/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[Kotbah Dr. Suhento Liauw

Minggu, 6 Juli 2003
Kebaktian Pagi
Nats: II Timotius 3:1-5
Saudara yang terkasih dalam Tuhan, Paulus menuliskan kepada Timotius mengenai ciri-ciri manusia akhir zaman. Mengapakah ada daftar yang sedemikian buruk mengenai manusia akhir zaman? Jikalau kita membaca perikop ini, saya dapat meraba apa yang Paulus maksudkan. Apakah penyebab utama sehingga manusia sedemikian rusaknya? Sebenarnya ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="main_title">Kotbah Dr. Suhento Liauw</div>
<div class="main_post">
<p>Minggu, 6 Juli 2003<br />
Kebaktian Pagi<br />
Nats: II Timotius 3:1-5</p>
<p>Saudara yang terkasih dalam Tuhan, Paulus menuliskan kepada Timotius mengenai ciri-ciri manusia akhir zaman. <strong>Mengapakah ada daftar yang sedemikian buruk mengenai manusia akhir zaman? </strong>Jikalau kita membaca perikop ini, saya dapat meraba apa yang Paulus maksudkan. Apakah penyebab utama sehingga manusia sedemikian rusaknya? Sebenarnya ada dua penyebab utama yang mengakibatkan mereka demikian. Penyebab yang paling dasar sekali adalah mereka tidak peduli pada hal-hal rohani. Mereka lebih memperhatikan dan menghargai hal-hal jasmani karena bagi mereka itu adalah segala-galanya.</p>
<p><span class="fullpost">Memang uang memegang peranan penting, tetapi jikalau kita menempatkan uang di atas hal rohani, maka kita sudah melakukan suatu kesalahan di hadapan Allah. Siapakah di muka bumi ini yang tidak memerlukan uang? Tidak ada seorang pun yang dapat lepas darinya. Siapakah orang di muka bumi ini yang berani berkata bahwa dia tidak memerlukan materi? Kita semua memerlukan pakaian, sepatu, dan berbagai materi lainnya. Tidak ada seorangpun di muka bumi ini yang tidak memerlukan materi. Tetapi persoalannya adalah ketika dua hal di hadapkan pada kita, pilihan kita akan mencerminkan isi hati kita.</span></p>
<p><span class="fullpost">Di akhir ayat kedua dikatakan bahwa manusia akhir zaman tidak mempedulikan masalah agama. Mereka tidak peduli mati masuk surga atau neraka. Padahal tidak ada satu pun manusia di muka bumi ini yang tidak pernah tidak mendengar ada orang yang meninggal atau tidak menyadari bahwa meninggal adalah sesuatu yang pasti. Kita satu kali pasti mati hanya kita tidak tahu kapan waktunya kita mati. Sementara itu Paulus kataka bahwa manusia akhir zaman tidak peduli sama sekali akan hal itu. Karena tidak peduli akan hal itu segala macam kejahatan mereka lakukan. Anggota jemaat kita, Saudara Fendi, ditabrak mobil, namun mobil tersebut pergi begitu saja. Fendi kemudian mengejarnya dengan tangan yang berlumuran darah. Namun apa yang terjadi? Ternyata yang di dalam mobil itu ada dua orang Kopasus. Yang aneh adalah bukannya mereka meminta maaf tetapi mereka meminta ganti rugi karena Fendi adalah Chinese. Sungguh bejat sekali. Tetapi Fendi mempunyai falsafah kekristenan yang baik sekali, ia berkata, “Tidak apa-apa karena uang itu akan mereka bawa masuk ke neraka.”</span></p>
<p><span class="fullpost">Manusia di muka bumi ini, jikalau ia tidak merenungkan masalah surga dan neraka, mereka bisa berpikir apa saja serta melakukan apapun. Seorang paman berusia 27 tahun membunuh keponakannya karena ibunya lebih memperhatikan keponakannya yang masih kecil itu dari pada dirinya. Itulah gambaran kehidupan mereka yang menyepelekan masalah rohani. Mereka mempunyai prinsip hidup buatlah apa yang disukai dan akibatnya tidak perlu dipikirkan. Merampok, memperkosa, mencuri lakukan saja. Paman yang membunuh keponakannya tidak menyesal dan berkata bahwa dia paling akan dihukum tujuh tahun penjara saja. Dari jawabannya dia mempunyai pemahaman bahwa membunuh keponakannya bukanlah sebuah kerugian besar karena hanya dihukum tujuh tahun saja.</span></p>
<p><span class="fullpost">Tersangka yang membunuh Teo Eloway, dituntut oleh jaksa tiga setengah tahun. Mungkin hakim bisa saja memutuskan dua tahunan saja dengan pertimbangan belum pernah dihukum dan punya anak istri dan lain sebagainya. Jikalau manusia itu tahu resikonya ringan dia berani berbuat apa saja. Tetapi mengapakah ada orang yang tidak berbuat kejahatan sedikitpun, sekalipun tidak mendapat ancaman di muka bumi ini? Karena dia tahu kebenaran firman Tuhan. Dia tahu jika dia berbuat jahat akan menghadap penghakiman. Saudaraku, kadang-kadang kita melihat kejahatan di kanan kiri kita, tetapi satu hal yang menghiburkan adalah karena Tuhan menyiapkan suatu penghakiman yang adil untuk kita. Karena dia adalah hakim yang adil.</span></p>
<p><span class="fullpost">Mengapakah orang Kristen dilarang untuk membalas kejahatan? Karena sikap kita yang tidak membalas kejahatan adalah sikap kita yang percaya kepada Tuhan. Mengapa rakyat Indonesia jika diperlakukan jahat langsung membalasnya tanpa melapor kepada polisi? Hal itu terjadi karena rakyat Indonesia tidak percaya dengan kinerja pemerintah mengadili dengan adil. Sama halnya prinsip itu diterapkan dalam kehidupan kita. Sehingga setiap perbuatan jahat maupun ketidakadilan yang menimpa kita, kita dapat berkata bahwa hal itu tidak mungkin akan luput dari penghakiman Tuhan. sebab walaupun pemerintah tutup mata, pendilan bisu dan tuli, pemuka agama acuh tak acuh, tokoh masyarakat apatis, kita masih mempunyai Tuhan yang adil. Seberapapun kita ditindas dan dianiaya, kita tetap bersandar kepadaNya karena kita tahu bahwa ada suatu penghakiman yang adil dari Tuhan.</span></p>
<p><span class="fullpost">Sejarah mencatat bagaimana gereja Katolik sudah membunuh annabaptis tak terhitung jumlahnya. Mereka dibakar, disalibkan, dikuliti, bahkan pernah di suatu masa, ada satu kampung yang disinyalir ada orang annabaptis di dalamnya, gereja Katolik memperintahkan untuk membunuh semua orang yang ada di kampung itu termasuk yang bukan annabaptis juga dengan suatu pandangan yang dicetuskan oleh uskupnya, “Tuhan mengenal siapa kepunyaanNya!” Sehingga satu kampung dibantai semuanya. Mengapakah annabaptis tidak melawan? Mereka tidak melawan karena mereka percaya ada Allah yang adil. Mereka percaya ada pemerintahan yang kekal yang memiliki kekuatan tak terbatas yang pasti suatu hari akan menghakimi dengan seadil-adilnya. Percaya pada itu maka kita tidak melawan. Jikalau kita membalas, sebenarnya kita tidak percaya kepada Tuhan.</span></p>
<p><span class="fullpost">Jemaatku yang terkasih di dalam Tuhan, membaca list ini, manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Apakah yang dimaksud dengan orang yang beribadah secara simbolik atau lahiriah namun tidak menghayati kekuatan yang dijanjikan itu? Artinya, jikalau kita sungguh-sungguh mengerti bahwa Tuhan memberikan upah yang besar bagi yang sungguh-sungguh setia sampai mati, maka janji itu baginya tentu selalu terngian-ngiang terus. Hal ini tidak ubahnya dengan orang yang dijanjikan uang seratus juta rupiah untuk menjaga rumahnya selama satu bulan saja. Dia diperintahkan untuk mengatur dan membersihkan rumah itu serta menjaga rumah itu sebaik-baiknya. Tentu di dalam dia melakukan tugas itu, dia selalu teringat akan janji itu sehingga timbul suatu kerinduan yang sangat akan janji itu. Janji itu benar-benar dihayati olehnya maka dia akan menjaga rumah itu sebaik-baiknya. Di dalam Alkitab terdapat banyak janji, himbauan, dan dorongan dari Tuhan. Tetapi sungguhkah kita sedemikian menyakini apa yang dijanjikan Tuhan di dalam firmanNya? Ataukah kita hanya membaca sambil lalu tanpa menghayatinya. Inilah yang disebut dengan mereka yang memungkiri kekuatannya.</span><br />
<span class="fullpost">Contoh sederhana mengenai hal ini dapat kita temukan dalam Matius 6:25-34. Dikatakan bahwa:</span></p>
<p><span class="fullpost">Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”</span></p>
<p><span class="fullpost">Pernahkah ketika kita membaca perikop ini kita meragukan janji Allah ini? Apakah janji itu dapat dipegang erat-erat? Tuhan mengatakan di bagian lain bahwa janji Tuhan itu seperti emas yang teruji yang dileburkan dalam tujuh kali dapur peleburan di tanah. Tuhan tidak pernah lalai menepati janjiNya.</span><br />
<span class="fullpost">Memang benar bahwa hal-hal materi itu biasanya dicari oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Tetapi yang ditekankan dalam bagian ini adalah dimanakah kita melabuhkan hati kita. Seandainya Anda disuruh untuk memilih antara masalah rohani dan jasmani dan Anda diharuskan memilih salah satu dari keduanya, apakah yang akan Anda pilih? Mungkin ketika hal ini ditanyakan di gereja semua akan menjawab bahwa mereka akan mengutamakan masalah rohani. Apalagi ketika baru selesai mendengarkan penguraian kebenaran firman Tuhan ini. Namun hal itu akan berbeda jika itu terjadi di dalam kehidupan kita sehari-hari. Pada saat itu manakah yang akan kita pilih?</span></p>
<p><span class="fullpost">Mengapakah kita lebih sering menggunakan hari Minggu sebagai saat untuk pindah rumah? Mengapakah banyak orang Kristen yang merasa adalah lebih baik pindah rumah pada hari Minggu dibandingkan dengan hari-hari lain? Mereka melakukan ini karena berpikir adalah sangat sulit untuk meminta izin dari pimpinan kantornya sedangkan Tuhan itu dapat dinomorduakan. Sehingga hari Minggu tidak kebaktian karena dia pindah rumah. Seolah-olah dia menganggap Tuhan itu lebih gampang. Tuhan disepelekan sama sekali. Jujur kata sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari kita lebih mengutamakan masalah jasmani dari pada masalah rohani dalam hidup ini. Memang dalam gereja semua angkat tangan ketika ditanyakan masalah ini. Tetapi dalam kehidupan sehari-hari hal itu sangat berbeda. Urusan rohani dinomorduakan dan dianggap sebagai hal “cingcay” saja.</span></p>
<p><span class="fullpost">Rasul Paulus mengatakan bahwa mereka itu beribadah namun memungkiri kekuatannya. Dalam arti kata mereka memang mempercayai Allah Mahakuasa, Allah adalah Pribadi tertinggi yang paling dihormatid dari segala-galanya, tetapi sebenarnya mereka memungkiri kekuatannya. Sesuatu yang sebenarnya sangat tidak mungkin.</span></p>
<p><span class="fullpost">Jemaatku, kadang-kadang kita perlu tenggelam dalam renungan, “Tuhan, sejak aku mengenalMu, sejak Engkau memperkenalkan kasih karuniaMu kepadaku, adakah aku makin hari makin mempercayaiMu? Adakah makin hari aku makin menghormati dan mengasihiMu? Tuhan, adakah kerohanian saya makin hari makin maju? Adakah keberanian bagiku untuk menjawab keinginanMu dalam hidupku. Adakah aku sungguh-sungguh untuk melayaniMu?”</span></p>
<p><span class="fullpost">Dulu saya mempunyai keinginan untuk menjadi orang kaya. Saya bekerja seperti orang gila saja. Anda dapat bayangkan, dari jam 7 pagi sampai jam 12 mengajar di SD Maranatha di Sintang. Setelah itu pulang ke rumah untuk makan kemudian buru-buru pergi kerja lagi di CV Pembangunan Jaya sampai jam 5 sore. Setelah itu pulang untuk makan malam dan mandi lalu pergi kerja lagi sebagai sales asuransi sampai jam 10 malam. Saat itu saya mulai berpikir bahwa Suhento pasti akan menjadi orang kaya. Saya mulai menabung supaya punya modal untuk membuka usaha sendiri. Saat itu saya sudah mempunyai modal yang lumayan besar. Saya bisa membeli Corolla DX seharga tujuh setengah juta karena saya mempunyai uang sembilan jutaan. Sampai suatu hari ada teman yang datang untuk meminjam uang dari saya dengan jaminan bunga yang cukup besar. Sebagai jaminan dia memberikan sertifikat rumahnya sebagai jaminan. Beberapa bulan kemudian ternyata dia kabur entah kemana namun itu tidak masalah karena saya memiliki serifikat rumahnya. Akhirnya kami pun pindah ke rumah tersebut. Belum lama kami tinggal di sana, tiba-tiba petugas bank datang untuk menyita rumah tersebut dan mereka juga mempunyai sertifikat atas rumah tersebut. Saat itu sangat sulit untuk menang perkara melawan bank akhirnya rumah itu pun disita oleh bank.</span></p>
<p><span class="fullpost">Hal itulah yang membuat kami duduk termenung berlinangan air mata. “Tuhan, sekarang Engkau mau kami berbuat apa?” Karena sebelumnya saya sudah sering berkotbah keliling dan akhirnya kamipun bertekad untuk menjadi hambaNya. Mulai saat itu saya mulai merenungkan hal ini. Saya mau mempercayai semua janji Tuhan. Bahwa janji Tuhan itu benar. Bukan masalah tidak perlu masalah materi, tetapi intinya mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenaranNya.</span></p>
<p><span class="fullpost">Dengan tanggungan dua orang anak saya memutuskan untuk sekolah teologi. Tanpa ada sponsor sama sekali dan tidak ada yang bisa dijadikan sandaran. Hanya bersandarkan pada janji Tuhan saja kami maju terus. Cobalah kita bertanya kepada diri kita sendiri, di dalam kita mengikut Tuhan, apakah makin hari kita makin maju. Pernahkah kita bertanya kepada Tuhan apakah yang diinginkannya di dalam kehidupan kita? Sebenarnya pengalaman saya bisa menjadi guru bagi Anda. Tidak perlu menunggu uang kita diambil orang barulah sadar. Ketika saya merenungkan hal ini, kadang-kadang saya tersenyum sendiri dan berkata, “Tuhan, kadang Engkau memimpin orang dengan membuatnya syok berat.”</span></p>
<p><span class="fullpost">Kasih karunia Tuhan begitu besar dalam hidup kita. Marilah kita semakin maju di hadapan Tuhan. Baik itu secara kerohanian kita, pemahaman kita, maupun kasih kita kepadaNya. Makin maju di dalam Tuhan ini dapat ditandai dengan makin mempercayai janji Tuhan dan memegang erat janjiNya. Semakin yakin jika kita berjalan bersama Tuhan pasti akan berjalan dengan baik. Tetapi itu bukan berarti kita lepas tangan. Paulus mengajarkan kepada kita melalui surat yang ia tuliskan kepada jemaat di Efesus, “Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.” (Efesus 4:28) Jadilah orang Kristen yang mau bekerja dan mau menolong orang lain. Terapkan apa yang Tuhan Yesus katakan, lebih bahagia memberi dari pada menerima. Amin!</span></p>
<p>Sumber: <span style="font-weight:bold;">http://gbiasemarang.blogspot.com/2009/02/manusia-akhir-zaman.html</span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anabaptists.blog.friendster.com/?feed=rss2&amp;p=270</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Antichrist&#8217;s One World Economy</title>
		<link>http://anabaptists.blog.friendster.com/?p=267</link>
		<comments>http://anabaptists.blog.friendster.com/?p=267#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2009 12:48:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anabaptists</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Akhir Zaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anabaptists.blog.friendster.com/?p=267</guid>
		<description><![CDATA[PENYEBAB KRISIS DI AS
Dunia sempat panik ketika beberapa perusahaan perkreditan Amerika Serikat (AS) bangkrut, karena sudah dapat dihitung bahwa itu akan berdampak ke seluruh perusahaan perkreditan bahkan perbankan di AS. Dampak awalnya ialah harga saham di Dow Jones
meluncur turun. Segera menteri keuangan AS, Henry Paulson, merancang tindakan penyelamatan dengan mengajukan dana talangan US $ 700 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PENYEBAB KRISIS DI AS</p>
<p>Dunia sempat panik ketika beberapa perusahaan perkreditan Amerika Serikat (AS) bangkrut, karena sudah dapat dihitung bahwa itu akan berdampak ke seluruh perusahaan perkreditan bahkan perbankan di AS. Dampak awalnya ialah harga saham di Dow Jones</p>
<p>meluncur turun. Segera menteri keuangan AS, Henry Paulson, merancang tindakan penyelamatan dengan mengajukan dana talangan US $ 700 miliar. Ketika usulan pertama ditolak oleh Kongres, saham meluncur lebih dahsyat lagi sehingga Paulson yang tentu backup oleh George W. Bush, menyatakan bahwa jika Kongres AS tidak mau mengerti maka seluruh dunia akan mengalami krisis ekonomi dahsyat. Akhirnya Kongres mau-tak-mau harus menyetujui program penyelamatan tersebut.</p>
<p>Christianto Wibisono dalam Suara Pembaruan tanggal 13 Oktober 2008, menyebutkan bahwa penyebab krisis finansial AS itu bukan karena George W. Bush melainkan karena model hidup rakyat AS yang lebih besar pasak daripada tiang. Banyak orang tidak tahu bahwa setelah krisis finansial sempat disejukkan dengan dana bailout US $ 700 miliar, sesungguhnya krisis Credit Card sedang menunggu giliran. Diperkirakan ada sekitar satu triliun dollar hutang Credit Card di AS. Kini Indonesia pun sedang dipacu pemakaian Credit Card atau lebih tepat kita sebut pembiasaan hidup berhutang melalui Credit Card.</p>
<p>Mengapakah bisa terjadi krisis finansial di AS? Sesungguhnya itu karena saking percayanya dunia terhadap sistem demokrasi dan perekonomian pasar bebas AS. Semua orang berusaha menyimpan dananya di AS bahkan hampir semua koruptor negara dunia ketiga pun menyimpan dana mereka di bank-bank AS. Ini menyebabkan bank-bank di AS</p>
<p>overliquid (kebanyakan uang), sehingga bunganya rendah. Karena bank-bank berlimpahan dana maka mereka menawarkan kredit dengan gampang kepada perusahanperusahaan perkreditan perumahan. Karena dana disalurkan dengan begitu gampang, para pengambil keputusan di perusahaan perkreditan dengan gegabah demi mengejar omset penyaluran kredit sehingga tanpa melalui studi kelayakan customer memberikan kredit perumahan kepada orang-orang yang sesungguhnya tidak sanggup mencicil. Sementara orang yang ditawarkan rumah telah terbiasa hidup lebih besar pasak daripada tiang maka tanpa banyak mempertimbangkan kemampuannya untuk mencicil telah rakus mengkredit rumah yang besar dan mahal yang melampaui kemampuannya. Akhirnya kredit macet menggurita hingga perusahaan-perusahaan perkreditan bangkrut, dan otomatis bank pemberi pinjaman juga terseret. Kalau hanya jumlah kecil saja yang macet, tentu tidak menjadi persoalan, tetapi kalau miliaran dollar tentu menjadi urusan besar, bahkan menjalar sampai menjadi problem internasional.</p>
<p>HEROIN DARI LUCIFER</p>
<p>Gejala berhutang lewat Credit Card yang berlebihan bukan hanya terjadi di AS, melainkan telah mendunia. Manusia ditawarkan Credit Card sehingga bisa membeli apa saja dengan pikiran “pokoknya beli dulu nanti bayarnya belakangan.” Orang tua generasi lalu selalu memberi nasehat agar anak rajin menabung. Tetapi zaman sekarang jangankan menabung, bahkan sejak kecil sudah terbiasa berhutang hingga berjenjang-jenjang.</p>
<p>Bank pemberi Credit Card berharap pemegangnya berbelanja sebanyak mungkin dan kalau jatuh tempo tidak sanggup bayar, masih ditawarkan untuk hanya membayar minimum-payment, yang tentu sisanya dikenakan bunga yang sangat tinggi.</p>
<p>Manusia akhir zaman ditawarkan hasil teknologi. Semua hasil teknologi tidaklah jahat atau salah. Tentu dengan handphone jauh lebih nyaman daripada telepon monolog yang harus tersambung dengan kabel. Berbagai temuan teknologi telah menyumbangkan kenyamanan bagi kehidupan manusia. Tetapi untuk menikmati kenyamanan itu manusia harus membayar harganya dan tentu harus ditunjang dengan kerja keras yang menyita waktu dan tenaga. Sementara itu juga ditawarkan Credit Card yang prinsipnya kalau menginginkan namun belum punya uang, ya hutang dulu.</p>
<p>Jadi, melalui kemajuan teknologi dan prinsip ‘hutang dulu bayar belakangan’, manusia bias memenuhi rumahnya dengan segala perkakas hasil kemajuan teknologi dengan berhutang. Lifestyle penuh hutang dan penuh kenikmatan ini akhirnya menyebar ke sebagian besar, kalau kita tidak membesar-besarkannya dengan berkata seluruh manusia akhir zaman. Manusia bukan membeli sesuatu atau mengkredit sesuatu setelah menghitung kelebihannya atau setidaknya kemampuan membayarnya, melainkan “gesek” dulu cardnya, toh masih ada waktu sebulan untuk memikirkannya atau seburuk-buruknya akan diusahakan dengan fasilitas minimum payment.</p>
<p>Sambil setiap negara dengan pasar bebas dan floating devisa menggenjot ekonomi dengan mengabaikan moral, semua rakyat dipacu untuk menjadi manusia ekonomi. Tanpa memiliki waktu untuk keluarga, apalagi gereja, pokoknya pagi-pagi berangkat kerja dan pulang tiba di rumah sudah mendekati jam tidur.</p>
<p>Kekacauan finansial di AS adalah uji coba Lucifer untuk melihat kepanikan manusia terhadap masalah ekonomi yang akan digenggamnya sebagai alat untuk memaksa setiap orang menyembah kepadanya. Kekacauan tersebut telah menghantar pada penyatuan ekonomi dunia ke bawah satu kebijaksanaan moneter. Nancy Pelosi mendesak George W. Bush untuk menghimpun G8 untuk duduk membicarakan kebijakan bersama untuk mengatasi kemelut ekonomi. Tak pelak lagi bahwa krisis kali ini akan mengantar ke penyatuan kebijakan tunggal.</p>
<p>Pemilihan presiden AS kali ini bisa jadi ujicoba Lucifer terhadap masyarakat AS. Apakah mereka lebih mementingkan ekonomi atau nilai-nilai luhur kekristenan dan keamanan? Kelihatannya mereka akan memilih orang yang sanggup membawa mereka kepada kemakmuran ekonomi daripada keluhuran nilai keluarga yang berdasar pada kekristenan. Masyarakat AS tidak sanggup mengalami kesulitan ekonomi karena mereka telah cukup lama menikmati kemakmuran. Di kamus masyarakat AS tidak ada kata irit, dan tidak ada kata susah. Terlebih mereka telah lama dimanjakan dengan kemudahan mendapatkan pekerjaan sehingga mereka tidak menabung untuk persiapan masa sulit. Setelah memasuki zaman Credit Card, mereka dibiasakan berhutang sehingga Credit Card yang macet, menurut Christianto Wibisono sudah mencapai satu triliun dollar.</p>
<p>Akhirnya siapapun yang mau jadi presiden, tidak masalah moralnya, apalagi kandungan nilai kekristenannya, pokoknya bisa membawa kepada peningkatan ekonomi, maka rakyat akan memilih dia. Bahkan herankah kita jika suatu hari Lucifer atau anak buahnya mencalonkan diri dan terang-terangan menyebut identitas dirinya dan sikapnya yang memusuhi kekristenan alkitabiah, lalu rakyat berbondong-bondong memilihnya? Ia pasti akan didukung habis habisan oleh para homosex, umat berbagai agama, kekristenan yang sesat, para artis Hollywood yang freesex, dan berbagai komponen masyarakat yang hidupnya berantakan. Lucifer telah berhasil memberi “heroin” kenikmatan hidup dan keleluasaan hutang kepada manusia akhir zaman. Ia tahu manusia akan mengerang tanpa dia.</p>
<p>TIDAK ADA YANG MENJUAL DAN MEMBELI</p>
<p>Dalam kitab Wahyu 13:16-17 “Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain daripada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.” Menurut pembaca, faktor apakah yang memungkinkan Lucifer mengontrol ekonomi dunia, bahkan hingga tidak ada orang yang bisa membeli atau menjual tanpa seijinnya? Tentu sebelumnya telah terjadi penyatuan moneter seluruh dunia dan kebijaksanaan moneter ada di bawah satu penguasa.</p>
<p>Lucifer akan berhasil menyatukan politik seluruh dunia sehingga terwujud satu pemerintahan dunia. Sangat masuk akal untuk memiliki satu federasi dunia dengan dua ratus lebih negara bagian. AS akan menjadi satu negara bagian, demikian juga dengan Indonesia dan China masing-masing akan menjadi satu negara bagian. Nah, presiden dunia itu pasti akan hebat sekali dan akan dipilih oleh manusia seluruh dunia. Tahukah anda sekarang telah ada yang namanya Parlemen Dunia? Tahukah pembaca bahwa pada bulan Oktober 2008, Indonesia mengusulkan Agung Laksono menjabat sebagai Ketua Parlemen Dunia? Apa sulitnya bagi Lucifer untuk membentuk satu pemerintahan dunia, dengan satu Presiden Dunia, bahkan kita sekarang sudah ada Parlemen Dunia?</p>
<p>Kita kini sedang menuju ke satu ekonomi dunia, satu kebijaksaan moneter yang sifatnya mendunia, dan kita memang sudah memiliki bank dunia. Dan kita juga sudah punya International Monetary Fund (IMF), yang banyak menolong (intervensi) masalah keuangan negara-negara. Dapatkah pembaca melihat bahwa pemerintahan global anti Kristus yang digambarkan Allah bagi kita melalui patung mimpi Nebukadnezar, yang pada bagian kakinya yaitu kerajaan besi (Eropa) campur tanah liat, sekarang sedang dibentuk?</p>
<p>Kitab Wahyu pasal 13 yang kita kutip telah memberitahu kita bahwa anti-Kristus akan menguasai dunia, dan akan mengendalikan ekonomi, sehingga orang tidak dapat membeli dan menjual tanpa seijinnya. Banyak orang yang membaca kitab Wahyu pasal 13 hanya tersentak oleh tanda bilangan anti-Kristus, yaitu 666, sementara itu ia tak sadar bahwa sesungguhnya ia sedang berada di dalam program itu.</p>
<p>KERAJAAN BESI CAMPUR TANAH LIAT</p>
<p>Nebukadnezar bermimpi, dan itu tercatat dalam kitab Daniel pasal 2. Hampir terjadi musibah penyembelihan di Kerajaan Babilon karena tidak ada yang sanggup menafsirkan mimpi sang maharaja saat itu. Tetapi karena mimpi itu dari Allah, maka hanya Allahlah yang sanggup mengungkapkan artinya, melalui Daniel.</p>
<p>Kita diberitahu bahwa kepala patung yang terdiri dari emas itu dikatakan adalah Kerajaan Babilon yang sedang berdiri saat itu. Dan kemudian dikatakan akan muncul empat kerajaan sesudahnya sebelum dihancurkan satu kerajaan yang bagaikan batu yang turun dari gunung. Karena waktu telah lewat lebih dari dua ribu enam ratus tahun, maka gampang sekali bagi kita untuk mengerti bahwa dadanya yang terdiri dari perak itu sesungguhnya adalah kerajaan Media-Persia yang muncul sesudah Babilon. Dan perutnya yang dari tembaga sesungguhnya adalah kerajaan Yunani dengan “Alexander tak-Agungnya,” dan kaki patung yang adalah besi sesungguhnya adalah kerajaan Romawi (persatuan Eropa) yang menyalibkan Yesus Kristus.</p>
<p>Lalu kerajaan besi campur tanah liat yang di bagian jari kaki itu kerajaan apa? Jelas bukan Singosari atau Sriwijaya, atau Inggris. Sejak Romawi bubar belum ada kerajaan atau pemerintahan yang sifatnya mengglobal. Karena kerajaan kelima ini digambarkan sebagai besi campur tanah liat, maka unsur besinya tentu adalah Eropa, yaitu identitas kerajaan keempat, berarti tinggal tanah liatnya.</p>
<p>Kelihatannya krisis finansial yang terjadi bisa merupakan penggodokan tanah liat. Christianto Wibisono maupun pengamat ekonomi lain menilai bahwa melalui krisis ini, AS semakin “penyok” dan China semakin menjadi bos. Jangan lupa bahwa negara Arab (dunia Islam) tidak tergoncang oleh krisis. Arab Saudi, dalam Media Indonesia tanggal 13 Oktober 2008, menyatakan berencana membangun sebuah kompleks dengan gedung yang tingginya mencapai lebih dari satu kilometer, dengan biaya US $ 26,7 miliar.</p>
<p>Mungkinkah yang dimaksudkan dengan tanah liat itu adalah China yang terkenal dengan porselinnya? Atau tanah liat itu sesungguhnya adalah negara Arab (dunia merusakkan Islam), atau lebih tepat lagi sesungguhnya adalah gabungan dari keduanya. Kalau besi itu menggambarkan dunia Barat (Eropa) bisakah tanah liat itu dunia Timur (campuran China, Arab dll.)? Jadi seluruh dunia bersatu seperti besi campur tanah liat? Kita tunggu finalnya, mungkin anda akan ikut mengalaminya.</p>
<p>IA MENYUSUP KE DALAM GEREJA</p>
<p>Kini wahyu pasal 13 sedang digenapi dan anti-Kristus dengan tanda 666 sedang membentuk dirinya. Kerajaan kelima, yaitu besi campur tanah liat yang digambarkan melalui patung yang dimimpikan Nebukadnezar sedang mewujudkan diri.</p>
<p>Anti-Kristus, sesungguhnya adalah pribadi yang mengaku dirinya Kristus. Kata “anti” adalah preposisi bahasa Yunani yang sesungguhnya artinya menentang dengan menggantikan. Jadi anti-Kristus adalah penentang Kristus yang mengatakan bahwa dirinyalah sang Kristus itu atau sesungguhnya adalah kristus palsu. Kristus itu bahasa Yunani yang artinya sama dengan Mesias dalam bahasa Ibrani. Jadi anti-Kristus itu sudah pasti bukan pemimpin atau umat agama non-Kristen, melainkan pasti dari pihak Kristen.</p>
<p>Ia akan memberitakan Kristus, tetapi tentu Kristus menurut versinya, dan akan menyatakan dirinya sebagai orang yang diurapi karena arti kata “Kristus” adalah orang yang diurapi. Atau menyebut dirinya atau jabatannya sebagai pengganti Kristus. Sebelum sang anti-Kristus utama datang, tentu ia akan mengirim pendahulu-pendahulu, yaitu pelayan Kristen palsu yang menyamar ke seluruh gereja. Tentu ia akan menghembuskan konsep “jangan bicara doktrin” karena dengan tidak membicarakan doktrin akan tercipta suasana yang lebih menggampangkan penyamarannya. Ia akan membawa gereja menurunkan standar moral, memperkenalkan lagu-lagu irama pop ke dalam gereja. Menghembuskan doktrin bahwa semua orang yang akan masuk Sorga sudah dipilih sebelum dunia dijadikan, oleh sebab itu tidak perlu giat memberitakan Injil. Ia akan menggiring gereja-gereja ke dalam satu wadah. Michael de Semlyen dalam bukunya All Roads Lead to Rome menyebut Gereja Roma Katolik sebagai stasiun final anti-Kristus.</p>
<p>Ia akan menyatukan dunia ke bawah kekuasaan, dan tentu seluruh kebijakan ekonomi juga ada di bawah kekuasaannya. Tetapi semua itu hanyalah alat karena keinginan hati Lucifer ialah menuntut dirinya disembah, bukan hanya oleh manusia, bahkan juga oleh Tuhan penciptanya (Mat. 4:9). Ia akan mempersatukan gereja ke bawah genggamannya dan menyatakan dirinya sebagai Kristus. Itu akan didahului dengan memberikan kuasa semu bagi pengikutnya untuk melakukan mujizat demi nama Kristus (maksudnya adalah dirinya), sambil doktrin, moral, dan motivasi (tiga sukat gandum) kekristenan yang murni dengan ragi.</p>
<p>NASIHAT UNTUK ORANG KRISTEN</p>
<p>Waspada, jadilah bijak, perhatikan doktrin karena doktrinlah yang membedakan satu agama dengan yang lain, dan doktrinlah yang membedakan satu gereja dengan yang lain. Jika anda tidak senang dengan doktrin, maka anda sudah tidak sanggup membedakan satu gereja dengan yang lain, dan lambat-laun anda akan tidak dapat membedakan satu agama dengan yang lain.</p>
<p>Cermatilah pengajaran tiap-tiap gereja, dan bedakan pengajaran yang satu dengan yang lain. Pelajari dengan sungguh-sungguh untuk memastikan yang paling alkitabiah dan logis. Jangan terpukau hanya dengan satu doktrin saja, melainkan tiap-tiap doktrin dalam satu gereja harus harmonis. Jangan lupa membandingkan pengajaran GRAPHE dengan gereja lain. Jika ada pertanyaan jangan sungkan email ke atau . Pengajaran yang benar selalu mempersilakan orang menilainya. Makanan yang enak tidak boleh dipaksakan melainkan hanya boleh ditawarkan. Pastikan diri anda di dalam gereja yang alkitabiah dalam penantian kita akan kedatangan Tuhan, karena Tuhan pernah berkata dalam nada yang pesimis, “Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Luk.18:8). Tuhan sangat pesimis masih akan mendapatkan iman yang benar ketika Ia datang, tentu karena iman yang benar terkikis habis oleh gereja yang salah doktrinnya.</p>
<p>Boleh cicil mobil atau rumah? Tentu boleh, tetapi harus dalam jangkauan dan dalam jumlah yang tidak akan menyebabkan kesulitan. Boleh pakai Credit Card? Boleh, tetapi kendalikan diri dengan baik. Berusaha cukupkan diri dengan yang ada, dan rajin menabung untuk mengantisipasi masa-masa susah. Terhadap orang Kristen yang sudah terbukti setia, bukan yang datang pura-pura menjadi orang Kristen, kita harus saling membantu sebagai bukti bahwa kita adalah saudara di dalam Tuhan.***</p>
<p>“Saya berdoa meminta kekuatan –</p>
<p>dan Allah memberikan saya kesulitan-kesulitan</p>
<p>untuk membuat saya kuat.</p>
<p>Saya berdoa meminta hikmat –</p>
<p>dan Allah memberikan masalah-masalah</p>
<p>untuk dipecahkan.</p>
<p>Saya berdoa meminta kemakmuran –</p>
<p>dan Allah memberikan saya otak dan</p>
<p>otot untuk bekerja.</p>
<p>Saya berdoa meminta keberanian –</p>
<p>dan Allah memberikan saya tantangan</p>
<p>untuk diatasi.</p>
<p>Saya berdoa meminta cinta –</p>
<p>dan Allah memberikan kesempatan.</p>
<p>Saya tidak menerima apapun yang</p>
<p>saya minta — saya menerima segala</p>
<p>sesuatu yang saya perlukan.</p>
<p>Doa saya telah Ia jawab.”</p>
<p>–Michael Job-</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anabaptists.blog.friendster.com/?feed=rss2&amp;p=267</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Apa yang Membuat Amerika Hebat?</title>
		<link>http://anabaptists.blog.friendster.com/?p=265</link>
		<comments>http://anabaptists.blog.friendster.com/?p=265#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2009 12:09:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anabaptists</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Alkitab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anabaptists.blog.friendster.com/?p=265</guid>
		<description><![CDATA[MUNCULNYA SISTEM DEMOKRASI
Sejak tahun 1998, ketika mahasiswa berkumpul di gedung DPR, dan di korankoran diberitakan serta dibahas segala sesuatu tentang demokrasi, rakyat Indonesia tersentak oleh kata “demokrasi”. Kata demokrasi berasal dari kata bahasa Yunani “demos” dan “kratos” dengan arti “demos” sama dengan people atau rakyat dan “kratos” adalah rules atau memerintah, sehingga kata demokrasi berarti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MUNCULNYA SISTEM DEMOKRASI</p>
<p>Sejak tahun 1998, ketika mahasiswa berkumpul di gedung DPR, dan di korankoran diberitakan serta dibahas segala sesuatu tentang demokrasi, rakyat Indonesia tersentak oleh kata “demokrasi”. Kata demokrasi berasal dari kata bahasa Yunani “demos” dan “kratos” dengan arti “demos” sama dengan people atau rakyat dan “kratos” adalah rules atau memerintah, sehingga kata demokrasi berarti pemerintah oleh rakyat (Worldbook Dictionary, Thorndike Benhard).</p>
<p>Sebenarnya masalah demokrasi tentu sudah lama sekali populer, tetapi karena Soeharto bertindak diktator, demokrasi baru populer pada tahun 1998 ketika mahasiswa berusaha menumbangkannya. Masyarakat Indonesia baru berkenalan dengan demokrasi yang sudah lama dikenal bangsa lain. Baron de Montesquieu (1689 - 1755) telah mencetuskan sistem pemerintahan yang didasarkan pada keseimbangan kekuasaan antara eksekutif, legislatif dan yudikatif.</p>
<p>Amerika Serikat (AS) adalah negara pertama yang mempraktekkan sistem pemerintahan demokrasi (1776) dengan sistem federasi. Kemudian pada 14 Juli 1789, terjadi revolusi yang menumbangkan raja Louis XVI di Perancis, yang kemudian dipimpin lagi oleh Jenderal Napoleon Bonaparte secara diktator.</p>
<p>Sejak merdeka dari Inggris (4 Juli 1776), United States of America (USA) menjadi negara demokratis pertama di muka bumi. Presiden pertama AS, George Washington, adalah orang Kristen lahir baru yang tadinya berasal dari gereja Episkopal, namun bertobat dan dibaptis ulang menjadi anggota gereja Baptis. Ia memberi contoh untuk tidak menerima pendaulatan dalam bentuk apapun untuk terus menjadi presiden. Seterusnya USA adalah negara demokrasi yang bebas dan memberi penghargaan tertinggi bagi hak asasi manusia. Terlebih lagi setelah Abraham Lincoln berhasil menghapus perbudakan pada tahun 1865.</p>
<p>Negara-negara di Eropa tersipu-sipu dengan sistem demokrasi di Amerika, sehingga akhirnya para raja dan ratu satu persatu merelakan terpangkasnya kekuasaan mereka untuk menjadi monarchi konstitusional, dengan raja atau ratu yang hanya sekedar lambang saja. Hanya Perancis-lah yang rakyatnya bertindak amat kasar terhadap raja Louis XVI.</p>
<p>Amerika Serikat (AS) adalah negara pertama di dunia yang memakai sistem demokrasi sebagai sistem pemerintahannya, dan negara pertama yang memakai sistem federasi juga. Kedua sistem ini adalah yang terbaik bagi manusia di muka bumi ini.</p>
<p>PENCETUS AWAL DEMOKRASI</p>
<p>Sebenarnya Anabaptis adalah pencetus awal sistem demokrasi, bukan Montesquieu, karena tercatat Anabaptis dari Eropa yang teraniaya melarikan diri ke benua baru yang ditemukan Columbus, sehingga menjadi masyarakat pertama di benua Amerika. Setelah dua bulan di lautan, mereka mendarat di pantai yang sekarang disebut Harbor of Provincetown pada tanggal 19 November 1620 . Sebelum mereka turun ke darat, satu persatu mereka maju ke depan untuk bersumpah dan menandatangani sebuah perjanjian (sumpah) bahwa mereka akan mematuhi hukum yang mereka buat bersama.</p>
<p>Dengan demikian mereka memulai sebuah masyarakat demokratis pertama di bumi, enam puluh sembilan tahun sebelum Montesquieu lahir. Perjanjian tersebut diberi nama Mayflower Compact.</p>
<p>Atas pimpinan kapten John Smith, mereka akhirnya pindah ke Plymouth. Pada tanggal 25 Desember, mereka berusaha membangun sebuah gedung yang mereka sebut common house dan mereka pertama hidup dengan sangat ketakutan terhadap orang-orang Indian. Di musim dingin pertama ini, separuh dari mereka yang berangkat telah meninggal dan pada akhir musim dingin, mereka dapatkan ternyata orang-orang Indian bersahabat, malah membantu mengajar mereka bercocok tanam, mengajar mereka menangkap ikan dan mengeringkannya (ikan kering / ikan asin). Mereka menjalani kehidupan dengan sangat baik bersama orang-orang Indian. Sampai musim gugur pertama, mereka telah berhasil membangun tujuh rumah dan sebuah gereja.</p>
<p>Pada bulan November, setelah satu tahun mereka berada di benua Amerika, datang lagi kapal dari Inggris dengan 30 orang pendatang baru. William Bradford, gubernur pertama mengajak orang-orang Indian yang berjumlah 100 orang ikut mengucap syukur kepada Tuhan atas berkatNya. Kemudian datang lagi kapal dari Inggris terus menerus dengan orang-orang yang pindah. Awalnya mereka hidup bersahabat dengan orang-orang Indian hingga datang orang-orang jahat dari Inggris yang menciptakan permusuhan dengan mereka.</p>
<p>DEMOKRASI &amp; IMAN ALKITABIAH</p>
<p>Tidak ada satu agama pun selain kekristenan yang mengajarkan tentang demokrasi. Yudaisme mengajarkan theocracy karena memang Jehovah sedang menjadikan bangsa Yahudi sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran.</p>
<p>Sesungguhnya Jehovah adalah raja mereka, oleh sebab itu selama 400 tahun masa hakim-hakim, mereka tidak memiliki raja manusia karena Jehovah adalah raja mereka. Dulu Sang Pencipta memperkenalkan diriNya kepada manusia PL dengan nama Jehovah sedangkan di PB Ia memperkenalkan diriNya dengan nama Yesus.</p>
<p>Bahkan kekristenan yang tidak alkitabiah tidak mengerti arti demokrasi. Gereja Roma yang Am telah bertindak otoriter selama ribuan tahun. Mereka tidak mengenal, bahkan tidak menyenangi sistem demokrasi karena sistem ini akan menyebabkan manusia berpikir dan kemudian menentang mereka. Calvinist lebih lagi, John Calvin bahkan menjadi penguasa yang sangat otoriter ketika ia kebetulan berhasil menguasai kota Geneva. Siapapun yang mencoba menentangnya, bahkan sedikit tidak setuju dengannya, bisa berakhir di tiang pembakaran seperti Servetus.</p>
<p>Luther yang kemudian menyatukan gerejanya dengan pemerintahan Jerman tentu tidak mungkin menasehati raja Jerman untuk melucuti wewenang kerajaannya berbagi dengan rakyat jelata. Sejarah mencatat tidak ada denominasi awal yang mengerti arti demokrasi selain kelompok Anabaptis. Karena sesungguhnya demokrasi itu sepasang dengan kebebasan beriman. Itulah sebabnya baik Katolik, Calvinis, Lutheran maupun Anglikan yang melarang pihak lain menafsirkan Alkitab berbeda dengan mereka tidak mengerti arti demokrasi yang sesungguhnya.</p>
<p>Setelah Anabaptis di Amerika berkembang, benua baru Amerika menjadi tempat terindah bagi pencari kebebasan beriman, sehingga kerajaan Inggris menetapkan wilayah benua Amerika sebagai wilayah koloninya dan kerajaankerajaan di Eropa berlomba-lomba merebut wilayah koloni di benua Amerika. Setelah kedatangan penguasa dari Eropa, kaum Anabaptis kehilangan kebebasan mereka lagi.Kebebasan dari penjajah dan kebebasan dari intimidasi rohani, mendorong sejumlah pahlawan berjuang untuk kemerdekaan Amerika. Patrick Henry, seorang yang pernah menunggang kuda berpuluh-puluh mil untuk tampil di pengadilan membela tiga pengkhotbah Baptis yang sedang diadili, pada 23 Maret 1775, di sebuah gereja di kota Richmond menyampaikan pidato yang diakhiri dengan sebuah teriakan give me liberty or give me death. Ini menggetar hati siapapun yang mendambakan kebebasan beragama.</p>
<p>Gereja Episkopal/Anglikan tidak mengerti arti demokrasi atau kebebasan beragama. Demikian juga dengan gerejagereja reformasi lain, apalagi Katolik. Anabaptis-lah yang telah sungguh-sungguh mengerti arti kebebasan beragama dan demokrasi. Dan karena perjuangan kaum Anabaptis-lah Amerika Serikat menjadi sebuah negara demokratis.</p>
<p>DEMOKRASI / KEKRISTENAN?</p>
<p>Karena negara-negara Kristen baik AS maupun Eropa akhirnya menganut sistem pemerintahan demokratis, sekalipun masih dengan raja dan ratu yang bersifat seremonial, maka mereka semakin maju. Baik teknologi maupun ekonomi negara demokratis terbukti semakin maju karena ada persaingan yang sehat dan penghargaan terhadap meritrokrasi yang tinggi. Pendidikan pun semakin maju sehingga menarik imigran dari negera-negara non-Kristen. Mereka berbondong-bondong menuju negara Kristen yang demokratis dengan tetap keras kepala pada keyakinan iman mereka yang bersifat destruktif.</p>
<p>Dengan kehadiran imigran dari negara Amerika Latin yang mayoritasnya Katolik, terlebih lagi setelah kedatangan imigran dari negara Asia yang beragam iman, tatanan masyarakat AS yang jujur dan ramah terdistorsi. Ditambah lagi dengan semakin bertambahnya masyarakat AS yang atheis, maka sesungguhnya sistem demokrasi dan pasar bebas yang dianut tidak compatible lagi dengan komposisi masyarakatnya.</p>
<p>Masyarakat Asia yang beragam agama menyangka yang membuat AS hebat itu hanyalah sistem demokrasi dan pasar bebasnya. Padahal sistem demokrasi dan pasar bebas itu hanya compatible dengan kekristenan yang alkitabiah. Amerika Latin tidak bisa mentas dari kemiskinan, sebagaimana Christianto Wibisono selalu menyangka penyebabnya adalah karena mereka tidak demokratis, padahal yang benar adalah karena kekristenan di sana tidak alkitabiah sehingga tidak bisa demokratis.</p>
<p>Sistem demokrasi itu baik jika mayoritas masyarakatnya baik. Jika ada sepuluh orang, delapannya orang baik dan dua orang jahat, demokrasi pasti akan membawa keadaan yang baik. Tetapi jika ada delapan orang jahat, dan hanya dua orang baik, maka sistem demokrasi akan menjadi alat orang-orang jahat melaksanakan kejahatan mereka. Jadi, dengan berduyun-duyun orang dari Afrika, Timur Tengah dan Asia yang pergi ke Eropa dan Amerika sambil mempertahankan kebudayaan dan agama mereka, telah merubah tatanan masyarakat Eropa dan Amerika yang dasarnya adalah kekristenan.</p>
<p>Ketika penulis tinggal di AS, hampir semua supermarket hanya dijaga oleh satu orang kasir saja, yang kalau di negara dunia ketiga, pasti lebih banyak yang tidak bayar daripada yang bayar. Supermarket barang elektronik dan komputer menjanjikan satu bulan money-back guarantee tanpa alasan. Artinya jika anda tidak suka, dalam waktu 30 hari, barang boleh dikembalikan tanpa alasan. Kalau ini dilakukan di negara dunia ketiga, pasti dalam satu bulan langsung bankrut. Pada saat sesudah Natal, penulis melihat banyak orang antri di department store untuk mengembalikan atau menukar hadiah Natal yang tidak cocok ukurannya dan lain sebagainya.</p>
<p>Demokrasi dan pasar bebas sesungguhnya hanya cocok dengan kekristenan alkitabiah yang masyarakatnya mayoritas orang Kristen lahir baru. Kondisi AS yang semakin banyak homosex dan atheis, ditambah lagi dengan imigran dari negara non-Kristen dan dari negara Kristen KTP, tentu telah menyebabkan distorsi sistem yang seharusnya bagus menjadi malapetaka. Bisa digambarkan dengan sebuah keluarga dengan anak-anak yang rapi, baik dan sopan, tiba-tiba kedatangan anak orang lain yang numpang dan tidak tahu diri, yang kencing tidak siram, tissue dibuang sembarangan, maka suasana keluarga tersebut pasti akan kacau-balau.</p>
<p>Pasar yang tadinya terdiri dari pedagang jujur semakin kedatangan pedagang licik yang penuh penipuan. Pasar saham yang seharusnya dibeli oleh investor sesungguhnya belakangan digantikan dengan para spekulan bursa. Akhirnya disinyalir bahwa kekacauan di Wall Street itu disebabkan oleh short-term selling. Jelas sekali bahwa yang melakukan short-term selling itu bukan investor melainkan spekulan. Jelas masyarakat Kristen lahir baru tidak biasa dengan pedagang yang penuh penipuan. Ketika penulis masih kecil sempat menyaksikan orang kampung memasukkan tanah atau batu ke dalam gumpalan karet (kulat) supaya lebih berat timbangannya. Kini orang-orang mengoplos bensin dengan minyak tanah, mencampur beras dengan batu, mengawetkan ikan atau makanan bukan lagi dengan es tetapi dengan formalin, menambahkan melamin ke dalam susu supaya terasa lebih gurih. Semua ini tidak terpikirkan oleh orang Kristen lahir baru. Pohon tengkawang ditebang, pohon durian dikarbit supaya buahnya rontok serentak, ikan ditubah atau dibom. Semua ini merusak secara jangka panjang dan adalah hal-hal yang tidak ada di benak orang Kristen lahir baru. Kalau gerombolan DPR lebih banyak koruptor daripada idealis yang rela kelaparan demi prinsip, orang berhikmat tahu bahwa negara demokrasi demikian pasti akan semakin buruk keadaannya.</p>
<p>Jadi, yang membuat AS hebat itu demokrasi atau kekristenan yang alkitabiah? Jelas kekristenan yang alkitabiah yang telah menyebabkan masyarakat memilih sistem yang demokratis, dan sistem itu dengan nilai kekristenan telah bergandengan tangan menciptakan kebaikan dalam segala bidang. Kini, setelah sekian abad, iblis mengirim imigran ke AS sambil merusak masyarakat tersebut dengan memanfaatkan kebebasannya dengan mesin Hollywood. Iblis menyerang melalui bidang pendidikan sehingga semakin banyak profesor yang bukan hanya sekedar Kristen KTP, bahkan non-Kristen juga mengajar di universitas-universitas yang didirikan oleh orang-orang Kristen yang sangat mengasihi Tuhan. Mahasiswa Kristen AS tidak sanggup mempengaruhi imigran non-Kristen yang belajar di sana, melainkan mereka yang dipengaruhi sehingga semakin tidak percaya diri sebagai orang Kristen.</p>
<p>Oh…iblis sedang menghancurkan AS, negara yang didirikan oleh orang-orang yang mengasihi Tuhan, negara yang paling banyak mengirim misionari ke berbagai belahan bumi. Melalui krisis keuangan yang baru terjadi, iblis sedang menghancurkan AS secara ekonomi dan pasti akan membawa efek ke segala bidang. Rakyat AS yang kesulitan ekonomi akan memilih presiden yang pokoknya bisa memberikan peningkatan ekonomi, tidak masalah dia itu memegang prinsip kekristenan atau tidak. Bahkan umat agama lain pun suatu hari akan dipilih mereka jika yang bersangkutan bisa memimpin kepada kejayaan ekonomi. Herankah kita kalau anti-Kristus muncul menawarkan diri kepada dunia sebagai Economy-Champion dan dunia serta-merta menyanjungnya? Saat itulah ia akan menguasai dunia dan tidak ada yang bisa menjual atau membeli tanpa seijinnya.***</p>
<p>Sumber: Buletin PEDANG ROH 58, Jan-Maret 2009, DR. Suhento Liauw</p>
<p>“Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.” (Efesus 6:13)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anabaptists.blog.friendster.com/?feed=rss2&amp;p=265</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Anda Mendekat ke Ujung Mana?</title>
		<link>http://anabaptists.blog.friendster.com/?p=251</link>
		<comments>http://anabaptists.blog.friendster.com/?p=251#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2008 12:06:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anabaptists</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Akhir Zaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anabaptists.blog.friendster.com/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Jika kita percaya pada ayat-ayat Alkitab, maka kita pasti percaya bahwa langit dan bumi beserta seluruh kehidupan di dalamnya akan menuju ke satu titik akhir, yaitu kesudahan segala sesuatu. Rasul Petrus berkata, &#8220;kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa&#8221; (1 PETRUS 4:7)
Penciptaan Dua Makhluk Berakal Budi
Sejak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika kita percaya pada ayat-ayat Alkitab, maka kita pasti percaya bahwa langit dan bumi beserta seluruh kehidupan di dalamnya akan menuju ke satu titik akhir, yaitu kesudahan segala sesuatu. Rasul Petrus berkata, &#8220;kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa&#8221; (1 PETRUS 4:7)</p>
<p>Penciptaan Dua Makhluk Berakal Budi<br />
Sejak Allah menciptakan dua makhluk, yaitu malaikat dan manusia, yang diberi akal budi dan kehendak bebas, maka faktor pikiran dan perbuatan kedua makhluk tersebut ikut menentukan akhir segala sesuatu. Karena Allah sendiri yang memberikan akal budi dan kehendak bebas, maka selagi mereka eksis sebagai malaikat dan manusia kehendak bebas itu tetap melekat pada mereka. Hasilnya, karena dalam diri mereka ada, maka makhluk tersebut bisa menentang pencipta mereka.<br />
Mereka memiliki akal budi dan kehendak bebas, dan itu menjadikan mereka makhluk pribadi sebagaimana Allah adalah pribadi. Ingat, seorang anak yang dilahirkan, dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang, ia adalah pribadi. Setelah memiliki kemampuan bertindak, ia bisa menyenangkan hati orang tuanya, dan juga dapat sangat menyusahkan hati orang tuanya. Mengapa Allah mau menciptakan makhluk yang bisa menentangnya? Pertanyaannya hampir sama, mengapa orang melahirkan anak yang nanti besar bisa sangat menyusahkannya? Apa nikmatnya bagi seseorang untuk dihormati dan dipuji oleh sebuah mesin (robot)? Namun tentu ada kenikmatan bagi seseorang jika dihormati dan dikasihi oleh pribadi. Demikianlah Allah, Ia merindukan hormat, kasih, dan intinya segala sikap positif yang tidak diprogramkanNya, melainkan yang timbul dari ciptaan itu sendiri. Itulah alasan Allah menciptakan makhluk berakal budi dan berkehendak bebas. Malaikat dan manusia bisa memuji dan mengasihi Allah, namun juga bisa menentang Allah.<br />
Lucifer memimpin sepertiga malaikat menentang Allah. Kejahatan itu timbul dari hati mereka karena mereka berakal budi dan berkehendak bebas. Mereka tidak dihasut oleh siapa-siapa. Kepada mereka Allah tetapkan akan dihukum dengan hukuman di Neraka. Dan sebutan terhadap mereka di kemudian hari adalah &#8220;iblis&#8221; untuk membedakan mereka dari malaikat lain yang tidak membangkang. Mereka tahu bahwa selain mereka ada makhluk lain yang juga berakal budi dan berkehendak bebas Tidak heran kalau kemudian mereka berusaha memojokkan Allah dengan menunjukkan bahwa semua makhluk berakal budi dan berkendak bebas akan mengikuti mereka untuk menentang Allah. Mereka akan membuat pernyataan yang bertentangan dengan pernyataan Allah kepada manusia untuk melihat manusia akan lebih percaya pada Allah atau mereka.<br />
Mengapa Allah mengijinkan mereka mencobai manusia? Karena manusia diberi akal budi dan kehendak bebas, tentu baik kalau ada alternatif untuk melihat keputusan pemilihan dari akal budi dan kehendak bebas yang diberikan kepada mereka.<br />
Akhirnya manusia lebih percaya kepada iblis daripada Allah. Mereka bersikap sangat jahat kepada Allah yang sangat mengasihi mereka.</p>
<p>Upah dosa ialah maut (Rom.6:23). Tidak ada cara untuk menyelesaikan masalah dosa selain dijatuhi hukuman. Selanjutnya Allah berjanji kepada manusia untuk mengirim Juruselamat (Kej.3:15). Tentu jika manusia ingin diselamatkan dari penghukuman ia harus percaya pada janji Allah. Sebelumnya manusia telah salah, lebih percaya pada iblis daripada Allah. Juruselamat akan datang, dan akan menggantikan manusia dihukumkan. Adam harus bertobat dan percaya bahwa Juruselamat AKAN menggantikannya dihukumkan.<br />
Allah perintahkan manusia melaksanakan ibadah simbolik, menyembelih domba di atas mezbah, agar keturunan mereka tahu bahwa Allah berjanji akan kirim Juruselamat untuk menggantikan mereka dihukum. Jalan keselamatan bagi mereka yang hidup sebelum penyaliban Yesus ialah bertobat dan percaya kepada Juruselamat yang AKAN dihukumkan menggantikan mereka. Jalan keselamatan bagi yang hidup sesudah penyaliban Yesus ialah bertobat dan percaya kepada Juruselamat yang SUDAH dihukumkan menggantikan mereka. Seseorang harus menyatakan diri berdosa dan menyesali dosanya serta percaya bahwa Juruselamat akan/sudah dihukumkan menggantikannya, dan mengaminkan dirinya akan hidup bagi Sang Juruselamat.<br />
Dari Adam hingga manusia yang terakhir, bagi yang bertobat dan mengaminkan Sang Juruselamat dihukumkan baginya dan yang sadar bahwa dirinya hidup bagi Sang Juruselamat, akan berakhir bersama Allah di Sorga. Sedangkan bagi yang tidak bertobat dan tidak mengaminkan Sang Juruselamat dihukumkan bagi dirinya akan berakhir bersama iblis di Neraka.<br />
Kesimpulan dari semua itu ialah, terdapat dua akhir (ujung), bersama Allah atau bersama iblis. Anda pergi ke ujung yang mana?<br />
IBLIS BERAKSI MENARIK MANUSIA KE PIHAKNYA<br />
Program Allah menyelamatkan manusia melalui Juruselamat yang dijanjikan pertama dijalankan melalui ayah. Seorang ayah harus menyampaikan janji Allah kepada anak-anaknya, dan berusaha agar anak-anaknya percaya pada janji Allah.</p>
<p>Tetapi iblis merusak program ini melalui merusak ayah sehingga sampai pada zaman Nuh, hanya tinggal seorang ayah yang masih mengerti tentang ibadah simbolik. Hal pertama yang Nuh lakukan setelah keluar dari bahtera ialah membangun sebuah mezbah dan mempersembahkan seekor anak domba.</p>
<p>Kemudian setelah zaman menara Babel, manusia terserak sesuai dengan kelompok bahasa mereka. Allah berencana membangun sebuah bangsa untuk menggantikan posisi ayah sebagai Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran (TPDK). Abraham terpilih, dan melaluinya muncul bangsa Yahudi yang diperbudak empat ratus tahun di Mesir. Cara Tuhan membawa mereka keluar sungguh luar biasa, pada tulah ke sepuluh mereka harus menyembelih seekor anak domba dan memoleskan darahnya di pintu mereka membentuk salib. Dan ketika tiba di gunung Sinai mereka diresmikan sebagai Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran (TPDK).</p>
<p>Mereka bertanggung jawab agar orang-orang di zaman PL percaya pada janji Allah untuk mengirim Juruselamat, dan bersama-sama menantikan Sang Juruselamat yang akan menggantikan mereka dihukumkan. Iblis berkali-kali menggagalkan fungsi bangsa Yahudi dengan menghasut mereka sehingga mereka terlibat penyembahan berhala, serta berbagai perbuatan amoral.</p>
<p>Tugas bangsa Yahudi selesai ketika Juruselamat yang dijanjikan tiba (Luk.16:16, Mat.11:13). Ketika Yohanes menunjuk kepada Yesus dan berseru, &#8220;Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia,&#8221; (Yoh.1:29) maka genaplah tujuan seluruh rangkaian ibadah simbolik PL, dan selesailah tugas dan tanggung jawab bangsa Yahudi sebagai Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran. Orang-orang PL akan masuk Sorga kalau mereka bertobat dan percaya kepada Juruselamat yang AKAN menggantikan mereka dihukumkan, sedangkan orang PB percaya kepada Juruselamat yang TELAH dihukumkan menggantikan mereka.</p>
<p>GEREJA SEBAGAI TIANG PENOPANG dan DASAR KEBENARAN<br />
Tuhan mendirikan jemaat yang disebut juga tubuhNya sebagai institusi untuk memelihara dan menyebarkan Injil ke seluruh muka bumi. Sebagaimana iblis telah merusak ayah pada zaman dari Adam hingga Sinai, dan mengganggu bangsa Yahudi pada saat mereka berfungsi sebagai TPDK, maka iblis juga tidak akan melepaskan pandangannya dari jemaat yang kini berfungsi sebagai TPDK (I Tim.3:15).</p>
<p>Iblis berhasil menyimpangkan sebagian gereja tidak lama setelah kepulangan para Rasul. Ia kemudian memakai Konstantin sebagai alat untuk mengawinkan gereja dengan negara (313 AD). Akhirnya terbentuklah Gereja Roma Raya (Universal/Katolik/Am). Banyak orang tidak tahu bahwa kata katolik itu sama artinya dengan am atau universal. Silakan periksa di berbagai kamus. Kemudian Gereja Roma yang Am itu bergerak menjadi gereja yang memonopoli penafsiran Alkitab. Siapapun yang menafsirkan Alkitab berbeda dari yang ditafsirkan oleh Gereja Roma yang Am, akan ditangkap dan dibakar, atau dipenggal atau berbagai siksaan yang lain, bahkan sesuatu yang mustahil dilakukan oleh orang-orang yang telah dilahirkan kembali di dalam Kristus. Sekelompok orang Kristen yang tidak rela tunduk di gereja yang mereka nilai sesat, memisahkan diri dan membaptis ulang setiap orang dari gereja yang Am yang mau bergabung dengan mereka. Karena kata preposisi bahasa Yunani &#8220;ulang&#8221; itu ana, akhirnya mereka disebut kelompok Anabaptis, artinya kelompok pembaptis ulang.</p>
<p>Gereja Roma yang Am (Katolik/Universal) melancarkan penganiayaan yang dahsyat terhadap kaum Anabaptis dan setiap orang yang mencoba menafsirkan Alkitab berbeda dari mereka. Dr. Alberto R. Rivera, mantan imam Jesuit yang bertobat mengungkapkan bahwa dalam masa Inquisisi Gereja Roma yang Am membunuh sekitar 60 juta orang. Kalau ditambah dengan jumlah Anabaptis yang terbunuh lebih dari seribu tahun, jumlahnya pasti sangat mengerikan. Siapapun yang membaca riwayat hidup John Wyclife dengan serius, pasti akan berakhir dengan air mata yang berlinang. Wyclife hanya ingin memahami Alkitab dengan baik dan mau menjadi orang Kristen yang baik. Namun ia beserta pengikutnya dianiaya di luar batas. Sepeninggalnya Wyclife, semua pengikutnya ditangkap dan dibakar. Wyclife yang sudah meninggal digali kuburnya dan tulangnya juga dibakar.</p>
<p>Mereka mengajarkan keselamatan melalui acara misa, dan mencampurkan konsep dewa-dewi Yunani ke dalam gereja menjadi santo dan santa. Sebutan Bunda Allah bagi Maria sesungguhnya adalah penghujatan karena Allah tidak mempunyai ibu. Tidak pernah satu kali pun Yesus Kristus menyebut Maria bunda. Yang terjadi dalam Injil Yohanes 2:4, 19:26 sesungguhnya adalah kesalahan penerjemahan LAI. Kata bahasa Yunani yang dipakai adalah gunai = perempuan. Silakan cocokkan dengan Alkitab bahasa Inggris King James Version. Mereka juga mengajarkan keselamatan melalui baptisan dan sakramen ekaristi. Setelah lebih dari seribu tahun Gereja Roma yang Am menganiaya setiap orang yang berusaha mempelajari Alkitab, akhirnya seorang pemberani bernama Martin Luther tersentak oleh kesalahan yang sudah teramat menyolok. Demi mengumpulkan dana pembangunan gedung gereja di kota Roma, paus mereka mengeluarkan perintah kepada para imam untuk memberikan surat yang menyatakan bahwa dosa mereka akan didoakan dan diampuni jika mereka memberikan sumbangan dalam jumlah tertentu. Inilah yang dikenal dengan surat pengampunan dosa. Orang-orang yang telah dibodohi beratus bahkan beribu tahun tidak sanggup menyadari bahwa itu adalah penipuan rohani demi materi seperti yang juga dilakukan oleh banyak &#8220;pendeta&#8221; hari ini.</p>
<p>Kesuksesan Martin Luther tidak berarti ia lebih hebat dari John Wyclife. Perbedaannya adalah di zaman Wyclife belum ada alat cetak, Alkitab belum dalam bentuk cetakan dan beredar di masyarakat seperti pada zaman Luther (1517). Ide Luther segera beredar di masyarakat sehingga membuat Gereja Roma yang Am tidak bisa bertindak brutal terhadapnya. Lagi pula teman-teman Luther menculik dan menyembunyikannya di sebuah puri untuk menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Jerman dan langsung dicetak. Sungguh Luther adalah seorang yang sangat hebat, cuma sayang sekali dia tidak sanggup melihat kesalahan sistem Gereja Roma yang Am (GRA). Ia tidak dapat melihat bahwa GRA bukanlah Kristen murni melainkan gabungan beberapa agama. Ia melihat 95 kesalahan GRA (katolik) sebagai kesalahan pemimpin-pemimpin mereka saja. Inilah yang menyebabkan gereja Lutheran masih mengadopsi sistem gereja yang Am.</p>
<p>GERAKAN ORDO DE JESUIT<br />
Tidak lama setelah Martin Luther menggetarkan GRA, pada tahun 1536 John Calvin menerbitkan buku The Institution of Christian Religion untuk menghambat kemajuan pemberitaan Injil. Ia mengajarkan konsep predestination yang intinya nasib semua orang bahkan segala tindakan manusia telah Allah tetapkan dalam sebuah dekrit dalam kekekalan. Anak Sekolah Dasar saja pasti bisa menyimpulkan bahwa menurut Calvin jumlah orang yang akan masuk Sorga sudah ditentukan sejak kekekalan sehingga tidak dibutuhkan semangat maupun ketekunan untuk memberitakan Injil, karena sekalipun anda rajin tidak akan menambah dan anda malas juga tidak akan mengurangi jumlahnya.</p>
<p>Tidak cukup dengan itu tahun 1548 Don Inigo (Ignasius) dari Loyola, seorang tentara Spanyol yang haus kemenangan, menghadap paus mereka untuk mendirikan sebuah ordo yang disebut The Jesuit Society atau Ordo Jesuit. Ia bersumpah untuk membawa kembali &#8220;pembangkang-pembangkang&#8221; yang telah meninggalkan GRA, berapapun biayanya dan apapun caranya. Baik Michael de Semlyen mapun Dr. Alberto Rivera menyatakan bahwa salah satu proyek Ordo Jesuit adalah Gerakan Ekumene. Mereka bekerja siang malam menggunakan seribu satu cara untuk membawa semua gereja masuk kembali ke dalam genggaman GRA. Satu persatu pemimpin denominasi digiring untuk pergi ke Roma mencium tangan paus GRA.</p>
<p>Siapa bisa menyangka orang seperti Billy Graham bisa digiring ke Roma untuk mencium tangan Yohanes Paulus? Dalam buku The Tragedy of Compromised, Ernest D. Pickering mencatat dengan rapi pergerakan Billy Graham dari seorang Kristen Fundamentalis yang bergeser ke Injili dan menjadi Liberal hingga akhirnya menjadi seorang Pluralis yang percaya bahwa ada kebenaran dalam iman agama lain. Semua itu berawal dari penerimaan Doctor Honoriscausa yang diberikan oleh universitas Katolik.</p>
<p>Ketika penulis membaca di Internet bahwa pemimpin Menonite pergi ke Roma untuk mencium tangan paus GRA, penulis tertegun merenungkan penderitaan Menno Simons (pendiri Menonite) yang disiksa GRA ketika beliau bergabung dengan kaum Anabaptis beberapa abad lalu. Mengapa para pengikutnya mengkhianatinya dan pergi mencium &#8220;tangan jabatan&#8221; yang telah menyiksanya?</p>
<p>Tidak salah kalau Michael de Semlyen memberi judul bukunya All Roads Lead to Rome yang isinya memaparkan bahwa semua jalan akan memimpin ke Roma. Semua denominasi kekristenan akan digiring kembali ke bawah genggaman Gereja Roma yang Am. Dave Hunt menulis dalam bukunya A Woman Rides the Beast menggambarkan bahwa GRA adalah beast yang dimaksudkan dalam Wahyu 17: 1-5. Dan banyak orang tidak tahu bahwa Europe Union telah menetapkan lambing mereka yaitu seorang perempuan yang menunggang binatang. Patung perempuan menunggang binatang yang terbuat dari lempengan perunggu dipajang di depan kantor EU di Brussell.</p>
<p>Itu semua belum cukup mengagetkan. Koran Suara Pembaruan tanggal 23 Agustus 2008, pada halaman 28 memuat berita Katolik - Protestan Tanpa Tembok Pemisah sungguh membuat penulis shock. Sebabnya ialah Sekolah Tinggi Theologi Reformed Injili Indonesia (STTRII) memprakarsai diskusi yang mengambil thema &#8220;Bagaimana Menjembatani Umat Katolik dan Protestan,&#8221; dengan pembicara dari Katolik Romo Yohanes Indrakusuma dan dari Prostestan Pdt. Samuel Budiprasetia.</p>
<p>Bagaimanakah cara menjembatani antara penyembah berhala dengan orang Kristen lahir baru? Bagaimanakah cara menjembatani antara kelenteng dengan gereja? Jawabannya hanya satu, bertobat dan percaya pada Yesus Kristus dengan doktrin yang alkitabiah! Apakah yang rasul Petrus lakukan terhadap orang Yahudi, dan yang Paulus lakukan terhadap orang Athena? Berkhotbah dengan keras agar mereka bertobat dari kesalahan mereka yang akan membinasakan mereka!</p>
<p>Ingat, Ignatius Loyola, pendiri ordo de Jesuit, bersumpah akan membawa kembali mereka yang meninggalkan GRA, dan setelah sekian ratus tahun ia mulai menuai hasil. Mereka telah berhasil menyusupkan orang Dalam orang mereka ke berbagai denominasi Protestan. Pertama mereka merusak doktrin agar tidak ada lagi alasan untuk berjuang. Tanpa doktrin yang alkitabiah anggota jemaat tidak mungkin dilahirkan kembali di dalam Kristus, dan mustahil mereka dapat melihat kesalahan GRA. Tanpa ketajaman doktrin orang Kristen tidak sanggup melihat perbedaan GRA dengan gereja-gereja alkitabiah. Kedua mereka melemahkan semangat penginjilan dengan berbagai cara, termasuk menghembuskan doktrin yang mengajarkan bahwa Allah telah menetapkan orang yang akan masuk Sorga dan Neraka.</p>
<p>ADA DUA UJUNG<br />
Jelas sekali ada dua ujung antara Gereja Roma yang Am (GRA) dengan GBIA (Gereja Baptis Independen Alkitabiah) Graphe. GRA adalah gereja yang oleh Dave Hunt digambarkan sebagai penggenap nubuatan Wahyu 17:1-5, sedangkan GBIA Graphe adalah gereja yang berjuang mati-matian untuk kebenaran Alkitab. Ada orang yang merasa keki mengirim sms kepada penulis yang bunyinya, &#8220;bisakah anda buktikan kalau GRAPHE gereja yang paling benar?&#8221; Dan penulis menjawabnya, &#8220;silahkan anda cari sesuatu di Graphe yang tidak alkitabiah. Kalau gereja lain berani berkata demikian saya akan segera kasih tahu mereka kesalahan gereja mereka.&#8221;</p>
<p>Kalau kita gambarkan keadaan kebenaran dokrinal dengan sebuah garis lurus, maka Gereja Roma yang Am (GRA) di ujung yang satu sedangkan GRAPHE ada di ujung yang lain. Ketika anda mendekat pada GRA maka anda akan semakin menjauh dari GRAPHE, dan demikian sebaliknya. Di saat kedatangan Tuhan semakin mendekat, pemilihan ke salah satu ujung akan semakin mendesak. Dengan rendah hati saya mengundang anda mendekat ke ujung di mana kami berdiri, yaitu kebenaran yang alkitabiah. Kalau anda dapatkan sesuatu yang tidak alkitabiah pada Graphe, tolong jangan sungkan beritahu kami. Perhatikan nasehat Salomo, &#8220;Belilah kebenaran, dan jangan menjualnya&#8230;&#8221; (Ams.23:23). Mumpung harganya masih murah.</p>
<p>Sumber: Jurnal Teologi GITS, PEDANG ROH edisi 57 Okt-Des 2008 halaman 1-3<br />
AMSAL 23:23 Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anabaptists.blog.friendster.com/?feed=rss2&amp;p=251</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menno Simons</title>
		<link>http://anabaptists.blog.friendster.com/?p=249</link>
		<comments>http://anabaptists.blog.friendster.com/?p=249#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2008 12:01:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anabaptists</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tokoh Anabaptis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anabaptists.blog.friendster.com/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Lima tahun setelah pulang ke desa kelahirannya, Menno Simons yang memegang posisi imam meninggalkan gereja Katolik dan bergabung dengan Anabaptist. Ia meninggalkan posisinya sebagai seorang yang dihormati, kehidupannya yang nyaman, dan menjalani kehidupan sebagai seorang buronan. Dalam suratnya kepada Gellius Faber, Menno menuliskan pengalamannya: “Maka saya, tanpa keragu-raguan, meninggalkan seluruh reputasi duniawi, nama dan popularitas, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lima tahun setelah pulang ke desa kelahirannya, Menno Simons yang memegang posisi imam meninggalkan gereja Katolik dan bergabung dengan Anabaptist. Ia meninggalkan posisinya sebagai seorang yang dihormati, kehidupannya yang nyaman, dan menjalani kehidupan sebagai seorang buronan. Dalam suratnya kepada Gellius Faber, Menno menuliskan pengalamannya: “Maka saya, tanpa keragu-raguan, meninggalkan seluruh reputasi duniawi, nama dan popularitas, kelakuan yang tidak kristiani, misa, baptisan bayi, dan hidup yang mudah. Saya dengan sukarela menghadapi kemiskinan dan hidup susah di bawah salib Kristus yang berat. Dalam kelemahan, saya takut akan Tuhan. Saya mencari orang-orang saleh dan walaupun mereka sedikit jumlahnya, saya menemukan sebagian yang bertekun dan mempertahankan kebenaran.” Sejak saat itu, Menno tidak pernah berpaling ke belakang.</p>
<p>Bukanlah suatu kebetulan jika Anabaptis di Belanda dikenal sebagai Mennonites. Tidak ada nama yang lebih diagungkan di kalangan Anabaptist abad 16 daripada Menno Simons. Pelayanan Menno bermula dari gereja Roma, di mana ia ditahbiskan sebagai imam di Utrecht pada tahun 1524, ketika ia berusia 28 tahun. Menno yang adalah seorang petani memiliki pendidikan yang sangat terbatas dan Alkitab adalah buku yang asing baginya hingga 2-3 tahun berikutnya. Akhirnya dengan berani ia mencari jawaban untuk pertanyaannya atas doktrin transubstansiasi. Inilah permulaan dari perjalanan Menno yang mengakibatkannya keluar dari Roma Katolik dan mengikuti Anabaptis.</p>
<p>Walaupun pengetahuan Menno akan firman Tuhan sangat terbatas, ia dengan tekun meneliti Perjanjian Baru. Penelitian Menno belum jauh ketika ia sadar bahwa ia telah tertipu, dan hati nuraninya merasa terganggu akan masalah ekaristi.</p>
<p>KEKEJAMAN MENGAGETKANNYA<br />
Menno menerapkan Firman Tuhan yang telah ia pelajari dalam pelayanannya sehingga ia mendapat reputasi yang lumayan sebagai seorang pengkhotbah (evangelis). Menno yang belum benar-benar menyadari implikasi dari pendirian Protestan pun menerima Alkitab sebagai doktrin yang berkuasa. Namun, ia terkejut dalam penelitiannya tentang baptisan pada tahun 1531. Menno meneliti Alkitab dengan tekun dan tidak menemukan laporan apapun tentang baptisan bayi.</p>
<p>Saat itu, ada peristiwa pemenggalan Sicke Snijder di Leeuwarden dengan alasan ia dibaptis ulang. Peristiwa ini menyebabkan Menno segera mendiskusikan hal ini dengan pastornya di kota Pingjum dan ia diberitahu bahwa anak-anak perlu dibaptis untuk dibersihkan dari dosa mereka yang original. Ketika ia membandingkan ide ini dengan Alkitab, ia mengambil kesimpulan bahwa baptisan bayi adalah suatu kesalahan besar. Akhirnya Menno merasa terganggu sehingga ia tidak sanggup melayani di kampung asalnya selama lebih dari satu tahun. Penderitaan yang dirasakan Menno lebih tak tertahankan lagi ketika 300-an pengikut Anabaptis yang mengalami penganiayaan dihukum mati oleh gereja Katolik, dan salah satu dari mereka adalah saudaranya sendiri. Sampai pada April 1535, Menno mempertimbangkan secara mendalam dan demi melepaskan kesengsaraan yang dialaminya, ia memilih untuk bertobat.</p>
<p>MENNO BERTOBAT<br />
Setelat Menno bertobat, ia mulai lagi berkhotbah di depan umum. Dari mimbar, ia memberitakan cara pertobatan yang benar, menunjukkan kepada orang-orang jalan yang alkitabiah, menegur segala dosa, kejahatan dan penyembahan berhala, juga menunjukkan cara penyembahan yang benar, baptisan yang alkitabiah dan perjamuan Tuhan yang benar. Akhirnya, sebagai orang yang lahir baru dalam Yesus Kristus, Menno sadar akan ketidakpantasan seorang Anabaptis untuk berdiri di mimbar Roma Katolik, maka ia meninggalkan segala reputasi duniawi; nama dan ketenaran, kekejian yang tidak pantas sebagai orang Kristen, misa, baptisan bayi, dan kemiskinan rohani di bawah salib Kristus.</p>
<p>MENNO MENINGGALKAN KATOLIK<br />
Menno menunggu selama 9 bulan sebelum ia mengidentifikasi dirinya dengan saudara-saudara seiman karena ia menghitung harga yang harus ia tanggung sebelum memikul salib Kristus. Setelah itu, ia mencari Anabaptis di daerahnya dan mulai menasehati mereka akan kesalahan-kesalahan gereja Roma Katolik, namun tidak banyak yang dapat ia menangkan. Kerinduan Menno akan kehidupan yang tenang dan damai untuk merenungkan lebih dalam lagi hubungan yang baru yang ia jalin ini mendorongnya untuk pindah ke kota Friesland, sebelah timur Belanda. Di tempat ini, Menno ditemui oleh suatu delegasi yang terdiri dari 7 atau 8 orang yang berasal dari Anabaptis yang alkitabiah. Mereka dengan penuh doa memohon kepada Menno untuk prihatin terhadap penderitaan dan keperluan jiwa-jiwa yang tertindas, juga mempergunakan bakat yang ia dapatkan dari Tuhan. Undangan dari saudara-saudara ini membuat hatinya merasa terganggu karena ia khawatir akan dirinya yang bersifat malu, kejahatan dan kekejaman dunia, kelicikan manusia, dan salib Kristus yang berat. Namun ia tidak mundur.</p>
<p>PENGANIAYAAN MENNO DIMULAI<br />
Tidak diketahui kapan Menno dibaptis dan bergabung dengan perkumpulan Anabaptis. Pada 24 Oktober 1536, Herman dan Gerrit Jans ditahan atas tuduhan memberikan tumpangan kepada Menno Simons, yang dilaporkan sebagai kaum imam di Witmarsum. Sampai Oktober 1536, kepergian Menno dari gereja Roma Katolik dan pertaliannya dengan Anabaptis sudah diketahui pihak pemerintah. Mungkin ia dibaptis tidak lama sesudah meninggalkan Witmarsum pada awal 1536.</p>
<p>Lebih kurang setahun kemudian, ia ditahbiskan di Groningen, dengan tumpangan tangan oleh Obbe Philips. Menno kemudian memulai pelayanan yang aktif di kalangan Anabaptis yang alkitabiah dan tidak berkompromi. Pada awal 4-5 tahun pelayanannya, Menno bekerja dan tinggal di Groningen dan sebelah timur Friesland. Ia menikah dengan seorang dari Gertrude, mungkin pada tahun 1536.</p>
<p>Penganiayaan adalah suatu realita yang tidak dapat Menno elakkan. Menno menggambarkan kontras antara kehidupan seorang imam negara yang diberi gaji tinggi dengan kehidupan pengkhotbah Anabaptis: “Saya, beserta istri dan anak-anak telah menahan kegelisahan, penin dasan, penderitaan, kesengsaraan dan penganiayaan&#8230; Ya, ketika pengkhotbah-pengkhotbah tidur dengan tenang, kami biasanya harus bersembunyi di berbagai pojok&#8230; Kami harus berjaga-jaga ketika seekor anjing menggonggong karena takut akan polisi penahan yang mungkin telah tiba&#8230; Secara singkat, ketika mereka dengan agungnya diberi hadiah penghasilan yang besar dan waktu yang tenang, imbalan dan posisi kami adalah api, pedang dan kematian.” Gambaran Menno tentang kehidupan seorang Anabaptis yang selalu diusik ini tidaklah berlebihan, ada banyak saksi yang juga dapat memberikan kesaksian yang sama.</p>
<p>Pada 21 Januari 1539, suatu dekrit yang memberi perintah bagi semua Anabaptis untuk keluar dipublikasikan di provinsi Groningen. Menno sempat melarikan diri ke provinsi Friesland, di mana ia melanjutkan pelayanannya. Dalam kunjungan Menno ke Friesland sebelumnya, ia sempat tinggal di rumah Tjard Reynders, seorang yang saleh dan takut akan Tuhan.</p>
<p>PERBURUAN MENNO SEMAKIN INTENSIF<br />
Tak lama sesudah itu, pada 8 Januari 1539, tuan rumahnya, Reynders, ditahan, dihancurkan pada sebuah roda dan dihukum mati. Pada tahun 1541, rencana-rencana juga dibuat oleh konselor-konselor Leeuwarden untuk menangkap Menno.</p>
<p>Selama Menno masih bebas, rencana pemberantasan Anabaptis lain tidak bias dilaksanakan. Pengampunan ditawarkan bagi Anabaptis yang sedang berada di dalam pengurungan, jikalau mengantarkan Menno ke tangan mereka, namun tidak ada Yudas yang datang.</p>
<p>Charles V, kaisar dari kerajaan Roma juga mempublikasikan sebuah dekrit, menawarkan 100 emas mata uang Belanda untuk kepala Menno. Semua orang diperintahkan supaya tidak memberikan makanan atau tempat tinggal kepada Menno, dan kepada pengikutnya untuk ditahan dengan segera. Pengampunan penuh atas pelanggaran apapun dijanjikan kepada siapapun yang membawa Menno ke tangan pemerintah.</p>
<p>Pada dua tahun berikutnya, Menno bekerja sekitar Amsterdam dengan sejumlah kesuksesan. Yang lebih mengherankan lagi, ia sempat menulis 3 buku pada awal pelayanannya di sebelah utara Holland yaitu: Baptisan Orang Kristen (1539), Fondasi Doktrin Kristen (1540), dan Iman Orang Kristen Yang Benar (1541).</p>
<p>MENNO MELARIKAN DIRI KE JERMAN<br />
Pelayanan Menno di Amsterdam merupakan suatu selingan yang singkat sebelum ia memulai pelayanan di bagian utara Jerman pada tahun 1543. Di tempat inilah ia mencurahkan sisa hidupnya selama 18 tahun. Setelah pindah ke Jerman, Menno menaruh perhatiannya kepada masalah internal Anabaptis di area tersebut. Pada saat itu, ia dikenal sebagai pemimpin terkemuka gerakan itu. Posisi kepemimpin- annya berdiri bahkan lebih kokoh setelah kemurtadan Obbe Philips pada tahun 1540, dan dengan dipublikasikannya “Fondasi Doktrin Kristen” yang dicetak pada tahun yang sama.</p>
<p>Melihat pengaruh Menno di wilayah German utara dan Anabaptis Belanda, tidaklah mengherankan ketika ditemukan bahwa Anabaptis yang alkitabiah dikenal sebagai “Mennonites” atau “Menists”.</p>
<p>Selama kepemimpinan Menno, ada kumpulan-kumpulan yang ingin menjatuhkan Mennonites, yaitu pengikut-pengikut dari Jan van Batenburg dan David Joris. Batenburg menyokong doktrin-doktrin Katolik yang cukup berbahaya, sedangkan Joris, seorang yang dahulunya Anabaptis, mengklaim bahwa selain Alkitab, tulisan-tulisannya juga adalah karya yang diilhami. Menno memimpin Mennonites lepas dari kawanan-kawanan yang berkhianat ini dengan bantuan Dirk Philips, seorang penatua.</p>
<p>Setelah itu, muncul sebuah isu yang meragukan keilahian Kristus oleh Adam Pastor, yang juga seorang Anabaptis pada tahun 1542. Pastor mengajarkan bahwa Kristus tidak ada sebelum inkarnasi dalam wujud manusia dan Ia dipandang sebagai Tuhan hanya dalam pengertian bahwa Tuhan tinggal didalamnya. Dua pertemuan diadakan pada tahun 1547 di Belanda dan bagian utara German oleh penatua-penatua demi menyelesaikan persoalan ini, dengan harapan Pastor dapat diselamatkan dari ajaran sesat ini, namun mereka putus asa pada pertemuan kedua.</p>
<p>Menno tidak dapat menghilangkan pengalaman yang tidak menyenangkan ini dari pikirannya karena Pastor juga seperti dirinya, yaitu berlatar belakang seorang imam dan dalam hal lainnya, ia jelas adalah Anabaptis yang benar, menjunjung tinggi Firman Tuhan dalam hal iman dan penerapannya. Rasionalisme telah menyebabkan Pastor meragukan keilahian Kristus, walau ia mempertahankan Kristus sebagai satu-satunya mediator antara Allah dan manusia. Menno merasakan bahwa hal ini merupakan suatu ancaman yang genting, maka ia menulis sebuah buku kecil berjudul “Pengakuan terhadap Allah Tritunggal” untuk menetralkan pengaruh Pastor. Menno, seperti Anabaptis lainnya percaya sepenuhnya kepada tritunggal, sehingga ia menganggap serangan terhadap keilahian Kristus adalah suatu usaha untuk meretakkan fondasi iman kekeristenan.</p>
<p>Akan tetapi, pandangan Menno terhadap inkarnasi merupakan sumber kontroversi di kalangan Anabaptis. Ia percaya bahwa sifat jasmani Kristus adalah ciptaan baru oleh Roh Kudus di dalam tubuh Maria. Posisi Menno berbeda dengan pandangan bersejarah, karena Menno menyangkal bahwa Kristus menerima tubuh jasmaninya dari Maria. Argumennya berarah kepada Allah sebagai sumber kehidupan dan bukan manusia, maka Kristus menerima kehidupan, baik yang bersifat manusia atau ketuhanan, semuanya dari Tuhan. Lawan-lawan Menno tidak pernah berhenti menuduhnya sesat pada poin yang satu ini. Menno dipaksa untuk mendiskusikan doktrin inkarnasi ini dan diberi waktu yang tidak sebanding untuk mempertahankan pandangannya. Namun, Menno tidak pernah menyangkal kemanusiaan Kristus, ia juga tidak mencoba memisahkan kemanusiaan dan keilahian Kristus. Ia tahu bahwa inkarnasi adalah suatu proses yang melibatkan tingkat misteri tertentu yang tidak dapat tuntas dengan analisis yang rasional. Ia ingin menyingkirkan kemungkinan Kristus mewarisi sifat dosa, tanpa mengilahikan Maria.</p>
<p>Isu ini memunculkan perdebatan di Wismar pada musim dingin 1554. Perselisihan ini memberi sinyal kepada pihak pemerintah akan kekuatan dan pengaruh Mennonites yang bertambah semakin kuat. Sebelum musim panas 1554, Menno terpaksa pindah ke Hamburg di Oldesloe, setelah itu ke Wustenfelde.<br />
Walaupun Menno menghabiskan tahun-tahun terakhirnya dalam keadaan yang lumayan aman, tahun-tahun tersebut jauh dari ketentraman. Posisinya yang keras bahwa anggota gereja yang didisiplin harus dikucilkan, menyebabkan perpecahan. Setelah adanya goyangan dalam isu ini, Menno akhirnya keluar mengambil posisi yang lebih ringan. Dalam pertemuan di Strasbourg pada tahun 1557, Anabaptis Jerman dan Swiss keberatan dengan instruksi bahwa seorang suami atau istri juga harus mengucilkan pasangannya yang kena disiplin, dan mereka membuat petisi kepada Mennonites untuk mempertimbangkan lagi posisi mereka. Kritik akan posisinya yang keras ini menyebabkan Menno berdiri dan mempertahankannya. Tiga tahun sebelum kematiannya, Menno dalam karyanya “Instruksi Pengucilan” mengekspresikan kekhawatirannya: pertama, bahwa orang-orang telah keliru memahaminya; dan kedua, kalau larangan tersebut tidak diaplikasikan dengan tepat.</p>
<p>Perpecahan dan kebencian menyangkut larangan tersebut terus mengganggu Menno sampai pada hari kematiannya. Pada usianya yang ke-66, ia meletakkan Alkitab dan pulpennya. Setelah menderita penyakit, ia berubah kritis tepat pada hari peringatan ke-25 tahun penolakannya akan ajaran Katolik. Menno meninggal pada hari berikutnya, 31 Januari 1561 di rumahnya sendiri, dan ia dikuburkan di tamannya.</p>
<p>Kontribusi Menno yang terbesar kepada gerakan Anabaptis adalah karakter yang rendah hati dan meniadakan diri sendiri sampai pada akhirnya.</p>
<p>Disadur oleh: Daisy Anwar, B. Mus. (Buletin PEDANG ROH, Okt-Des 2008)<br />
Terambil dari buku: The Anabaptist Story, karangan: William R. Estep.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anabaptists.blog.friendster.com/?feed=rss2&amp;p=249</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Injil yang Didiskon</title>
		<link>http://anabaptists.blog.friendster.com/?p=246</link>
		<comments>http://anabaptists.blog.friendster.com/?p=246#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 03:46:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anabaptists</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keselamatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anabaptists.blog.friendster.com/?p=246</guid>
		<description><![CDATA[
Untuk menarik pembeli, para pengecer biasanya memasang beraneka ragam iklan baik di media cetak maupun di media TV.Tujuan pemasangan iklan ialah agar pembeli datang dan membeli sehingga penjual mendapat keuntungan. Kalau ternyata tidak ada keuntungan maka pasti akan dipikirkan cara lain.
Cara lain yang lazim selain sekedar iklan ialah mengumunkan discount besar-besaran. Dengan program discount biasanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="Section1">
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;">Untuk menarik pembeli, para pengecer biasanya memasang beraneka ragam iklan baik di media cetak maupun di media TV.Tujuan pemasangan iklan ialah agar pembeli datang dan membeli sehingga penjual mendapat keuntungan. Kalau ternyata tidak ada keuntungan maka pasti akan dipikirkan cara lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;">Cara lain yang lazim selain sekedar iklan ialah mengumunkan discount besar-besaran. Dengan program discount biasanya pembeli bisa membludak hingga penjual kewalahan untuk melayani.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;">Lalu, bagaimana kalau Injil didiscount biar orang yang datang mendengarkannya juga ramai membludak?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;">Ada banyak kesamaan antara menawarkan (bukan menjual) sesuatu dengan memberitakan Injil. Tetapi jelas ada banyak perbedaan yang sangat prinsipil dalam menjual sesuatu dengan memberitakan Injil. Banyak orang Kristen yang bergelut di dunia bisnis tidak mencoba merenungkan persamaan dan perbedaannya sehingga sebagian dengan tanpa pertimbangan menerapkan sistem berbisnis dalam pemberitaan Injil. Padahal jelas persamaannya lebih sedikit daripada perbedaannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;">Selanjutnya marilah kita membahas persamaan dan perbedaan antara berbisnis dengan memberitakan Injil.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-align:justify;"><em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt -26.7pt;text-indent:26.7pt;text-align:justify;"><em>1. Menawarkan Bukan Memaksa.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;">Persamaan antara penjual dengan pemberita Injil ialah kedua-duanya adalah sebuah pekerjaan yang bersifat menawarkan sesuatu.Penjual yang baik sebagaimana pemberita Injil berusaha hanya sampai pada batas menawarkan bukan memaksa orang membeli atau menerima tawarannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;">Kekristenan yang alkitabiah tidak memaksa orang menerima Injil, bahkan tidak setuju dengan Kristen keturunan. Semua orang yang mau menjadi Kristen harus melalui keputusan kesadarannya. Anak orang Kristen diajar pada waktu kecil dan setelah ia akil balik, ia tetap harus ditawarkan Injil untuk diputuskannya sendiri.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt -26.7pt;text-indent:26.7pt;text-align:justify;"><em>2. Menawarkan Sesuatu Yang Dibutuhkan</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;">Walau sesederhana apapun barang yang diperdagangkan, penjualnya melakukan itu karena ia yakin barangnya dibutuhkan atau berguna. Lebih lagi Injil yang disampaikan oleh seorang pemberita Injil. Ia harus yakin bahwa Injil yang diberitakannya itu <strong>sangat </strong>dibutuhkan pendengarnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;">Selanjutnya tentu ada perbedaan yang sangat besar antara berbisnis dengan memberitakan Injil.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt 163.55pt;text-indent:-163.55pt;text-align:justify;"><em>1. Satu Mencari Keuntungan &amp; Satu Memberi Dengan Cuma-cuma</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;">Tidak dapat dipungkiri bahwa semua bisnis bermotivasi mencari keuntungan. Sekalipun sudah dijual dengan harga obral, toh masih dipikirkan segi untung-ruginya. Setidaknya pemilik akan memakai falsafah lebih baik rugi sedikit daripada harus rugi banyak.Tetapi pemberitaan Injil bukan dimotivasi oleh keuntungan materi. Yang dipikirkan oleh pemberita Injil ialah jiwa yang bisa diselamatkannya.</p>
</div>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;">Untuk itu tidak boleh melihat faktor untung-rugi secara materi didalam pemberitaan Injil ke sebuah daerah, atau memulai sebuah jemaat di suatu lokasi. Usaha pemberitaan Injil itu pasti rugi secara materi bahkan bisa kehilangan nyawa. Oleh sebab itu sikap alkitabiah di dalam mendirikan jemaat itu bukan berlomba mendirikan jemaat yang lebih besar, dan dana gereja mana yang lebih banyak dan lain sebagainya yang materialistis.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt 163.55pt;text-indent:-163.55pt;text-align:justify;"><em>2. Satu Bersifat Materi &amp; Satu Rohani</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;">Pusat orientasi bisnis ialah meraup keuntungan materi sebanyak-banyaknya. Sedangkan pusat orientasi penginjilan ialah menyelamatkan orang dari Neraka sebanyak-banyaknya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;">Di mata seorang pelaku bisnis hanya ada uang, dan mengukur segala sesuatu dengan jumlah materi. Menempatkan posisi kehormatan seseorang dari level kekayaannya. Sering kita mendengar orang berkata, <span><span>A</span></span>orang-orang di situ bukan level dia,<span><span>@</span></span> maksudnya tingkat kekayaan merekajauh berbeda.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;">Sementara itu di mata seorang pemberita Injil itu hanya ada jiwa yang akan terhilang dan yang telah diselamatkan. Dan nilai jiwa itu jauh sekali di atas materi. Seorang pemberita Injil memang masih memerlukan materi tetapi bukan seorang yang terpengaruh oleh materi apalagi tergantung pada materi.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;">* Kesimpulan kita ialah bahwa ada perbedaan yang besar antara berbisnis dengan memberitakan Injil. Oleh sebab itu tidak dapat dibenarkan untuk menerapkan metode, falsafah berbisnis ke dalam tindakan pemberitaan Injil.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;">Kalau untuk menghabiskan stock pebisnis mengobral dagangannya dengan discount besar-besaran, Injil tidak boleh diperlakukan demikian. Nilai Injil atau substansi Injil itu tidak boleh dikurangi sedikitpun.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;">Yesus Kristus adalah <strong>satu-satunya</strong> Juruselamat, tidak bisa didiscount menjadi <strong>salah satu</strong>. Di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang melaluinya kita bisa diselamatkan. Dari Adam hingga manusia terakhir kalau mau masuk Sorga ia harus percaya kepada Yesus. Mengapa?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;">Yesus menanggung dosa isi dunia (Yoh.1:29, I Yoh.2:2, Ibr.2:9), itu jangan didiscount menjadi <strong>hanya</strong> menanggung dosa orang pilihan saja. Karena dosa seisi dunia telah ditanggung, maka siapapun yang percaya kepada Yesus, semua dosanya akan <strong>diperhitungkan </strong>Allah telah tertanggung (I Tim.4:10, Rom.8:1). Yang tidak percaya itu diperhitungkan sebagai yang tidak menerima tawaran anugerah dari Allah. Pokoknya Injil tidak boleh didiscount seperti pakaian dll.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;">Juga tidak boleh ditambah harganya dengan perbuatan baik, baptisan, kerajinan ibadah dan lain sebagainya. Tindakan itu sama dengan perbuatan korupsi karena harganya dari Tuhan sudah ditetapkan. Perbuatan baik, baptisan, kerajinan beribadah itu dilakukan <strong>sesudah</strong> seseorang diselamatkan bukan <strong>untuk </strong>diselamatkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;">Kalau barang dagangan di Supermarket didiscount itu akan menguntungkan pembeli. Tetapi kalau Injil didiscount, maka penerimanya akan masuk ke Neraka.</p>
<p>Oleh sebab itu pembaca, tolong periksa Injil yang telah anda terima, apakah harga sesuai dengan ketetapan Tuhan. Saya sangat kuatir, jangan-jangan didiscount atau dinaikkan harganya oleh <em><span><span>A</span></span>salesmen</em><em><span><span>@</span></span></em> gadungan yang tidak terdaftar di buku induk Tuhan (www.graphe-ministry.org).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anabaptists.blog.friendster.com/?feed=rss2&amp;p=246</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Iblis Aktif Memberitakan Injil</title>
		<link>http://anabaptists.blog.friendster.com/?p=244</link>
		<comments>http://anabaptists.blog.friendster.com/?p=244#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 03:42:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anabaptists</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keselamatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anabaptists.blog.friendster.com/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[
Pada saat Paulus menulis bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus (I Kor.12:3), itu benar. Pada saat itu nama Yesus bukanlah nama yang bisa mendatangkan keuntungan materi, melainkan malapetaka bagi yang menyebutnya. Terlebih lagi ketika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="Section1">
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Pada saat Paulus menulis bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus (I Kor.12:3), itu benar. Pada saat itu nama Yesus bukanlah nama yang bisa mendatangkan keuntungan materi, melainkan malapetaka bagi yang menyebutnya. Terlebih lagi ketika pemerintah melancarkan penganiayaan yang intensif terhadap pengikut Yesus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Dan Tuhan Yesus pernah berkata, <span><span>A</span></span>barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita<span><span>@</span></span> (Mrk.9:40). Ungkapan ini biasanya ditafsirkan sebagai patokan untuk menilai siapa musuh dan siapa teman. Seolah-olah setiap orang yang tidak melawan kekristenan secara aktif adalah teman kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Namun bagaimanakah jika kita pertimbangkan juga ayat-ayat seperti, “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan <strong>memakai nama-Ku</strong> dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang (Mat.24:4-5). Ternyata menurut ayat ini, si penyesat itu bukan hanya berani menyebut Yesus itu Tuhan bahkan ia berani berkata bahwa ia sendiri adalah Yesus Tuhan itu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Dengan adanya ayat-ayat tersebut di atas, orang Kristen harus berhikmat dalam menafsirkannya. Pertama, padaI Kor.12:3 tidak dikatakan bahwa hal itu akan berlaku sepanjang masa. Kita bisa mengatakan demikian karena pada Injil Matius 24:4-5, Tuhan mengatakan bahwa pada akhir zaman penyesat akan memakai namaNya. Ia bukan hanya berani menyebut-nyebut Yesus itu Tuhan seperti dalam Mat.7:21, bahkan hingga menyebut dirinya Mesias dan Tuhan. Untuk situasi normal dan situasi pada umumnya Mrk.9:40-lah yang masuk akal. Sedangkan Mat.24:5 itu situasi khusus misalnya oleh penyusup atau seorang agen rahasia musuh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Bahkan bisa jadi juga justru setelah iblis membaca tulisan Paulus tersebut ia langsung mendapat ilham untuk menipu orang Kristen lugu dengan menyebut-nyebut Yesus adalah Tuhan agar orang Kristen bisa menerimanya sehingga penyusupan berlangsung dengan mulus. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span>Ketika saya mengatakan bahwa sekarang ada banyak <span><span>A</span></span>nabi<span><span>@</span></span> palsu yang memakai nama Yesus mengusir iblis, seseorang langsung protes, <span><span>A</span></span>bagaimana mungkin, karena Tuhan Yesus berkata bahwa kalau iblis mengusir iblis maka kerajaannya akan hancur.<span><span>@</span></span> Saya menjawabnya, <span><span>A</span></span>betul, jika pengusirannyaadalah sungguhan. Tetapi bagaimana kalau mereka bersandiwara agar anda percaya bahwa yang mengusir itu dari Tuhan padahal itu tetap dari iblis juga?<span><span>@</span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Banyak orang Kristen bersikap terlalu lugu. Mereka tidak mempertimbangkan sama sekali aspek penyusupan, padahal Tuhan sudah wanti-wanti bahwa akan ada banyak serigala yang berbulu domba. Orang Kristen harus waspada, kalau ada pemimpin agama lain menjadi Kristen, jangan gembira dulu, sebab bisa jadi itu adalah sebuah penyusupan.</span></p>
</div>
<div class="Section2">
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Kenalkah anda seorang agen rahasia terhebat di dunia? Namanya Cohen, orang Yahudi yang diselundupkan sebagai agen rahasia ke Syria. (Silakan baca buku Mossad: Agen rahasia Israel). Dari semua orang di Syria, Cohen adalah orang yang paling berkobar-kobar mau menghancurkan Israel. Sampai-sampai presiden Syria (Hafez Al Assad) hampir mengangkatnya menjadi Menhan. Hal demikian bisa terjadi tentu karena kecerobohan orang-orang Syria dan kehebatan Cohen dalam berpura-pura.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Dalam sejarah kekristenan, telah berkali-kali terbukti bahwa kekristenan justru makin kuat ketika digempur dari luar. Gempuran dari luar tidak akan efektif jika tidak diikuti pelemahan dari dalam. Pelemahan bisa terjadi kalau pihak musuh berhasil melakukan penyusupan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Pada saat perang teluk sedang berlangsung, pasti tidak ada rakyat Amerika yang akan berkata <span><span>A</span></span>terkutuklah George Bush!<span><span>@</span></span> secara normatif ini benar karena George Bush adalah presiden mereka. Tetapi tentu tidak termasuk orang-orang yang sedang dipersiapkan untuk menjadi agen rahasia ke Irak.Calon agen rahasia atau mereka yang sedang menjalankan tugas penyusupan akan bertindak sangat militan dalam mengutuki George Bush demi mendapatkan simpati serta kepercayaan dari pihak musuh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Kesimpulan sementara kita ialah orang Kristen jangan terlalu lugu atau tak berhikmat sehingga masuk perangkap iblis melalui ayat-ayat Alkitab yang bersifat normatif. Ingat, iblis pernah beradu argumentasi dengan Tuhan Yesus memakai ayat-ayat Alkitab. Memang benar ada ayat Alkitab yang mengatakan demikian namun perhatikan juga ayat Alkitab lain yang menjelaskan batasannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-align:justify;"><span><span style="font-size:6pt;"></span><span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span><strong><em>Menurunkan Standar &amp;Melecehkan Pendidikan</em></strong> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Alkitab mencatat berkali-kali aktivitas iblis dalam ikut memberitakan Injil.Dalam Kis.8:19, iblis pernah menawarkan uang kepada Petrus agar ia bisa diberi wewenang menumpangkan tangan atas orang dan lain sebagainya. Iblis melalui Simon ingin menyusup masuk ke dalam pelayanan Filipus yang telah menghasilkan banyak petobat. Iblis tahu bahwa jika saja ia bisa menyusup ke dalam pelayanan Filipus, maka pelayanan Filipus bisa dihambat dari dalam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Rasul Petrus dengan tegas menolak menurunkan standar tuntutan seorang pelayan Tuhan. Ketika standar untuk menjadi seorang pelayan Firman betul-betul ditegakkan, maka bukan tidak mungkin, tetapi pasti akan jauh lebih sulit bagi iblis untuk menyusupkan agennya. Itulah sebabnya langkah pertama yang diusahakan iblis ialah menghasut agar standar syarat bagi penyampai firman diturunkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Belum lama ini saya dikagetkan oleh selembar brosur dengan nama pembicara seorang pengusaha yang didepan namanya ada huruf <span><span>A</span></span>Ev<span><span>@</span></span>. Mungkin ia memang pintar, punya banyak gelar, tetapi menjabat sebuah jabatan gereja yang berfungsi sebagai penyampai firman itu seharusnya tidak seenaknya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Karena ia adalah seorang pengusaha kaya maka secepatnya ia direkrut agar bisa tetap bergabung. Kelihatannya ada unsur menjadikan jabatan gereja sebagai alat untuk menarik orang atau memancing orang. Sebenarnya kalau pengusaha tersebut berhikmat, ia segera harus tahu bahwa mereka memancingnya dengan jabatan dan justru itulah ia seharusnya segera meninggalkan kelompok itu karena di situ banyak dipratekkan taktik akal bulus atau tipu muslihat.</span></p>
</div>
<div class="Section3">
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Namun juga bisa saja sebaliknya, dimana iblis memang sedang dalam program menyelundupkan orang-orangnya yang tidak mengerti doktrin ke dalam gereja. Dengan orang demikian ia akan merubah gereja menjadi semacam perusahaan sehingga semua tata-cara baik cara menyelenggarakan gereja maupun cara memberitakan Injil akan diubah menurut sistem manajemen perusahaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Belakangan ini kita sering mendengar lelucon disekitar gelar pendidikan theologi. S.Th dipelesetkan dengan <em>sudah tinggi hati. </em>M.Th. diplesetkan dengan <em>makin tinggi hati </em>dan lain sebagainya. Ada pengkhotbah yang berkata bahwa ia tidak perlu sekolah theologi atau ia tidak perlu gelar sekolah theologi dengan maksud supaya dianggap rohani. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Sesungguhnya terlepas dari orang memakainya sebagai suatu faktor kesombongan, pendidikan theologi itu sangat perlu. Siapa bilang bahwa Petrus tidak sekolah theologi? Mereka sekolah theologi selama kurang lebih tiga setengah tahun, siang malam dengan seorang MAHA GURU.Tiga setengah tahun siang malam itu setingkat dengan strata tiga atau doktor.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Rasul Paulus menyadari bahwa murid-muridnya tidak cukup dengan hanya bisa berteriak-teriak <span><span>A</span></span>halelluyah<span><span>@</span></span> sehingga ia mengajar mereka di ruang kuliah Tiranus dua tahun (mungkin siang malam) yang berarti setingkat sarjana.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Ketika penyampai firman berlomba untuk menjadi siapa yang lebih bodoh, atau siapa yang lebih tidak berpendidikan, maka celakalah kekristenan. Anda bisa bayangkan bagaimana jemaat mendengarkan pengkhotbah yang bahasa Indonesianya <em>berlepotan</em>. Sementara ia menafsirkan Alkitab, kita harus berusaha keras untuk menafsirkan maksud ucapannya yang tidak tersusun dengan baik. Atau pengkhotbah yang tidak tahu Kanada itu terletak di benua Amerika atau Eropa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Tidak dapat disangkal bahwa semakin terpelajar seorang penyampai firman, maka akan semakin sistematis dan gampang dimengerti firman yang disampaikannya. Belum lagi isi firman yang diuraikannya yang tentu adalah hasil penggaliannya. Tentu di sekolah theologi yang baik seseorang akan dilengkapi dengan metode penafsiran Alkitab yang bagus. Dengan metode penafsiran yang bagus dan ditambah lagi dengan penguasaan bahasa asli Alkitab serta berbagai bahasa pengantar, maka akan membedakan antara penyampai firman yang emosional dengan yang terpelajar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Yang saya maksudkan dengan terpelajar itu tentu bukan di depan dan belakang namanya penuh dengan huruf-huruf singkatan, karena sekarang sudah bukan rahasia lagi kalau ada doktor lima ribu dollar dan lain sebagainya. Jika seorang penyampai firman belajar dengan tekun dan kemudian pihak sekolah memberinya sebuah ijazah atau titel, itu adalah hal yang pantas. Saya pernah mendengar seorang penyampai firman berkata bahwa ia tidak perlu titel. Tetapi anehnya ia mau menerima ijazah SMUnya. Kalau ia tidak membutuhkan bukti jenjang pendidikan, ya jangan terima ijazah SMU juga. Tetapi sesungguhnya sikap itu adalah karena ia merasa telah terlalu tua (terlalu sombong?) untuk duduk di bangku sekolah, sementara itu ia kesal dengan orang-orang muda yang rajin belajar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Jika seorang penyampai firman sangat mementingkan titel hingga kurang percaya diri tanpa titel dan berusaha membeli atau mencari titel gampangan, maka sikap demikian sesungguhnya sama sekali tidak terpuji. Tetapi jika seseorang telah berusaha keras dan akhirnya mencapai suatu tingkat pendidikan tertentu, maka dengan sikap yang <em>fair </em>kita harus memberi rasa salut, bukannya iri. Inilah sikap orang Kristen yang alkitabiah.</span></p>
</div>
<div class="Section4">
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Sikap meremehkan pendidikan theologi yang diperlihatkan oleh sebagian penyampai firman tanpa ia sadari adalah sikap memberi peluang pada iblis untuk ikut menyampaikan Injil. Saya tidak mengatakan bahwa dengan menghargai pendidikan theologi maka <strong>pasti </strong>akan menutup peluang kepada iblis untuk memberitakan Injil, karena iblis memang sangat ingin memberitakan Injil (tentu Injil yang salah). Tetapi mengikuti pendidikan theologi dengan tidak mengikuti pendidikan theologi, masih lebih baik mengikuti pendidikan theologi karena bagaimanapun ia telah diajar. Setidaknya ia telah melalui sebuah saringan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Jika anda terpanggil untuk menjadi penyampai firman, ketahuilah bahwa integritas firman Allah yang anda sampaikan itu terpengaruh oleh integritas penyampainya. Dan seberapa hormatnya anda terhadap Tuhan yang anda sampaikan firmanNya itu, tercermin dari seberapa seriusnya anda mempersiapkan diri untuk tugas itu. Jika anda membeli titel, atau cari yang gampangan, itu artinya anda menganggap Tuhan itu seperti pemerintah atau perusahaan yang dilayani oleh orang-orang yang membeli titel agar jenjang gajinya dinaikkan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Baik penyampai firman maupun anggota jemaat sama-sama harus menunjukkan sikap yang benar agar keadaan kekristenan semakin kondusif. Jemaat harus menghargai penyampai firman yang belajar dengan tekun dan memperoleh jenjang pendidikan dengan benar, bukannya membanggakan penyampai firman yang kaya, mantan dukun, mantan pemimpin agama lain, dan lain sebagainya yang tidak ada hubungannya dengan kemampuannya dalam menyampaikan kebenaran firman Tuhan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span>Sementara itu tanpa disadari para pembeli titel, tindakan mereka itu justru bisa mempermalukan mereka sendiri. Saya pernah berbincang-bincang dengan seorang penyampai firman yang bertitel doktor. Namun dalam perbincangan itu saya sempat kaget karena yang bersangkutan tidak mengerti istilah <em>MSS</em> dan juga tidak mengerti istilah LXX, <em>Johannen Coma, </em>yang sepatutnya sudah pasti harus dimengerti oleh orang yang menyandang titel doktor. Hal konyol demikian bisa terjadi karena mereka memakai cara Simon si tukang sihir yang mencoba membeli hak dan jabatan kerasulan dengan Petrus.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-align:justify;"><strong><em><span style="font-size:small;">Bahaya Pujian Dan Sanjungan</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Di dalam Kis.16:16-18, tercatat iblis memberitakan Injil melalui seorang perempuan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt -23.8pt;text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span><span><span>A</span></span>Pada suatu kali ketika kami pergi ke tempat sembahyang itu, kami bertemu dengan seorang hamba perempuan yang mempunyai roh tenung; dengan tenungan-tenungannya tuan-tuannya memperoleh penghasilan besar.Ia mengikuti Paulus dan kami dari belakang sambil berseru, katanya: “Orang-orang ini adalah hamba Allah Yang Mahatinggi. Mereka memberitakan kepadamu jalan kepada keselamatan.”Hal itu dilakukannya beberapa hari lamanya. Tetapi ketika Paulus tidak tahan lagi akan gangguan itu, ia berpaling dan berkata kepada roh itu: “Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini.” Seketika itu juga keluarlah roh itu.<span><span>@</span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-align:justify;">
</div>
<div class="Section5">
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Seandainya Paulus dan Silas adalah pengkhotbah yang haus akan sanjungan dan pujian, maka pasti mereka akan membiarkan hamba perempuan itu berkoar-koar sepuasnya. Sebelumnya kita telah membahas terjadinya keikutsertaan iblis dalam pemberitaan Injil melalui penurunan standar pendidikan atau meremehkan sebuah proses belajar. Tentu ada orang yang bisa belajar sendiri dan bisa mencapai pengetahuan yang tidak kalah dari yang mengikuti pendidikan formal. Tetapi <em>autodidact</em> tentu harus dibuktikan melalui hasil atau buahnya setelah melalui waktu yang lama, sementara yang mengikuti pendidikan formal dibuktikan melalui ujian dari para pengajar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Segala macam cara untuk menghalangi Paulus dan Silas memberitakan Injil telah iblis tempuh. Pembaca perlu waspada, tidak ada satu cara pun yang akan iblis abaikan untuk menghalangi pemberitaan Injil bahkan cara memberitakan Injil itu sendiri. Ia ingin agar diikutsertakan ke dalam <em>team </em>Paulus dan Silas. Ia menyanjung-nyanjung mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Kalau dilihat dari ucapan-ucapan perempuan itu, sesungguhnya tidak ada sesuatu yang salah. Sepertinya iblis memberitakan Injil yang benar, yaitu Injil keselamatan. Tetapi mengapakah Paulus membungkamnya dengan mengusirnya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Jawabannya, pertama, Paulus tahu bahwa iblis tidak mungkin bisa memberitakan Injil dengan tulus. Sekalipun di bagian awal pemberitaan iblis terdengar seolah-olah bagus tetapi nanti pada ujungnya pasti Injil akan diselewengkannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Kedua, Paulus tidak menghalalkan segala cara untuk penginjilan. Orang yang belum lahir baru tidak mungkin bisa memberitakan Injil, apalagi iblis. Tujuan tidak boleh menghalalkan cara. Misalnya sekali Alkitab berkata bahwa wanita tidak boleh mengajar laki-laki itu pasti ada alasan dari Tuhan (I Tim.2:11-13, dan I Kor.14:34). Masalahnya bukan seberapa pintar ia berbicara, tetapi harus ada keteraturan antar laki-laki sebagai kepala rumah tangga dengan laki-laki yang mengajar di jemaat. Allah tidak memakai falsafah tidak ada rotan akar pun jadi. Allah mementingkan prinsip kebenaran bukan pragmatisme untuk mencari duit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Ketika Paulus mengusir iblis yang memakai hamba perempuan itu, akhirnya ia dijebloskan ke dalam penjara. Iblis ngamuk karena tawarannya untuk membantu memberitakan Injil ditolak Paulus. Seolah-olah iblis berkata, <span><span>A</span></span>kalau tidak mau dengan cara halus, rasakan cara yang kasar.<span><span>@</span></span> Tetapi tentu Paulus dan Silas memilih tinggal di dalam penjara daripada memberitakan Injil bersama iblis. Paulus dan Silas bernyanyi sebagai tanda bahagia karena Tuhan telah menolong mereka dari memberitakan Injil bersama iblis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-align:justify;"><strong><em><span style="font-size:small;">Penyimpangan Hakekat Injil</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Bukan hanya penurunan standar dan efek pujian serta sanjungan yang perlu diwaspadai dalam rangka mencegah iblis memberitakan Injil, tetapi isi Injil yang semakin berubah sehingga menjadi Injil yangtidak lagi membawa berkat melainkan membawa kutuk itulah yang paling perlu diperhatikan.Dalam suratnya kepada jemaat di Galatia, Paulus memakai kata-kata yang sangat keras.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span><span style="font-size:11pt;">“Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus”</span><span style="font-size:9pt;"> (Gal.1:6-7).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-align:justify;">
</div>
<div class="Section6">
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span>Rupanya jemaat Galatia sempat percaya kepada Injil lain, yang sebenarnya menurut Paulus itu bukan Injil. Injil apakah itu yang dikutuk oleh Paulus dengan kata yang sangat keras yaitu <em>anathema?</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Pada pasal-pasal berikut bisa kita amati dengan lebih jelas Injil yang dikutuk oleh Paulus itu. Ternyata kalau kita lihat pada 5:3-4, telah datang pengajar Yahudi dari Yerusalem yang mengajarkan bahwa tidak cukup dengan pertobatan dan iman, melainkan perlu ditambah dengan mentaati hukum Taurat antara lain disunat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Injil yang murni ialah diselamatkan oleh iman (Ef.2:8-9), tanpa perlu ditambah dengan usaha manusia dalam bentuk apapun termasuk baptisan. Baptisan <strong>diperlukan </strong>pada saat mau menjadi murid (menjadi anggota gereja), bukan persyaratan masuk Sorga. Untuk memahami Injil yang murni saya mempersilakan anda membaca buku saya yang berjudul <em>Domba Korban </em>dan <em>Kapan Saja Saya Mati, Saya Pasti Masuk Sorga.</em> Di kedua buku tersebut telah saya uraikan panjang lebar tentang Injil yang benar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa Allah memerintahkan mereka membunuh seekor domba sebagai akibat dosa. Maksud Allah ialah Adam yang berdosa, namun domba itu yang dimatikan. Dosa hanya dapat diselesaikan dengan penghukuman. Tentu bukan domba itu yang menanggung dosa Adam melainkan hanya sekedar gambaran saja. Yesus Kristus adalah domba korban yang dimaksud Allah. Kematian Kristus di kayu salib menanggung dosa semua manusia itu digambarkan dengan domba yang dikorbankan. Dosa seisi dunia telah ditanggungkan ke atas diri Yesus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Pada saat seseorang percaya kepada Yesus, maka semua dosanya (dulu, sekarang, dan yang akan datang) <strong>diperhitungkan </strong>telah tertanggung ke atas diri Yesus, maka sejak saat itu ia tidak berdosa lagi dan tidak akan dihukumkan lagi (Rom.8:1). Hanya dengan iman kepada Yesus saja, tidak perlu ditambah dengan apapun. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Dan juga tidak boleh dikurangi dengan tidak memberitahukan pendengar bahwa semua dosa (dulu, sekarang, dan yang akan datang), telah ditanggung Yesus Kristus. Orang yang telah percaya kepada Tuhan Yesus selanjutnya hanya perlu bersyukur karena semua dosanya telah ditanggung Tuhan Yesus. Saya tahu bahwa pasti ada banyak pertanyaan di kepala anda ketika membaca artikel ini. Oleh sebab itu bacalah buku yang saya sebut sebelumnya untuk mendapatkan semua jawaban yang anda butuhkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Kalau anda telah mengerti tentang Injil yang benar, maka anda akan sanggup melihat dan mengidentifikasi Injil yang diberitakan oleh iblis. Anda akan mendapatkan bahwa banyak Injil yang sesungguhnya bukan Injil melainkan kutukan. Mengapa demikian? Jawabannya ialah karena sesungguhnya sejak zaman Rasul-rasul, iblis telah berulang kali mencoba memberitakan Injil. Ia pernah ditolak oleh Petrus, dan juga pernah ditolak oleh Paulus. </span></p>
</div>
<p class="MsoNormal" style="margin:0in 0in 0pt;text-indent:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Apakah iblis putus asa setelah ditolak baik oleh Petrus maupun Paulus? Tidak mungkin! Jelas ia lebih tekun dari penyampai firman manapun. Ia berusaha masuk ke dalam gereja, masuk ke dalam kelompok gereja-gereja. Tujuannya jelas, ia ingin ikut memberitakan Injil. Dulu ia pernah memakai taktik menentang Injil, dan itu memang tetap dilakukannya melalui <strong>sebagian</strong> anak buahnya. Tetapi sebagian anak buahnya lagi diselundupkannya ke tengah-tengah orang Kristen dengan berpakaikan bulu domba. Ia tentu cukup cerdik untuk menyadari bahwa dengan masuk ke dalam dan turut memberitakan Injil, ia akan lebih berpeluang menyimpangkan Injil itu daripada memeranginya dari luar. </span></p>
<p><span style="font-size:small;">Akhirnya wahai sobat, yang bahaya itu bukan yang menentang Injil dari luar, melainkan yang memberitakan Injil yang salah dari dalam. Kalau anda tidak berhati-hati, maka neraka menantikan anda. Sekali lagi, neraka menantikan anda. Dan yang lebih penting dari itu lagi ialah pastikan diri anda telah lahir baru agar jangan sampai malah anda sendiri yang menjadi kaki-tangan iblis yang diselundupkan ke dalam gereja untuk memberitakan Injil yang salah. Anda perlu membaca dua buku yang saya sebutkan.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anabaptists.blog.friendster.com/?feed=rss2&amp;p=244</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Gereja</title>
		<link>http://anabaptists.blog.friendster.com/?p=212</link>
		<comments>http://anabaptists.blog.friendster.com/?p=212#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 09:42:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anabaptists</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anabaptists.blog.friendster.com/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[Tahun dan Peristiwa
Tahun-tahun di bawah ini merupakan beberapa yang terpenting dalam sejarah gereja.
Tahun - Peristiwa
1) 64 Roma Terbakar
2) 70 Titus Menghancurkan Yerusalem
3) ±150 Yustinus Martir Menulis Apologynya
4) ±156 Kemartiran Polikarpus
5) 177 Irenaeus Menjadi Uskup Lyons
6) ±196 Tertullianus Mulai Menulis Buku-buku Kristen
7) ±205 Origenes Mulai Menulis
  251 Cyprianus Menulis On the Unity of the Church
9) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun dan Peristiwa</p>
<p>Tahun-tahun di bawah ini merupakan beberapa yang terpenting dalam sejarah gereja.</p>
<p>Tahun - Peristiwa</p>
<p>1) 64 Roma Terbakar</p>
<p>2) 70 Titus Menghancurkan Yerusalem</p>
<p>3) ±150 Yustinus Martir Menulis Apologynya</p>
<p>4) ±156 Kemartiran Polikarpus</p>
<p>5) 177 Irenaeus Menjadi Uskup Lyons</p>
<p>6) ±196 Tertullianus Mulai Menulis Buku-buku Kristen</p>
<p>7) ±205 Origenes Mulai Menulis<br />
 <img src='http://anabaptists.blog.friendster.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> 251 Cyprianus Menulis On the Unity of the Church</p>
<p>9) 270 Antonius Memulai Hidupnya sebagai Pertapa</p>
<p>10) 312 Pertobatan Konstantinus</p>
<p>11) 325 Konsili Nicea</p>
<p>12) 367 Surat Athanasius Mengakui Kanon Perjanjian Baru</p>
<p>13) 385 Uskup Ambrosius Menentang Ratu</p>
<p>14) 387 Pertobatan Agustinus</p>
<p>15) 398 Yohanes Chrysostomus Menjadi Uskup Konstantinopel</p>
<p>16) 405 Hieronimus Menyelesaikan Vulgata</p>
<p>17) 432 Patrick Berangkat sebagai Misionaris ke Irlandia</p>
<p>18) 451 Konsili Chalcedon</p>
<p>19) 529 Benedictus dari Nursia Mendirikan Ordo Biaranya</p>
<p>20) 563 Columba Berangkat sebagai Misionaris ke Skotlandia</p>
<p>21) 590 Gregorius I menjadi Paus</p>
<p>22) 664 Sinode Whitby</p>
<p>23) 716 Bonifatius Berangkat sebagai Misionaris</p>
<p>24) 731 Bede yang Patut Dipuja Menyelesaikan Karyanya Sejarah Gereja Bangsa Inggris</p>
<p>25) 732 Pertempuran Tours</p>
<p>26) 800 Karel Agung Dinobatkan Menjadi Kaisar</p>
<p>27) 863 Cyrillus dan Methodius Mengabarkan Injil kepada Orangorang Slavia</p>
<p>28) 909 Biara Didirikan di Cluny</p>
<p>29) 988 Pertobatan Vladimir, Pangeran Rusia</p>
<p>30) 1054 Skisma Gereja Timur dan Barat</p>
<p>31) 1093 Anselmus Menjadi Uskup Agung Canterbury</p>
<p>32) 1095 Paus Urbanus II Melancarkan Perang Salib Pertama</p>
<p>33) 1115 Bernardus Mendirikan Biara di Clairvaux</p>
<p>34) ±1150 Universitas Paris dan Universitas Oxford Didirikan</p>
<p>35) 1173 Peter Waldo Memulai Gerakan Kaum Waldens</p>
<p>36) 1206 Fransiskus dari Asisi Meninggalkan Kekayaannya</p>
<p>37) 1215 Konsili Lateran Keempat</p>
<p>38) 1273 Thomas Aquinas Menyelesaikan Karyanya Summa Theologica</p>
<p>39) 1321 Dante Menyelesaikan The Divine Comedy</p>
<p>40) 1378 Catherina dari Siena Pergi ke Roma untuk Mendamaikan Skisma Besar</p>
<p>41) ±1380 Wycliffe Mengawasi Penerjemahan Alkitab ke dalam Bahasa Inggris</p>
<p>42) 1415 Yohanes Hus Dibakar pada Tiang Pancang</p>
<p>43) 1456 Johann Gutenberg Membuat Alkitab Cetak yang Pertama</p>
<p>44) 1478 Pendirian Inkuisisi Spanyol</p>
<p>45) 1498 Savonarola Dieksekusi</p>
<p>46) 1512 Michelangelo Menyelesaikan Langit-langit Kapel Sistina</p>
<p>47) 1517 Martin Luther Memampangkan Sembilan Puluh Lima Dalilnya</p>
<p>48) 1523 Zwingli Memimpin Reformasi Swiss</p>
<p>49) 1525 Gerakan Anabaptis Dimulai</p>
<p>50) 1534 Undang-undang Supremasi Henry VIII</p>
<p>51) 1536 Yohanes Calvin Menerbitkan Institutio: Pengajaran Agama Kristen</p>
<p>52) 1540 Paus Mengakui Kaum Yesuit</p>
<p>53) 1545 Pembukaan Konsili Trente</p>
<p>54) 1549 Cranmer Menciptakan Buku Doa Umum</p>
<p>55) 1559 John Knox Kembali ke Skotlandia untuk Memimpin Reformasi</p>
<p>56) 1572 Pembantaian pada Hari Santo Bartolomeus</p>
<p>57) 1608-1609 John Smyth Membaptis Orang-orang Baptis Pertama</p>
<p>58) 1611 Penerbitan Alkitab Versi Raja James</p>
<p>59) 1620 Para Peziarah Menandatangani Perjanjian Mayflower</p>
<p>60) 1628 Comenius Diusir dari Negerinya</p>
<p>61) 1646 Pengakuan Iman Westminster</p>
<p>62) 1648 George Fox Mendirikan Society of Friends</p>
<p>63) 1662 Rembrandt Menyelesaikan Lukisan Kembalinya Anak Hilang</p>
<p>64) 1675 Philip Jacob Spener Menerbitkan Pia Desideria</p>
<p>65) 1678 Karya John Bunyan The Pilgrim’s Progress Diterbitkan</p>
<p>66) 1685 Kelahiran Johann Sebastian Bach dan George Frederic Handel</p>
<p>67) 1707 Penerbitan Hymns and Spritual Songs Karya Isaac Watts</p>
<p>68) 1727 Kebangunan Rohani di Herrnhut Mengawali Moravian Brethren</p>
<p>69) 1735 Kebangunan Rohani Besar di bawah Jonathan Edwards</p>
<p>70) 1738 Pertobatan John Wesley</p>
<p>71) 1780 Robert Raikes Memulai Sekolah Minggu</p>
<p>72) 1793 William Carey Berlayar Menuju India</p>
<p>73) 1807 Parlemen inggris Mengadakan Pemungutan Suara untuk Menghapuskan Perdagangan Budak</p>
<p>74) 1811 Para Campbell Mengawali Gerakan Disciples of Christ</p>
<p>75) 1812 Adoniram dan Ann Judson Berlayar Menuju India</p>
<p>76) 1816 Richard Allen Mendirikan Gereja Episkopal Methodis Afrika</p>
<p>77) 1817 Elizabeth Fry Mengawali Pelayanan bagi Narapidana Perempuan di Penjara</p>
<p>78) 1830 Mulainya Kebangunan Rohani Perkotaan oleh Charles G. Finney</p>
<p>79) ±1830 John Nelson Darby Membantu Mengawali Plymouth Brethren</p>
<p>80) 1833 Khotbah John Keble tentang “Murtad Nasional” Memicu Gerakan Oxford</p>
<p>81) 1854 Hudson Taylor Tiba di Cina</p>
<p>82) 1854 Soren Kierkegaard Menerbitkan Serangan terhadap Kekristenan</p>
<p>83) 1854 Charles Haddon Spurgeon Menjadi Imam di London</p>
<p>84) 1855 Pertobatan Dwight L. Moody</p>
<p>85) 1857 David Livingstone Menerbitkan Missionary Travels</p>
<p>86) 1865 William Booth Mendirikan Bala Keselamatan</p>
<p>87) 1870 Paus Pius IX Memproklamasikan Doktrin Infalibilitas Paus</p>
<p>88) 1886 Gerakan Relawan Mahasiswa Dimulai</p>
<p>89) 1906 Kebangunan Rohani Azusa Street Memunculkan Aliran Pentakostalisme</p>
<p>90) 1910-1915 Penerbitan Buku The Fundamentals Memunculkan Gerakan Fundamentalis</p>
<p>91) 1919 Tafsiran Surat Roma oleh Karl Bath Diterbitkan</p>
<p>92) 1921 Radio Kristen Pertama Mengudara</p>
<p>93) 1934 Cameron Townsend Memulai Institut Linguistik Musim Panas</p>
<p>94) 1945 Dietrich Bonhoeffer Dieksekusi Nazi</p>
<p>95) 1948 Dewan Gereja-gereja se-Dunia Terbentuk</p>
<p>96) 1949 Kampanye Los Angeles Billy Graham</p>
<p>97) 1960 Berawalnya Pembaruan Karismatik Modern</p>
<p>98) 1962 Konsili Vatikan II Dimulai</p>
<p>99) 1963 Martin Luther King, Jr., Memimpin Pawai ke Washington</p>
<p>100) 1966-1976 Gereja Cina Bertumbuh tanpa Terusik Revolusi Kebudayaan</p>
<p>PendahuluanSepuluh peristiwa terpenting apa yang pernah terjadi dalam kehidupan Anda selama kurun waktu lima tahun terakhir ini? Sekarang tanyakanlah kepada ayah, puteri, suami atau istri, atau dua orang sahabat karib Anda untuk menjawab pertanyaan yang sama tentang diri Anda. Segera Anda menyadari bahwa cara pandang kita terhadap suatu peristiwa bisa berbeda dengan orang lain, termasuk mereka yang sangat dekat dengan kita.Sekarang marilah kita mengakui bahwa tidak seorang pun dapat dengan pasti menunjuk tanggal-tanggal terpenting dalam sejarah gereja. Tentunya, daftar yang ada pada Tuhan tentang hal itu mungkin akan sangat berbeda dengan daftar yang kita buat.<br />
Kami tidak bermaksud menjadi wasit resmi untuk menentukan peristiwa apa yang terpenting dalam kehidupan gereja pada abad-abad lampau. Namun kami berupaya menampilkan selintas berbagai peristiwa dalam sejarah umat Tuhan yang rumit. Peristiwa tersebut diharapkan akan memberi garis-garis besar serta para pelaku yang telah membentuk kekristenan kepada yang bukan sejarawan dan bukan pengamat.Banyak orang Kristen dewasa ini ingin mengetahui lebih banyak tentang asal-usul keyakinan mereka serta berapa banyak ajaran dan praktik gereja mereka yang telah terwujud. Namun mereka tidak mempunyai waktu atau kecenderungan membaca karya akademis yang berjilid-jilid banyaknya. Hanya buku semacam inilah yang dapat memberikan kepuasan bagi kehausan mereka. Bagi orang-orang non-Kristen, buku ini merupakan buku acuan andal untuk lebih mengenal para tokoh terkemuka, berbagai gerakan, makna dan peristiwa-peristiwa dalam sejarah kekristenan yang panjang.Kami memulai sejarah gereja setelah (atau setidak-tidaknya yang di luar) peristiwa-peristiwa yang tercatat dalam Perjanjian Baru. Jelas bahwa kebangkitan, pertobatan Paulus, Konsili Yerusalem dan sebagainya adalah peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah gereja. Namun di mana kita harus berhenti? Oleh karenanya, kami memilih hanya peristiwa-peristiwa yang tidak tercatat dalam Perjanjian Baru.Kami tidak menyusun beragam peristiwa tersebut menurut urutan pentingnya, tetapi secara kronologis agar dapat menelusuri abad demi abad.Beberapa pilihan yang bernilai tinggi telah kami lewatkan karena kami merasa bahwa hal itu dapat digabungkan dengan peristiwa lain. Misalnya, karena survei telah membuktikan bahwa Ninety-Five Theses Luther dan Diet of Worms ada kaitan satu sama lain, maka kami hanya menyertakan judul pertama yang meliputi keduanya.Peristiwa-peristiwa lainnya telah disertakan bukan saja karena pentingnya tetapi bagaimana dampak peristiwa-peristiwa itu, atau betapa keadaan akan berbeda, jika peristiwa-peristiwa tersebut tidak terjadi. Misalnya Sidang Sinode Whitby tidak mungkin tercatat sebagai salah satu persidangan gereja besar, tetapi sangatlah penting bahwa Gereja Inggris memilih untuk bersatu dengan Roma pada waktu itu. Sejarah mungkin akan berbeda jika mereka memilih alternatif lain.</p>
<p>Kami juga rnenyertakan beberapa hal yang mungkin terkesan direkayasa dan mengada-ada. Dunia tidak berubah, begitu gereja, pada saat kelahiran Bach dan Handel. Namun, tidak menyertakan sumbangsih musik mereka bagi kehidupan ibadah sungguh akan merupakan suatu cacat. Oleh karena itu, beberapa peristiwa disertakan di sini khususnya karena nilai simbolisnya.</p>
<p>Meskipun demikian, terdapat beberapa alternatif menarik yang kami tidak sertakan dalam kurun waktu dua dasawarsa terakhir, karena kita masih sangat dekat dengan peristiwa-peristiwa itu untuk perspektif yang dibutuhkan.</p>
<p>Mungkin ada cemoohan atas pilihan-pilihan kami yang lebih banyak berbicara tentang dunia Barat, kaum lelaki, Protestan dan kaum evangelikal. Di satu pihak, memang hal ini tak terelakkan, dan di lain pihak hal ini mencerminkan bias kami.</p>
<p>Tetapi kami tidak bersikukuh bahwa pilihan kami inilah yang final. Sebenarnya dari awal kami mengharaukan tanggapan para pembaca yang ingin menyodorkan kemungkinan adanya peristiwaperistiwa laip yang dapat disertakan atau yang dapat dilewatkan. Untuk itu kami mengundang para pembaca agar menulis pendapatnya kepada kami, disertai dengan alasan-alasan rinci. Jika tanggapan tersebut cukup meyakinkan, maka kami akan menerbitkan jilid kedua dengan judul “Kejadiankejadian Penting Lain dalam Sejarah Gereja” (More Important Events in Church History). Kami mengundang mereka yang ingin memberi komentar mengenai jilid kedua untuk menulis. Kirimkan kepada: Ken Curtis, Christian History Institute, Box 540, Worcester, PA 19490, atau Fax ke 215-584. 4610.</p>
<p>Ketika saya menjabat sebagai editor majalah Christian History, kami menulis kepada para pelanggan dan meminta mereka mengirimkan peristiwa-peristiwa yang mereka anggap layak dibukukan. Kemudian, setelah memilah-milah dan menyusun daftar ini, kami mengirimnya kembali kepada mereka ‘dengan catatan agar mereka dapat menandai pilihan-pilihan yang mereka setujui dan yang tidak disetujui; serta menambahkan, bila perlu, hal-hal yang tidak tercantum. Jawaban mereka mewujudkan daftar baru. Sebuah survei juga telah dilayangkan kepada para anggota American Society of Church History, sebuah kelompok sejarawan gereja profesional. Dalam memilih judul-judul peristiwa yang terdapat dalam buku ini, hasil survei tersebut mendapat perhatian cukup, meskipun saya yang bertanggung jawab dalam pemilihan final.</p>
<p>Sejak semula, dengan melakukan pemilihan, kami sepenuhnya sadar bahwa beberapa hal terpenting sungguh sukar dikenali dan diukur. Kami seperti bendaharawan di Bait Allah yang mungkin tidak menghiraukan pentingnya “uang keping yang dipersembahkan seorang janda”. Yesus telah menjelaskan bahwa cinta kasih merupakan tanda istimewa para pengikut-Nya. Ia juga berbicara tegas akan hal-hal sederhana seperti memberikan secangkir air atas nama-Nya. Banyak isi buku ini yang merefleksikan kualitas dasar kekristenan. Namun, apa saja sesungguhnya yang terpenting tidak akan kita ketahui hingga hari penghakiman umat manusia, yang memperlihatkan mana gandum dan mana debu jerami.</p>
<p>Sumber :<br />
A. Kenneth Curtis, J. Stephen Lang &amp; Randy Petersen, 100 Peristiwa Penting dalam Sejarah Kristen, Immanuel, 1999.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anabaptists.blog.friendster.com/?feed=rss2&amp;p=212</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hal-hal Tentang Baptisan</title>
		<link>http://anabaptists.blog.friendster.com/?p=209</link>
		<comments>http://anabaptists.blog.friendster.com/?p=209#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 09:37:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anabaptists</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Baptisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anabaptists.blog.friendster.com/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[
Mungkin Anda telah mendengar orang-orang yang membahas cara membaptis yang tepat.“Jika seseorang dibaptis sampai ke lehernya, apakah ia telah benar-benar dibaptis?” tanya salah seorang yang sedang berbincang-bincang itu.
“Tidak, tentu saja tidak,“ jawab yang lain.”Jika ia dibaptis sampai ke dahinya, apakah itu baptisan?”
“Tidak,“ kata orang itu lagi dengan tegas.
“Nah,“ kata orang tersebut, “itu membuktikan bahwa air [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="post-body entry-content">
<p>Mungkin Anda telah mendengar orang-orang yang membahas cara membaptis yang tepat.“Jika seseorang dibaptis sampai ke lehernya, apakah ia telah benar-benar dibaptis?” tanya salah seorang yang sedang berbincang-bincang itu.<br />
<span style="font-weight:bold;">“Tidak, tentu saja tidak,“ jawab yang lain.”Jika ia dibaptis sampai ke dahinya, apakah itu baptisan?”<br />
“Tidak,“ kata orang itu lagi dengan tegas.<br />
“Nah,“ kata orang tersebut, “itu membuktikan bahwa air yang di atas kepala itulah yang betul-betul penting!“</span></p>
<p>Baptisan air telah menjadi sumber kontroversi di kalangan Kristen sejak gereja mulai berdiri. Dalam Kisah Para Rasul baptisan air dikaitkan secara erat dengan PENGALAMAN PERTOBATAN. &#8220;Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.“ (Kisah 2:38). Ayat-ayat seperti ini telah menimbulkan berbagai perbedaan pendapat yang masih terus diperdebatkan sekarang ini.</p>
<p>Tiga pertanyaan kerap kali diajukan:<br />
(1) Haruskah baptisan air dibatasi untuk orang-orang dewasa yang secara pribadi telah percaya kepada Kristus?<br />
(2) Apakah baptisan itu suatu sarana kasih karunia yang membuat seseorang dilahirkan kembali?<br />
(3) Apakah yang menjadi pola baptisan-yaitu, haruskah kita diselamkan?<br />
<span style="font-weight:bold;"><br />
Munculnya Pembaptisan Anak Kecil</span></p>
<p>Dalam beberapa kasus teks Alkitab dengan gamblang menyatakan bahwa baptisan diberikan kepada mereka yang menanggapi berita Injil. Misalnya, dalam kasus kepala penjara di Filipi, kita membaca, “Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya.“ (Kisah Para Rasul 16:32). Ini menjelaskan mengapa seisi rumahnya dapat/boleh dibaptis—mereka semua telah cukup usia untuk mendengarkan Firman. Pembaptisan yang dilakukan terhadap orang-orang yang tidak dikategorikan seperti ini, bertumpu pada alasan-alasan teologi yang lain.</p>
<p>Dalam PB, Baptisan segera menyusul setelah IMAN PRIBADI kepada Kristus digunakan. Setahu kami, dalam gereja mula-mula, TAK SATUPUN orang percaya yang tidak dibaptis. Semua orang Percaya DIBAPTIS sebagai suatu kesaksian terhadap iman mereka.</p>
<p>Jika demikian, darimanakah munculnya pembaptisan yang bukan seperti hal yang disebutkan ini? Kita mungkin berharap akan menemukan berbagai rujukan yang berkenaan dengannya dalam tulisan-tulisan para bapak gereja, yakni, mereka yang mengenal para rasul. Tidak demikian. Misalnya, Ireneus, yang mengenal Polikarpus, seorang murid rasul Yohanes, menuliskan suatu risalah teologi yang terdiri atas 5 Jilid termasuk tentang baptisan.</p>
<p>Dalam Surat Barnabas (sekitar tahun 120-130), suatu pasal yang singkat disediakan untuk membicarakan Baptisan Air, tetapi Hanya Baptisan Orang-orang Percaya. ”Kami turun ke dalam air penuh dengan dosa dan kecemaran, dan kami keluar dengan membawa buah dalam hati kami, ketakutan dan pengharapan dalam Yesus di dalam Roh.”1<br />
Yang lebih penting lagi adalah kenyataan bahwa dalam Didache, sebuah buku pedoman awal tentang pelayanan Kristen (sekitar tahun 100-110), terdapat ajaran yang terinci tentang perilaku moral orang yang dibaptis. Ajaran itu menjelaskan bahwa air yang mengalir harus dipakai; jikalau tidak ada, maka pakailah air yang tergenang. Jika tidak ada cukup air untuk membenamkan calon yang akan dibaptis, maka air dituangkan ke atas kepalanya tiga kali dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Tetapi pembaptisan yang lain daripada itu tidak disebutkan.</p>
<p>Dengan munculnya SAKRAMENTALISME, baik Baptisan maupun Perjamuan kudus dinggap sebagai sarana kasih karunia yang diberikan kepada Gereja. Kalau begitu, tampaknya logis untuk melaksanakannya. Petunjuk pertama yang tegas tentang pembaptisan dating dari Tertullianus, pemimpin gereja Afrika Utara (sekitar tahun 200), yang menandaskan bahwa anak-anak harus datang untuk dibaptis ketika mereka sudah DEWASA supaya mereka mengerti apa yang sedang mereka lakukan. <span style="font-weight:bold;">”Oleh karena itu, sesuai dengan keadaan dari watak seseorang, dan juga usianya, maka PENUNDAAN baptisan adalah LEBIH MENGUNTUNGKAN, khususnya dalam hal anak-anak kecil.”2</span> Keberatannya menunjukkan bahwa pada tahun 200 pembaptisan anak kecil telah dipraktekkan dalam beberapa gereja.</p>
<p>Petunjuk kedua tentang baptisan anak kecil datang dari tulisan-tulisan Origenes, yang dilahirkan dalam suatu keluarga Kristen di Alexandria, Mesir. Ia menjadi tenar sebagai guru, kendati pada akhirnya ia terpaksa pindah ke Palestina oleh karena perlawanan dari uskup Alexandria. Dalam sebuah tafsiran Injil Lukas, ia menulis bahwa anak-anak kecil dibaptis ”supaya pencemaran dari kelahiran kita dihapuskan.” Pada hakekatnya ia mengulang pernyataan yang sama dalam sebuah tafsiran tentang Surat Roma.</p>
<p>Para sarjana berbeda pendapat mengenai pentingnya bagian-bagian ini. Mesk</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anabaptists.blog.friendster.com/?feed=rss2&amp;p=209</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
